Volume 7

Ratu Narkoba

Dikenal Sebagai Istri Bos Kartel Narkoba, Siapa Sesungguhnya Emma Coronel Aispuro?

Merdeka.com 2021-03-01 14:22:30
Emma Coronel Aispuro. ©REUTERS/Jeenah Moon/File Photo

Terlepas dari statusnya sebagai istri mafia narkoba ternama dunia, Joaquín “El Chapo” Guzmán, Emma Coronel Aispuro hidup jauh dari sorotan – sampai ketika suaminya dipenjara seumur hidup.

Kemudian, tiba-tiba, dia muncul di media sosial. Ada pembicaraan terkait peluncuran lini busana. Bahkan ada sebuah penampilan di reality show yang didedikasikan untuk keluarga mafia pengedar narkoba tersebut.

Tindakan-tindakan Coronel tak luput dari perhatian. Menyusul penangkapannya akhir Februari lalu di mana dia duga bersekongkol untuk mengedarkan narkoba, banyak yang bertanya-tanya terkait sosoknya.

Menurut editor eksekutif harian Noroeste, Adrian Lopez, Emma Coronel tetap tak dikenal seperti hampir semua mitra kartel Sinaloa sampai dia muncul di persidangan.

Setelah itu, “dia mulai bertingkah laku layaknya selebritas. Ini melanggar tradisi ketertutupan dan gaya hidup khususnya di dalam kepemimpinan kartel Sinaloa,” jelasnya, dikutip dari TIME, Senin (1/3).

Tahun lalu, wartawan investigasi Meksiko, Anabel Hernandez — yang secara eksklusif menulis tentang kartel Sinaloa, termasuk buku yang terbit pada 2019 tentang diari putra pemimpin kartel Ismael “El Mayo” Zambada — mengatakan seorang sumber mengatakan kepadanya ibu Coronel, Blanca Aispuro, khawatir dengan perubahan hidup putrinya.

Kekhawatiran juga dirasakan putra-putra Guzman dan pemimpin kartel Sinaloa Ismael “El Mayo” Zambada. Hernandez juga merupakan wartawan pertama yang mewawancari Emma Coronel.

“Ibunya juga khawatir musuh kartel bisa menyakiti Emma karena dia bebas, dia kerap berada di jalan, klub, aktif di kehidupan sosialnya,” jelas Hernandez seperti yang diceritakan seorang sumber kepadanya.

“Ibunya khawatir hal-hal seperti itu bisa terjadi atau dia bisa menjadi target pemerintah.”


Mantan ratu kecantikan

Emma Coronel adalah seorang mantan ratu kecantikan.

El Chapo telah menikah beberapa kali, seperti yang dia ungkapkan dalam sidangnya di New York, El Capo mengaku jauh dari setia.

Duduk di ruang sidang, Emma Coronel mendengar seorang perempuan bersaksi bagaimana dia dan suaminya melakukan pelarian dramatis dari penggerebekan tengah malam Angkatan Laut Meksiko dari salah satu persembunyiannya.

Setiap menghadiri persidangan suaminya, Coronel selalu tersenyum, mengirim kecupan jauh untuk suaminya.

“Tapi pada kenyataannya mereka menceritakan kepada saya Emma sangat, sangat marah dan sangat terluka,” kata Hernandez.

“Dan ketika persidangan berakhir, dia memutuskan membalas dendam dan cara membalas dendam adalah membuat suaminya melihat hal berharga yang telah hilang dari dirinya.”

Menikah muda

Emma Coronel (31) lahir di San Francisco, tapi besar di daerah pegunungan Durango perbatasan negara bagian Sinaloa yang merupakan wilayah miskin yang dikenal sebagai Segitiga Emas.

Emma dan El Chapo menikah pada 2007 saat Emma berusia 18 tahun. Saat itu El Chapo berusia 50 tahun dan salah satu pengedar narkoba paling kuat di dunia.

