Volume 8

Daftar Harga Mobil Baru Turun

Daftar Mobil yang Dapat Diskon Pajak 100 Persen, Merek Toyota Terbanyak

Merdeka.com 2021-03-01 14:05:24
New Toyota Yaris 2020. ©2020 Merdeka.com

Keputusan Menteri Perindustrian No 169 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor dengan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah ditanggung oleh Pemerintah pada Tahun Anggaran 2021 efektif berlaku hari ini (1/3).

Kepmenperin No 169/2021 ini juga menyebutkan terdapat 115 jenis komponen yang bisa masuk dalam perhitungan kandungan lokal. Selain itu, total ada 21 tipe mobil yang bisa memanfaatkan diskon PPnBM 100 persen per 1 Maret hingga Mei 2021 tersebut.

Ke-21 varian kendaraan tersebut diproduksi oleh enam perusahaan. Berdasarkan lampiran Kepmenperin No 169/2021 tersebut, inilah 21 mobil dan 6 pabrikan yang dapat diskon pajak 100 persen mulai hari ini:

1. Toyota Yaris; PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, kandungan lokal 74,4 persen
2. Toyota Vios; 74,4 persen
3. Toyota Sienta; 72,9 persen
4. Daihatsu Xenia; PT Astra Daihatsu Motor; 79,2 persen
5. Toyota Avanza; PT Astra Daihatsu Motor; 78,9 persen
6. Daihatsu Grand Max Minibus; 77,1 persen
7. Daihatsu Luxio; 70,4 persen
8. Daihatsu Terios; 75,2 persen
9. Toyota Rush; PT Astra Daihatsu Motor; 74,8 persen
10. Toyota Raize; PT Astra Daihatsu Motor; 70 persen
11. Daihatsu Rocky; 70 persen
12. Mitsubishi Xpander; PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia; 80 persen
13. Mitsubishi Xpander Cross; 80 persen
14. Nissan Livina; PT T Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia; 80 persen
15. Honda Brio RS; PT Honda Prospect Motor; 78 persen
16. Honda Mobilio; 75 persen
17. Honda BR-V; 76 persen
18. Honda HR-V; 70 persen
19. Suzuki Ertiga; PT Suzuki Motor Indonesia; 70,5 persen
20. Suzuki XL7; 71,5 persen
21. Wuling Confero; PT SGMW Motor Indonesia; 70,5 persen

Mirip Bule Meksiko

Potret Pevita Pearce Tampil Bare Face, Cantik Banget Disebut Kayak Bule Meksiko

Merdeka.com 2021-02-28 13:04:39
Potret Pevita Pearce Tampil Bare Face, Cantik Banget Disebut Kayak Bule Meksiko. Instagram @pevpearce ©2021 Merdeka.com
Potret Pevita Pearce Tampil Bare Face, Cantik Banget Disebut Kayak Bule Meksiko
Ini dia potret terbaru Pevita Pearce yang sukses mencuri perhatian. Banyak sekali yang memuji kecantikannya.
Potret Pevita Pearce Tampil Bare Face, Cantik Banget Disebut Kayak Bule Meksiko
Saking cantiknya tanpa riasan wajah, adik dari Keenan Pearce ini disebut seperti bule Meksiko loh.
Potret Pevita Pearce Tampil Bare Face, Cantik Banget Disebut Kayak Bule Meksiko
"Bule Mexico!," kata @almerio_lopes.
Potret Pevita Pearce Tampil Bare Face, Cantik Banget Disebut Kayak Bule Meksiko
Pevita nampaknya kini tengah menikmati liburan. Namun, tak diketahui ia tengah menikmati liburan di mana dan bersama siapa.
Potret Pevita Pearce Tampil Bare Face, Cantik Banget Disebut Kayak Bule Meksiko
Dari sederet potretnya itu, Pevita mendapat banyak sekali pujian dari netizen. Mayoritas menyebutnya cantik dan tetap memesona meski tanpa make-up.

Melawan Militer

Kisah Biarawati Myanmar Berlutut Depan Polisi, "Hari Itu Saya Memutuskan untuk Mati"

Merdeka.com 2021-03-07 19:27:01
biarawati myanmar adang polisi saat unjuk rasa. ©Twitter @CardinalMaungBo

Hari itu, 28 Februari 2020, sebuah tembakan terdengar setelah seorang biarawati berjalan menuju para pasukan keamanan dengan perisai dan alat pelindung lainnya. Tak lama, dia berlutut di hadapan para polisi tersebut.

Dia memohon agar polisi berhenti menembak para demonstran, yang telah berhari-hari turun ke jalan, menentang kudeta militer Myanmar. Sembari berurai air mata dia memohon agar polisi berhenti menggunakan kekerasan.

Gambar biarawati yang diketahui bernama Ann Roza Nu Tawng (45) itu viral di media sosial. Gambar pertama kali dibagikan Uskup Agung Katolik Roma, Kardinal Charles Maung Bo asal Yangon melalui akun Twitternya.

Aksi berani Suster Ann berlangsung di Myitkyina, Negara Bagian Kachin, memohon kepada polisi dan anggota militer agar tak menembak.

Kepada Sky News dia mengatakan, saat itu dia pikir dia akan mati. Tapi dia memang telah bersiap mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan yang lain.

“Pada hari Minggu, saya berada di klinik. Saya memberi perawatan hari itu karena klinik lain tutup. Saya melihat sekelompok orang berjalan. Mereka berunjuk rasa,” ceritanya, dikutip dari Sky News, Minggu (7/3).

“Tiba-tiba saya lihat polisi, militer, dan meriam air menyusul para pengunjuk rasa. Kemudian mereka mengeluarkan tembakan dan mulai memukul para pengunjuk rasa. Saya terkejut dan saya pikir hari ini adalah hari saya akan mati. Saya memutuskan untuk mati,” lanjutnya.
“Saya meminta dan memohon pada mereka agar tak melakukannya dan saya bilang ke mereka para pengunjuk rasa tak melakukan kejahatan apapun.”

Saat itu, Ann mengatakan dia menangis seperti orang gila.

“Saya seperti induk ayam yang melindungi anak-anaknya.”


Saya tidak takut

Dia kemudian berlari menuju aparat yang sedang memukuli para demonstran, di depan klinik. Dia merasa saat itu seperti perang.

“Saya pikir lebih baik saya yang mati daripada banyak orang,” kisahnya.

Dia pun menangis dengan keras. Dia bertujuan membantu orang-orang agar bisa melarikan diri dan bebas berunjuk rasa serta menghentikan pasukan keamanan. Suster Ann juga meminta aparat berhenti menangkap orang-orang.

“Saya memohon pada mereka. Saat itu saya tidak takut.”

“Jika saya takut dan lari, orang-orang akan berada dalam bahaya. Saya tidak takut sama sekali. Saya memikirkan gadis dari Naypyitaw itu dan satu orang lagi dari Mandalay.”

“Saya memikirkan jiwa-jiwa yang telah gugur dari negara ini. Saya khawatir apa yang akan terjadi terhadap warga Myitkyina.”

Ketika pasukan keamanan sampai di bawah pohon beringin, Suster Ann berseru kepada mereka dan mengatakan: “Tolong bunuh saya. Saya tidak ingin melihat orang-orang dibunuh.”

“Saya menangis dengan keras dan mereka berhenti sejenak,” ujarnya.

Salah seorang anggota mendatanginya dan mengatakan: “Saudara, jangan terlalu khawatir, kami tak akan menembak mereka.”

Ann kemudian mengatakan kepada anggota tersebut: “Mereka juga bisa dibunuh dengan senjata lain. Jangan tembak mereka. Mereka hanya pengunjuk rasa.”

Dia tak yakin aparat tak akan menembak para demonstran, karena di tempat lain dia melihat aparat menembak mati orang-orang.


Bukan pelindung rakyat

Dia kemudian membawa seorang pengunjuk rasa ke klinik dan mengobatinya. Polisi hampir menangkap seorang pengunjuk rasa saat dia terjatuh.