Selama bertahun-tahun, satu-satunya potret publik Emma Coronel adalah foto dari tahun 2007, ketika dia dinobatkan sebagai ratu kecantikan festival di Canelas, kota tempat dia dibesarkan. Dia mengenakan mahkota yang sangat besar dan tersenyum menghadap kamera.

Setelah pesta pernikahannya, dia menghilang dari hadapan publik sampai diberitakan kembali pada 2011 saat dia melahirkan putri kembarnya di Los Angeles County. Pada 22 Februari 2014, dia bersama suami dan putri kembar mereka di sebuah resor kepulauan Pasifik di Mazatlan saat El Chapo ditangkap Angkatan Laut Meksiko.

El Chapo dibawa ke penjara berkeamanan tinggi, Altiplano di luar Mexico City, saat kuasa hukumnya memperjuangkan ekstradisinya. Pada 11 Juli 2015, El Chapo kabur melalui sebuah terowongan yang telah digali dari kamar mandinya di dalam sel.

Pada Januari 2016, El Chapo kembali ditangkap Angkatan Laut Meksiko di Los Mochis, Sinaloa. Bulan berikutnya, Emma Coronel diwawancari pertama kali oleh Hernandez, berulang kali mengeluhkan kondisi penjara suaminya.

Kepada Hernandez, Emma mengatakan dia mengetahui suaminya kabur dari penjara Altiplano dari televisi.


Sorotan di pengadilan

Emma Coronel dan gaya busananya menjadi sorotan dalam persidangan El Chapo. Para fotografer saling sikut demi mengabadaikan kedatangan dan kepulangannya dari pengadilan.

Pada satu waktu, dia memakai blazer beludru warna burgundy yang sepadan dengan pakaian yang dipakai El Chapo hari itu. Dia memasuki ruang sidang dengan penuh percaya diri.

Dia memainkan rambutnya saat menunggu sidang dimulai dan ngobrol dengan para wartawan yang duduk di belakangnya. Dia membawa biskuit dan kue kering di dalam tasnya, kadang-kadang menawarkan kue itu kepada para wartawan.

Setiap memasuki ruang sidang, El Chapo selalu tersenyum dan melambaikan tangan kepada istrinya.

Setelah El Chapo divonis, Emma mengunggah sebuah pertanyaan berisi ucapan terima kasih kepada pengacara suaminya, dan ibunya serta kakaknya karena telah merawat anak kembar mereka saat dia menghadiri sidang suaminya.

Dia mengatakan persidangan itu masa sulit. Namanya muncul dalam kesaksian: Damaso Lapez, yang bersaksi dia bertemu beberapa kali dengan Emma Coronel dan putra El Chapo untuk merencanakan pelarian bos narkoba dari penjara Altiplano. Dan dia mengatakan Emma Coronel telah menyampaikan pesan dari suaminya.

Coronel tidak menyesal.

“Yang hanya bisa saya katakan tentang itu adalah bahwa saya tidak perlu malu,” tulisnya.

“Saya tidak sempurna tapi saya menganggap diri saya manusia yang baik dan saya tidak pernah menyakiti siapa pun dengan sengaja.”

Setengah juta pengikut di Instagram

Walaupun Emma Coronel hanya mengunggah lima foto di Instagram-nya (@therealemmacoronel), dia memiliki lebih dari 563.000 pengikut.

Untuk foto terakhirnya, yang diunggah pada Desember lalu, dia berpose memakai gaun pernikahan, salah satu koleksi fesyennya. Dan untuk foto yang dia unggah pada ulang tahunnya di bulan Juli, dia memakai jaket kulit hitam dan bibirnya dipulas lipstik warna merah, dan rambutnya dihiasi sebuah tiara.

“Selamat ulang tahun untukku,” tulisnya.