“Saya menghentikan polisi itu dan meminta mereka jangan melanjutkan. Itulah mengapa mereka tidak melakukannya. Jika tidak, mereka akan menangkap dan menyeretnya dari sana.”

“Saya merasa mereka (militer) bukanlah pelindung rakyat seperti apa yang telah Anda saksikan apa yang terjadi terhadap rakyat. Rakyat tidak aman dan ada penangkapan brutal.”

Dia mengaku sedih melihat video yang menunjukkan seorang ibu menangis di dekat jasad anaknya yang masih muda. Dia juga melihat sebuah ambulans dirusak dan petugas medis dipukul dengan senjata.

“Mereka seharusnya melindungi kami tapi rakyat kami harus menyelamatkan diri sendiri. Ini tidak aman. Mereka (pasukan keamanan) menangkap dan memukul orang-orang yang mereka tidak sukai. Mereka membunuhnya.”

“Tak ada yang melindungi rakyat Myanmar. Orang-orang harus menyelamatkan diri sendiri dan saling menolong.”

 

Baca juga:
Delapan Polisi Myanmar Tolak Perintah Atasan, Kabur ke India Minta Perlindungan
Aparat Myanmar Bongkar Makam Kyal Sin “Everything Will Be OK” & Autopsi Jasadnya
Demonstran Myanmar Bentangkan Jemuran Kain untuk Lindungi Diri dari Aparat
Aksi Polisi Myanmar Pukuli Pengunjuk Rasa Antikudeta
Revolusi Bergolak di Myanmar dan Kaum Perempuan Berada di Garis Paling Depan
CEK FAKTA: Hoaks Pasukan Keamanan PBB dan AS Siap Perang Melawan Militer Myanmar
Tentara & Polisi Myanmar Ancam Demonstran Lewat TikTok, "Saya Akan Tembak Siapa Saja"

Meneruskan Jejak Ayah

Putra Presiden RI Resmi Jadi Wali Kota Solo

Merdeka.com 2021-02-26 09:22:24
Gibran Dilantik Jadi Wali Kota Solo. ©2021 Merdeka.com

Tepat pukul 8.38 WIB, putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, resmi dilantik menjadi Wali Kota Solo oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Pengambilan sumpah jabatan yang dilakukan bersama 16 kepala daerah di kabupaten/kota lainnya itu dilaksanakan secara virtual dari kantor gubernur di Semarang.

Gibran dan Teguh Prakosa, sebagai wakilnya, berada di gedung DPRD Kota Solo. Mereka didampingi istri masing-masing. Yakni Selvi Ananda dan Serlly Yusnita.

"Hari ini saya lantik saudara saudari sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah yang nama-namanya tercantum dalam keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 131.33/280 tahun 2021 tanggal 22 Februari 2021," ujar Ganjar.

Seusai pelantikan wali kota dan wakil wali kota serta bupati dan wakil bupati, dilanjutkan dengan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda. Untuk Kota Solo, istri Gibran, Selvi Ananda yang mengemban tugas tersebut.

Gibran didampingi Selvi Ananda bersama Teguh Prakosa dan istrinya tiba di Gedung Graha Paripurna DPRD Solo sekitar pukul 7.30 WIB. Wali Kota Solo itu tampak gagah mengenakan seragam PDU. Sementara Selvi anggun mengenakan kebaya merah.

Selain Kota Solo, 5 pasang kepala daerah lainnya di Solo Raya juga ikut dilantik, yakni: Bupati Wonogiri, Klaten, Boyolali, Sukoharjo dan Sragen.

Kenakalan Ariel Noah

Nakal di Masa Kecil, Ariel Noah Bongkar Isi Rapot Disebut Sering Menyiksa Anak Orang

Merdeka.com 2021-02-24 09:28:29
Ariel Noah. ©2021 Merdeka.com/Youtube Sule Channel

Siapa sangka, Nazril Irham atau lebih dikenal dengan nama Ariel Noah dulunya merupakan anak yang nakal. Saat masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak, mantan kekasih Sophia Latjuba itu suka menyiksa teman-temannya.