Baca juga:
Sosok Cantik Istri El Chapo yang Jadi Ratu Narkoba
AS Batalkan Dakwaan Terhadap Eks Menhan Meksiko Terkait Kartel Narkoba
Mantan Menhan Meksiko Ditahan di AS karena Terlibat Kartel Narkoba
AS Dakwa Presiden Venezuela Atas Terorisme Narkoba, Tawarkan Imbalan USD 15 Juta
Potret Anak-Anak Meksiko Berlatih Menembak untuk Hadapi Geng Narkoba
Kisah Keluarga Pablo Escobar Banting Setir dari Bisnis Narkoba ke Smartphone
Inilah 6 Bos Mafia Paling Kejam dan Haus Darah di Luar Amerika Serikat

Polisi Cantik Bersepatu Roda

Aksi Polisi Bersepatu Roda Turunkan Angka Kriminalitas di Pakistan

Merdeka.com 2021-03-02 17:50:00
Pakistan bentuk satuan polisi bersepatu roda. ©REUTERS/Akhtar Soomro

Pakistan baru-baru ini meluncurkan satuan polisi bersepatu roda untuk menekan angka kriminalitas. Unit khusus ini ditugaskan untuk memberantas kejahatan dan pelecehan di kawasan padat penduduk.

Sejauh ini, anggota kepolisian Satuan Keamanan Khusus (SSU) ini beranggotakan 20 orang. Saat beraksi, polisi bersepatu roda ini tampil dengan busana serba hitam.

©REUTERS/Akhtar Soomro

Penggunaan sepatu roda bukan tanpa alasan, petugas dengan sepatu roda dapat lebih mudah mengejar pencuri dengan sepeda motor di kota berpenduduk 20 juta itu. Tanpa berlari, para polisi ini mampu menyusuri gang-gang kecil dengan cepat dan mengejar pelaku tindakan kriminal.

Anggota SSU ini hanya akan membawa pistol bukan senjata berat untuk mengurangi risiko terkena peluru sendiri.

©REUTERS/Akhtar Soomro

Kondisi jalan yang buruk dan tidak rata membuat polisi sepatu roda ini tidak dapat dikerahkan di seluruh wilayah Karachi. Meski begitu, mereka akan dikirim ke tempat-tempat umum dengan insiden pencurian dan pelecehan yang lebih tinggi.

©REUTERS/Akhtar Soomro

Sebelumnya, para anggota kepolisian ini sudah menjalankan pelatihan yang ketat. Petugas kepolisian khusus ini juga sudahuji coba dengan mengamankan turnamen kriket Liga Super Pakistan.

©REUTERS/Akhtar Soomro

Polisi sepatu roda ini mengikuti jejak Eropa dan di tempat lain. Diharapkan polisi ini mulai resmi bulan depan. Kendati demikian, sejak pagi petugas polisi ini diketahui sudah berada di kawasantepi pantai Karachi yang ramai. Pengunjung pun bisa merasa tenang saat berada di sekitar pantai Karachi.