Hal tersebut sampai membuat rapot sekolah Ariel diberi pesan oleh sang guru mengenai perkelahiannya dan diketahui oleh orangtua Ariel. Namun, sebuah kejadian membuat lelaki penuh kharisma itu memutuskan untuk tak mau berkelahi lagi.

Itu semua diceritakan Ariel dalam video di saluran YouTube Sule Channel dengan tajuk 'Hanya di Sulpod Ariel Noah Lucu!?' yang tayang pada 22 Februari 2021 lalu. Ariel menjadi bintang tamu di acara podcast milik Sule.


Anak Nakal

Sule penasaran dengan masa kecil seorang Ariel Noah. Dengan santai, Ariel mengatakan bahwa dirinya merupakan anak nakal yang dikenal suka menyiksa anak-anak lainnya.

"Nakal, gimana ya. Nakalnya tuh gimana ya," kata Ariel sembari mengingat masa kecilnya.

©2021 Merdeka.com/Youtube Sule Channel


Suka Menyiksa

Ariel kemudian mengatakan jika dulu dirinya suka menyiksa temannya. Soalnya, Ariel memiliki tubuh yang gendut dulu. Bukan hanya itu, Ariel memiliki alasan mengapa kerap menyiksa anak-anak lainnya.

"Masih inget gini. Di TK itu masih ada rapotnya sampai sekarang buat orangtua, 'Anak ibu suka menyiksa anak lainnya'," kata Ariel.

"Gak kebayang saya seorang Ariel yang ganteng menyiksa temannya," kata Sule.

"Jadi waktu kecil agak gendut kan, mungkin kebanyakan nonton film. Dulu kan suka berantem-berantem," imbuhnya.


Ini Alasannya

Lebih lanjut Ariel bercerita bahwa dulu semasa menetap di Aceh, ia memiliki seorang teman dekat yang memang suka berantem. Ia menganggapnya itu menjadi momen olahraga bersama.

"Nah ini yang jadi agak beda. Jadi kaget pas pindah ke Bandung. Pas di Aceh sering (berantem), terus punya temen satu spesialis buat berantem. Jadi bisa gini, 'Eh nanti sore ketemu di lapangan berantem ya'," jelasnya.

"Memang kebanyakan nonton jadi suka berantem dan beneran. Kita sih menganggapnya itu kayak olahraga aja," sambungnya.

Baca juga:
Blak-blakan, Ariel Noah Ungkap Alasan Masih Betah Sendiri
Dikenal Cowok Berkarisma, Siapa Sangka Ariel Dulu Kejam Pernah Menyiksa Teman
Saat Pindah Ke Bandung Ariel Noah Pernah Dikeroyok Oleh 5 Orang Preman
Bilang Ariel Goyang di Dalam Kamar Wow, Ucapan Maia Estianty Dianggap Menyebalkan
Jalani Vaksinasi Tahap II, Ini yang Dirasakan Ariel Noah dan Risa Saraswati

Uji Nyali di Rora Donggo

Menguji Nyali di Air Terjun 'Pipa Bocor' Rora Donggo Bima

Merdeka.com 2021-03-01 15:10:00
Menguji Nyali di Air Terjun Pipa Bocor Rora Donggo Bima. ©2021 Merdeka.com

Kabupaten yang berada di Pulau Sumbawa di bagian timur, Bima menyimpan pesona alam yang menakjubkan. Selain Gunung Tambora, Bima memiliki keindahan alam yang menarik dan tak boleh dilewati begitu saja.

Salah satunya Air Terjun Pipa Bocor. Belakangan ini air terjun yang berada di Desa Rora Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima ini digandrungi para pelancong berkat pesonanya.

©2021 Merdeka.com/Nanang Putra

Air terjun bertingkat ini mempunyai ketinggian mencapai 10 meter untuk lantai atas. Sedangkan untuk yang kedua ketinggian air mencapai 20 meter dengan kedalaman kubangan air mencapai 10 meter.

Tak sembarang air terjun yang hanya bisa dinikmati dari bawah saja, dengan mendaki sedikit kamu bisa merasakan kesegaran air yang mengalir dari atas ketinggian. Batu-batuan di sekitar air terjun ini membuat suasana lebih asri.