Spiderman Alih Profesi

Ketika Spiderman Jadi Penata Rias di Makassar

Merdeka.com 2021-02-24 10:43:17
Ketika Spiderman jadi penata rias di Makassar. ©2021 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari
Ketika Spiderman Jadi Penata Rias di Makassar
Make Up Artist, Muhammad Akbar Daeng Rani atau Barani memakai kostum Spiderman saat menata riasan seorang calon pengantin di Makassar, Sulawesi Selatan. Penggunaan kostum Spiderman mulanya untuk mencegah penularan Covid-19 karena dapat menutupi seluruh tubuh. Namun, kostum unik itu ternyata juga menarik minat pelanggan.
Ketika Spiderman Jadi Penata Rias di Makassar
Make Up Artist, Muhammad Akbar Daeng Rani atau Barani dengan kostum Spiderman saat menata riasan seorang calon pengantin di Makassar, Sulawesi Selatan. Penggunaan kostum Spiderman mulanya untuk mencegah penularan Covid-19 karena dapat menutupi seluruh tubuh. Namun, kostum unik itu ternyata juga menarik minat pelanggan.
Ketika Spiderman Jadi Penata Rias di Makassar
Barani, yang merintis usaha penata rias sejak 2013, sempat terpukul pada awal-awal pandemi Covid-19. Sejak virus merebak, dia hanya menerima rata-rata tiga pelanggan per bulan.
Ketika Spiderman Jadi Penata Rias di Makassar
Hingga pada akhirnya, cara unik Barani merias dengan kostum Spiderman viral di media sosial. Pelanggannya pun pelan-pelan semakin meningkat.
Ketika Spiderman Jadi Penata Rias di Makassar
"Kini sudah 20-an orderan user, yang awal pandemi hanya tiga user," tutur Barani.
Ketika Spiderman Jadi Penata Rias di Makassar
Barani yang memakai kostum Spiderman berpose dengan pelanggannya.

Tempat Lahir Nabi Ibrahim

Kisah Mesopotamia, Diyakini Sebagai Tanah Kelahiran Nabi Ibrahim

Merdeka.com 2021-03-02 16:20:00
Situs kelahiran Nabi Ibrahim. ©ASAAD NIAZI/AFP

Paus Fransiskus diketahui akan melakukan kunjungan ke Irak pada 5-8 Maret. Dalam kunjungan tersebut Paus berencana mengadakan doa lintas agama di situs Mesopotamia yang diyakini sebagai tempat kelahiran Nabi Ibrahim.

Pasalnya, Nabi Ibrahim dianggap sebagai bapak tiga agama, yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi. Ia merupakan tokoh penting yang dikisahkan dalam Al-Qur'an, Alkitab, dan Tanakh.

©ASAAD NIAZI/AFP

Kompleks yang diperkirakan berusia 4.000 tahun lalu ini terletak di dekat Kota zaman Sumerio Kuno, Ur, Irah. Dahulu, kota Ur dikenal sebagai sebuah pusat komersial yang ramai kapal pedagang.

Pada era 1970 dan 1980-an, kawasan yang berada sekitar 300 km di selatan ibu kota Baghdad ini juga pernah populer di kalangan wisatawan Barat. Namun, peperangan yang berlangsung bertahun-tahun membuat wisatawan menghilang.

©ASAAD NIAZI/AFP

Salah satu kuil Ziggurat Agung di kota kuno Ur. Kuil Ziggurat Ur ini diketahui sudah berdiri sejak 4.000 tahun yang lalu. Sir Leonard Woolley menggali situs tersebut pada 1920-an dan 1930-an.

Piramida berundah inimemiliki tinggi rata-rata 50 meter, terdiri dari lima tingkat dengan kuil utama yang terdapat di puncaknya.

©ASAAD NIAZI/AFP

Pada saat itu Leonard Woolley menggali sekitar 35.000 artefak dari Ur. Ia juga menemukan sisa-sisa pemakaman kerajaan yang diduga berasal dari 2600 SM. Penemuan fantastis ini mampu menyaingi makam Raja Tut di Mesir.

©ASAAD NIAZI/AFP

Pemandangan udara menunjukkan situs yang diyakini sebagai tempat kelahiran Nabi Ibrahim di kota kuno Ur, Provinsi Dhi Qar, Irak. Ziggurat yang menjulang tinggi di atas kota masih mendominasi pemandangan kota Ur hingga saat ini.

Pernah Foto di Sini?

Semburat Matahari Terbit di Gunung Bromo

Merdeka.com 2021-02-24 19:00:00
Semburat Matahari Terbit di Gunung Bromo. ©2021 Merdeka.com/D.N. Marhendri

Jika penat dengan hiruk pikuk kota, berkunjung ke Gunung Bromo adalah tujuan yang tepat. Gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter ini mampu melepaskan stres saat melihat pesona matahari terbit dari arah timur kaki gunung. Sensasi melihat matahari terbit di atas pegunungan pun menjadi momen yang tak akan terlupakan bagi para wisatawan.