©2021 Merdeka.com/Nanang Putra

Tentu saja, butuh perjuangan untuk menikmati air terjun yang eksotis dan aduhai ini. Dari bandara Sultan M Hasanudin membutuhkan waktu yang lama, sekitar 50-60 menit perjalanan.

Setelah itu, kamu perlu menyusuri jalan setapak dengan medan yang cukup menguji nyali. Pepohonan yang rindang juga membuat semakin asri. Jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk kota membuat liburan semakin asyik.

©2021 Merdeka.com/Nanang Putra

Pemandangan dari bawah Air Terjun Rora, Donggo, Bima. Saat melihat gemericik air yang jatuh dari ketinggian, kamu tak tahan untuk bermain di sana.

Meskipun untuk mengaksesnya cukup sulit, dijamin kamu tidak akan menyesal mengunjungi air terjun ini. Cukup membayar Rp 5 ribu, kamu bisa menikmati keelokan air terjun ini.

©2021 Merdeka.com/Nanang Putra

Menurut ketua Pokdarwis Doro Mbuha, Kabul Khan disebut Air Terjun Pipa Bocor karena dulu di atas air terjun terdapat pipa sumber mata air warga Rora yang mengalir.

Namun, pipa ini sering bocor karena banjir dan alasan lainnya. Kini, warga tak lagi mengambil air di pipa sebelah air terjun ini. Namun, berpindah di dekat jalan raya.

Hilangnya Senyum Puteri Jenderal

Aung San Suu Kyi Muncul Pertama Kali di Pengadilan Myanmar Sejak Kudeta 1 Februari

Merdeka.com 2021-03-02 09:04:00
aung san suu kyi. ©Reuters

Pemimpin sipil Myanmar yang digulingkan, Aung San Suu Kyi hadir di pengadilan pada Senin (1/3) melalui jaringan video, dilihat pertama kali oleh pengacaranya sejak kudeta militer sebulan lalu yang telah memicu unjuk rasa masif di berbagai kota dan daerah di negara tersebut.

Kemunculan Suu Kyi untuk pertama kali ini bertepatan saat para pengunjuk rasa kembali turun ke jalan-jalan di seluruh Myanmar, kendati kekerasan dari pasukan keamanan junta pada Minggu menjadi unjuk rasa paling mematikan sejak kudeta 1 Februari.

Pada Minggu, sedikitnya 18 orang tewas saat tentara dan polisi menembakkan peluru tajam ke para pengunjuk rasa di seluruh Myanmar, menurut PBB.

Pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw kepada AFP mengatakan kliennya yang berusia 75 tahun itu tampak sehat saat hadir dalam persidangan.

Dakwaan tambahan dari hukum pidata era kolonial, yang melarang menerbitkan informasi yang bisa menyebabkan ketakutan atau kewaspadaan, diajukan terhadap Suu Kyi selama persidangan. Demikian disampaikan pengacara Min Min Soe, dilansir Channel News Asia, Senin (1/3).

Dia menambahkan, Suu Kyi meminta untuk bertemu tim kuasa hukumnya selama persidangan melalui konferensi video tersebut.

Min Min Soe mengatakan persidangan selanjutnya dijadwalkan pada 15 Maret.

Aung San Suu Kyi ditangkap di ibu kota negara, Naypyidaw, dalam serangan fajar pada hari berlangsungnya kudeta dan belum pernah muncul di hadapan publik sejak saat itu. Dia dilaporkan ditahan dalam tahanan rumah di Naypyidaw.

Militer mendakwa Suu Kyi dengan dua dakwaan yaitu kepemilikan ilegal radio komunikasi atau walkie talkie impor dan melanggar UU kebencanaan karena menggelar kampanye selama pandemi. Persidangan Senin merupakan sidang pendahuluan dalam kasus ini.

Mungkinkah Manusia Tinggal di Sini?