©2021 Merdeka.com/D.N. Marhendri

Butuh perjuangan untuk mendapatkan momen sunrise yang cantik. Dari berangkat dini hari saat masih gelap sekitar pukul 03.30 atau 04.00 WIB, melalui jalan yang penuh pasir sampai menaiki 250 anak tangga untuk menuju puncak gunung.

Meski begitu, semua rasa lelah seolah terbayarkan saat melihat detik-detik matahari muncul dari tempat peraduannya. Semburat langit berwarna oranye dengan pemandangan gunung ini sukses memanjakan mata setiap penikmatnya.

©2021 Merdeka.com/D.N. Marhendri

Keelokan Kaldera Tengger juga terlihat dari puncak gunung yang berlokasi di Jawa Timur ini, di antaranya Gunung Bromo, Gunung Watangan, Kursi, dan Gunung Widodaren. Hamparan pegunungan yang gagah membuat kamu tak berhenti takjub atas ciptaan Tuhan.

©2021 Merdeka.com/D.N. Marhendri

Keindahan Gunung Bromo tak berhenti sampai disitu saja. Dari puncak gunung berapi yang masih aktif ini para wisatawan akan melihat kawah Gunung Bromo. Kepulan asap putih yang tebal dan material vulkanik membuat wisata Gunung Bromo terlihat semakin eksotis.

Menariknya, hingga kini masyarakat Suku Tengger mengadakan upacara adat Kasodo pada hari tertentu. Upacara ini melemparkan sesaji di kawah sebagai permohonan panen dan meminta tolak bala bagi masyarakt Suku Tengger.

©2021 Merdeka.com/D.N. Marhendri

Usai melihat matahari terbit, para wisatawan juga mampu merasakan sensasi mengendarai jeep melewati lautan pasir dan jalan berbatu. Dengan merogoh kocek sebesar Rp 500 ribu untuk 6 orang penumpang, para wisatawan akan dimanjakan dengan sejuknya udara padang savana. Jangan lupa untuk berfoto dengan latar belakang padang savana yang ciamik.

Rumah Gedong Dipindah Pakai Truk

Jejak Hindu di Tanah Sumatera

Candi Bahal, Bukti Kemegahan dan Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Merdeka.com 2021-02-23 13:00:00
Candi Bahal, Bukti Kemegahan dan Kejayaan Kerajaan Sriwijaya. ©2021 Merdeka.com/Bisa Munthe

Salah satu bukti kemegahan dan kejayaan Kerajaan Nusantara Sriwijaya terlihat pada candi Bahal. Candi ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-11. Candi ini dikaitkan dengan Kerajaan Pannai, salah satu pelabuhan di pesisir Selat Malaka yang ditaklukkan dan menjadi bagian dari mandala Sriwijaya.Candi ini berkaitan erat dengan perkembangan Agama Hindu di Indonesia.

©2021 Merdeka.com/Bisa Munthe

Candi Bahal atau Candi Portibi ini terletak di Desa Bahal, Kecamatan Padang Bolak, Portibi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatra Utara. Candi Bahal memiliki tiga bangunan kuno yaitu Biaro Bahal I, II dan III. Ketiga candi ini saling berhubungan dan terdiri dalam satu garis yang lurus. Dimana jarak antar ketiga lainnya hanya sekitar 2 kilometer.

©2021 Merdeka.com/Bisa Munthe

Seluruh bangunan di ketiga kompleks candi dibuat dari bata merah, kecuali arcanya yang terbuat dari batu keras. Dengan kerlipan bintang saat malam hari, Candi Bahal yang berada di ketinggian 68 meter di atas permukaan laut ini terlihat megah.

©2021 Merdeka.com/Bisa Munthe

Hingga saat ini, candi ini menjadi objek wisata religi dan sejarah. Saat Hari Raya Waisak, Candi Bahal masih sering digunakan untuk beribadah. Tak hanya itu saja, candi ini juga dimanfaatkan anak-anak setempat untuk bermain karena memiliki hamparan rumput yang luas.

Makan yang Banyak ya..

BKSDA Selamatkan Tiga Ekor Orangutan di Kotawaringin Timur

Merdeka.com 2021-02-02 08:02:00
Anak orangutan bernama Bonbon. ©2019 AFP PHOTO/SONNY TUMBELAKA

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah menyelamatkan tiga ekor orangutan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Minggu (31/1) lalu. Penyelamatan ini dilakukan setelah warga melaporkan adanya orangutan tersebut di kebun karet.

"Total ada tiga ekor. Dua ekor yaitu induk dan anak di Jalan Jenderal Sudirman dan satu ekor orangutan dewasa di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit," kata Komandan Jaga BKSDA Kalimantan Tengah Pos Sampit, Muriansyah di Sampit, Selasa (2/2).

Penyelamatan satwa dilindungi itu, kata dia, dibantu oleh Orangutan Foundation Internasional (OFI) yang datang ke Kotawaringin Timur bersama tim BKSDA Kalimantan Tengah dari Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun.

Keberadaan orangutan di kebun karet warga di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 11 itu dilaporkan warga sejak sepekan lalu. Warga menyebutkan ada tiga ekor orangutan yang terlihat, yakni indukan jantan dan betina, serta seekor anak orangutan.

Muriansyah menjelaskan, sekitar satu pekan tim BKSDA melakukan pemantauan dan terakhir yang terlihat adalah hanya induk betina dan anaknya. Penyelamatan pun dilakukan terhadap dua ekor orangutan tersebut.

Induk orangutan ditangkap dengan cara dibius, sedangkan anaknya digendong. Induk betina itu diperkirakan berusia 20 tahun dengan berat 26 kilogram, sedangkan anak orangutan berjenis kelamin jantan diperkirakan baru berusia 10 bulan dan berat tiga kilogram.

"Lokasi penyelamatan berupa kebun karet. Orangutan merusak dan memakan kulit pohon karet karena kesulitan mendapatkan makanan di habitat aslinya," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Sementara satu ekor orangutan lainnya yang diselamatkan adalah berjenis kelamin jantan berusia sekitar 25 tahun di persawahan Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit. Orangutan ini ditemukan dalam kondisi luka di kepala bagian kiri, diduga akibat senjata tajam.

Petugas mengobati luka di bagian kepala orangutan tersebut dengan menjahitnya sebanyak sembilan jahitan. Petugas juga meminta keterangan warga untuk menelusuri kemungkinan penganiayaan oleh warga terhadap orangutan tersebut.

"Ketiga orangutan itu sudah dibawa ke Pangkalan Bun untuk diobservasi dan disiapkan untuk dilepasliarkan. Kami mengucapkan terima kasih kami kepada warga km 11 Jalan Jenderal Sudirman, serta warga dan perangkat desa Lampuyang yang sudah membantu dan bekerja sama dengan BKSDA Kalteng dalam proses rescue (penyelamatan)," tutup Muriansyah.

Saat Tuhan Tersenyum

Jalan Asia-Afrika, Kawasan Bersejarah dan Pusat Kota Tua di Bandung

Merdeka.com 2021-02-23 17:00:00
Jalan Asia-Afrika, Kawasan Bersejarah dan Pusat Kota Tua di Bandung. ©2021 Merdeka.com/Heri Setiawan

Berkunjung ke Tanah Pasundan tak lengkap tanpa mengunjungi Jalan Asia-Afrika, Bandung. Jalan bersejarah di Kota Kembang ini merupakan spot favorit bagi wisatawan saat berlibur di Kota Bandung. Pasalnya, jalan ini menghadirkan wisata bernuansa tempo dulu yang kental dengan bangunan Art Deco yang klasik.