Ini yang Akan Terjadi Jika Umat Manusia Pindah ke Mars

Merdeka.com 2020-08-31 21:00:00
Planet Mars. ©2015 NASA

Salah satu impian para astronom dan banyak ilmuwan adalah memindahkan umat manusia ke luar Bumi, yakni ke Mars.

Elon Musk sampai Jeff Bezos bahkan fokus membuat kapal luar angkasa khusus untuk mengangkut manusia dari Bumi. Bahkan ilmuwan terkenal Stephen Hawking juga sempat menyarankan manusia pergi dari Bumi sebelum planet ini hancur.

Tapi, kalau seluruh manusia pindah ke Mars, apa bakal sama keadaannya dengan di Bumi?

Bagaimana kehidupan mulai dari gravitasi, kekuatan fisik hingga ketahanan generasi dari kondisi planet Mars? Pertanyaan ini muncul di benak Scott Solomon, profesor dari Rice University di Houston, Amerika Serikat.

Old But Gold

Taman Baca Tertua di Kota Bandung, Berusia 54 Tahun

Merdeka.com 2021-03-02 11:10:00
Taman Baca Tertua di Kota Bandung. ©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Saat mentari mulai muncul, penjaga Taman Baca Hendra bernama Iding Hidayat menunggu pengunjung datang. Setiap paginya, pria 71 tahun ini tak lupa merekap buku yang baru dikembalikan pengunjung.

Memiliki koleksi sekitar 70 ribu buku, pria lanjut usia ini selalu mengingat-ingat kembali letak buku di setiap sudut taman baca dalam benaknya.

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Sambil menunggu pengunjung, setiap harinya Iding bersantai membaca buku di taman baca yang terletak di Jln. Sabang No. 28, Kota Bandung ini. Berdiri sejak 1967, Taman Baca Hendra berusia 54 tahun.

Taman baca ini pun menjadi taman baca tertua yang masih bertahan di Kota Kembang. Sebelumnya, taman baca ini dikelola oleh Juliana Huwae (80). Namun, kini dikelola oleh generasi kedua, Atie Hendra (51).

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Kebanyakan buku-buku yang disewakan adalah buku bergenre hiburan, seperti novel, majalah dan komik. Namun, ada juga buku-buku sastra lawas seperti buku karya Marah Rusli dengan judul Siti Nurbaya cetakan kesebelas tahun 1965.

Buku R. A. Kosasih dengan judul BharataYudha cetakan ketiga tahun 1979, dan buku karya N. ST. Iskandar dengan judul Salah Pilih cetakan kesembilan tahun 1982.

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Perkembangan teknologi memang mempermudah akses orang untuk mencari berbagai macam informasi. Namun, dibalik semua itu minat baca masyarakat pun berkurang.

Terbukti, jumlah keanggotaan taman baca yang dulu mencapai 7 ribu orang, kini hampir setengahnya hilang. Atie mengalami masa transisi menghadapi perkembangan era teknologi sejak 2013 lalu.

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Meski begitu, taman baca ini tak gentar. Bangunan ini tetap kokoh bertahan di tengah perkembangan teknologi. Dari masa ke masa, Taman Baca Hendra tetap memiliki magnet kuat untuk menarik pengunjung berkat kelengkapan koleksinya.

Para pengunjung cukup membayar sewa berkisar Rp2.000 hingga Rp25.000 per minggu. Buku-buku lawas ini pun siap dinikmati bagi para pencintanya.

 

VIDEO: Bertahan Dihantam Pandemi

Merdeka.com 2021-03-02 07:00:00

Video ini merupakan pengingat bahwa perlawanan menghadapi pandemi Covid-19 bukan perkara mudah. Usianya sudah setahun di Indonesia.

Corona bukan untuk disepelekan. Sudah banyak korban jiwa berjatuhan. Kini kita semua dipaksa beradaptasi. Diminta selalu waspada untuk saling menjaga.

Surga Tersembunyi

Surga Tersembunyi di Pantai Kelingking Nusa Penida Bali

Merdeka.com 2021-03-02 14:00:00
Pantai Kelingking Nusa Penida. ©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Pulau kecil yang berada di dekat Pulau Bali, Nusa Penida menyimpan keindahan alam yang menakjubkan. Salah satunya adalah Pantai Kelingking atau yang lebih dikenal Kelingking Beach.