©2021 Merdeka.com/Heri Setiawan

Jalan Asia-Afrika merupakan ruas protokol tertua di Kota Bandung. Pasalnya, ruas jalan ini dibangun oleh zaman pemerintahan Daendels. Dalam proses pembuatannya, jalan yang membentang dari Anyer sampai Panarukan sepanjang 1.000 km ini telah memakan korban sampai 30.000 jiwa. Tak ayal, jalan ini sarat akan makna sejarah yang dalam.

©2021 Merdeka.com/Heri Setiawan


Sebelumnya, Jalan Asia-Afrika memiliki nama Groote Postweg atau Jalan Raya Pos. Nama itu juga mengikuti fungsi dan keberadaan Gedung Raya Pos atau Kantor Pos Besar dari zaman kolonial. Menjadi salah satu bangunan peninggalan zaman kolonial, fungsi kantor Pos Besar Bandung tak berubah hingga kini.

©2021 Merdeka.com/Heri Setiawan

Jalan Asia-Afrika ini pun disebut sebagai titik 0 (Nol) kilometer, awal pusat perkembangan di kota Paris Van Java ini. Pada waktu itu pemerintahan Bandung yang berada di wilayah Krapyak atau Dayeuh Kolot dipindahkan ke wilayah ini pada 1810. Jalan Asia-Afrika menjadi salah satu kawasan bersejarah dan pusat Kota Tua di Bandung.

©2021 Merdeka.com/Heri Setiawan


Manisnya jalan Asia-Afrika ini juga diabadikan Pemerintah Kota Bandung di dinding tiang beton Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Asia-Afrika. Ungkapan "Bumi Pasundan Lahir Ketika Tuhan Sedang Tersenyum" dari M.A.W. Brouwer ini menjadi spot foto favorit para wisatawan.

Bahaya, Jangan Dibuang Sembarangan!

Satgas Ingatkan RT/RW Jaga Lingkungan dari Bahaya Limbah Medis Masker

Merdeka.com 2021-02-21 20:05:00
Proses Pembakaran Limbah Medis RSCM. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengingatkan kembali bahaya limbah medis. Salah satunya masker. Sebab, limbah medis yang tidak dikelola dengan baik, justru berpotensi menyebabkan penyebaran Covid-19.

Hal itu disampaikan seiring berjalannya pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM) skala mikro.

"Ini yang harus kita sampaikan kepada penyelenggara PPKM skala mikro. Kita mendukung pelacakan kontak, isolasi, posko desa, tapi jangan mengabaikan tata kelola limbah keluarga, limbah medis, limbah masker, yang terjadi akibat program tersebut," kata Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting dalam acara diskusi di Jakarta. Seperti dilansir Antara, Minggu (21/2).

Dia menuturkan, selama PPKM limbah medis seperti masker sekali pakai yang berpotensi mengandung virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 kemungkinan meningkat. Jika tidak ditangani dengan baik, limbah medis tersebut bisa menjadi sumber penularan virus.

Alexander meminta pelaksana PPKM skala mikro seperti pemerintah desa serta pengurus lingkungan RT dan RW, memberikan perhatian khusus pada pengelolaan limbah medis di wilayahnya.

"Posko desa, posko kelurahan, ini akan menjadi salah satu instrumen agar limbah-limbah yang ada di desa jangan mencemari desa, jangan menjadi sumber infeksi," katanya.

Satuan Tugas sudah membantu penanganan limbah medis di rumah sakit di beberapa daerah dengan kasus Covid-19 tinggi yang tidak memiliki sistem pengolahan limbah berbasis kewilayahan.

Satuan Tugas juga memberikan bantuan biaya operasional pengolahan limbah medis ke rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 dan mendukung peningkatan kapasitas pengolahan limbah medis di fasilitas pelayanan kesehatan.

Serangan Jutaan Belalang

Serangan Jutaan Hama Belalang Gurun

Merdeka.com 2021-02-23 06:17:00
Hama belalang gurun di Kenya. ©2021 REUTERS/Baz Ratner
Serangan Jutaan Hama Belalang Gurun
Seorang pria mengendarai sepeda motor saat melewati jutaan ekor belalang gurun dekat Kota Rumuruti di Kenya.
Serangan Jutaan Hama Belalang Gurun
Kenya sedang berjuang melawan wabah belalang gurun terburuk dalam beberapa dekade.
Serangan Jutaan Hama Belalang Gurun
Seorang pria mencoba mengusir segerombolan belalang gurun di Naiperere. Perubahan iklim telah menciptakan kondisi ideal untuk perkembangbiakan jumlah belalang yang telah mencapai jutaan ekor.
Serangan Jutaan Hama Belalang Gurun
Jumlah tersebut telah menghancurkan lahan pertanian warga di seluruh Afrika Timur.
Serangan Jutaan Hama Belalang Gurun
Namun sebuah perusahaan pertanian yang baru didirikan di Kenya, The Bug Picture tengah melakukan terobosan untuk menangani hama belalang tersebut menjadi pakan ternak.
Serangan Jutaan Hama Belalang Gurun
Seorang pria membawa karung berisi belalang gurun yang baru ditangkapnya dekat kota Rumuruti. Perusahaan pertanian tersebut bekerja sama dengan masyarakat Laikipia, Isiolo dan Samburu di Kenya untuk menangkap belalang gurun.
Serangan Jutaan Hama Belalang Gurun
Hasil tangkapannya kemudian diolah menjadi pakan ternak yang kaya protein dan pupuk organik untuk pertanian setelah melalui pengujian di laboratorium.
Serangan Jutaan Hama Belalang Gurun
Cara pengolahannya pun cukup sederhana dengan cara digiling menggunakan drum yang sudah dimodifikasi untuk mematikan serangga tersebut.
Serangan Jutaan Hama Belalang Gurun
Sebuah foto yang diambil pada 31 Januari 2021 lalu memperlihatkan segerombolan belalang gurun terbang di dekat kota Rumuruti, Kenya.
Serangan Jutaan Hama Belalang Gurun
Seorang anak mencoba mengusir segerombolan belalang gurun di Naiperere, dekat kota Rumuruti.

Jebolnya Tanggul Citarum

Jokowi Targetkan Tanggul Citarum yang Jebol Selesai dalam 2 Hari

Merdeka.com 2021-02-24 15:51:59
Jokowi Tinjau Lumbung Padi di Sumba. ©Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau tanggul sungai Citarum yang jebol di Kampung Babakan Banten, Sumber Urip, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/2). Jokowi pun menargetkan tanggul tersebut akan rampung pada dua hari ke depan sehingga bisa berjalan normal kembali.

“Insya Allah maksimal dua hari sudah harus selesai tanggulnya. Sehingga bisa bersih dan normal kembali," kata Jokowi usai meninjau tanggul sungai Citarum, Rabu (24/2).

Sementara itu, Jokowi menjelaskan, rumah warga yang terkena dampak akan diselesaikan. Sehingga memiliki tempat tinggal kembali.

"Terkena dampak tadi sudah kita, di sini ada 30 juga perumahannya akan segera diselesaikan dalam waktu yang secepatnya," ungkapnya.

Diketahui, tanggul Sungai Citarum di Kampung Babakan Banten, Sumber Urip, Pebayuran, Kabupaten Bekasi jebol pada Sabtu (20/2) malam, karena tak mampu menampung debit air yang tinggi. Diperkirakan ada sekitar 10.000 kepala keluarga dari empat desa yang terdampak banjir.