Seperti namanya, pantai yang terletak di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali ini bentuknya menyerupai jari kelingking. Pantai ini terletak di sebuah tebing dengan bukit memanjang yang mengarah ke lautan lepas, bak jari kelingking manusia.

©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Pemandangan eksotis dari atas tebing Karang Dawa. Bak surga tersembunyi, sepanjang tebing ini terlihat tanaman hijau yang ada di batuan. Pemandangan ujung tebing ini langsung mengarah ke hamparan lautan biru dan pantai pasir berwarna putih.

Selain disebut kelingking beach, panorama ini disebut menyerupai hewan purba Tyrannosaurus Rex (T-Rex). Jika diamati lebih seksama, ujung tebing ini terlihat seperti kepala T-Rex. Pemandangan yang menakjubkan ini menjadi secret point yang wajib dikunjungi bagi para pelancong.

©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Butuh perjuangan untuk menikmati pemandangan yang elok ini. Kamu harus mendaki jalan setapak kecil yang cukup terjal kurang lebih selama 1-1,5 jam. Wajib berhati-hati, tebing ini memiliki tingkat kemiringan 70-80 derajat.

Pegangan jalan ini juga masih berupa kayu yang diikat dengan tali. Para wisatawan harus rela bergantian untuk menyusuri jalan setapak ini.

©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Meski begitu, rasa lelah seolah terbayar saat melihat pemandangan yang memanjakan mata setiap pengunjungnya. Tak hanya itu saja, pengunjung juga bisa menguji adrenalin dengan menyelam bersama ikan Manta.

Kamu pun bisa menikmati keindahan bawah laut sambil berenang bersama ikan pari terbesar di dunia ini. Dijamin, liburan kamu di Pantai Kelingking menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan.

©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Hamparan pasir putih dengan lebar sekitar 80 meter ini membuat pantai Kelingking Beach Nusa Penida semakin cantik. Panorama yang memesona dari tebing, pasir putih dan gua kapur ini belum tentu kamu jumpai di tempat wisata lain.

Tak heran, para wisatawan yang datang seolah susah beranjak dari Pantai Kelingking, Nusa Penida ini.

Pengobatan Ekstrem, Mujarabkah?

Melihat Budidaya Lintah Rawa untuk Pengobatan

Merdeka.com 2021-03-01 19:20:06
Budidaya lintah buat pengobatan. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
Melihat Budidaya Lintah Rawa untuk Pengobatan
Seorang pasien saat menerima pengobatan alternatif menggunakan lintah di Bedahan, Depok, Jawa Barat, Senin (1/3/2021).
Melihat Budidaya Lintah Rawa untuk Pengobatan
Terapi menggunakan lintah rawa (Hirudinaria Manillensis) ini merupakan teknik pengobatan mutahir yang adopsi dari zaman kuno.
Melihat Budidaya Lintah Rawa untuk Pengobatan
Lintah rawa merupakan salah satu spesies lintah yang memiliki manfaat untuk mengobati radang sendi, penyakit pembuluh darah, penyakit jantung, diabetes, kolesterol dan hipertensi.
Melihat Budidaya Lintah Rawa untuk Pengobatan
Peternak saat memanen lintah rawa (Hirudinaria Manillensis). Dalam sebulan peternak mampu meraih rata-rata pendapatan Rp20 juta per bulan.
Melihat Budidaya Lintah Rawa untuk Pengobatan
Seorang pasien saat menerima pengobatan alternatif menggunakan lintah.
Melihat Budidaya Lintah Rawa untuk Pengobatan
Seorang pasien saat menerima pengobatan alternatif menggunakan lintah.
Melihat Budidaya Lintah Rawa untuk Pengobatan
Peternak saat menyiapkan lintah untuk pengobatan seorang pasien.
Melihat Budidaya Lintah Rawa untuk Pengobatan
Seorang pasien saat menerima pengobatan alternatif menggunakan lintah.