Volume 9

Mengapa Moeldoko Melawan SBY?

Moeldoko dan SBY: Cium Tangan Dulu, Kudeta Kemudian

Merdeka.com 2021-03-09 10:14:45
Moeldoko Cium Tangan SBY. ©2021 Merdeka.com

Moeldoko mencium tangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu masih menjabat Presiden. Mengenakan batik abu-abu, Moeldoko membungkuk dan mencium tangan kanan SBY. Wajahnya semringah, senyumnya lebar. SBY yang memakai kemeja kotak-kotak ikut memberikan senyumnya.

Peristiwa itu terekam lensa kamera fotografer kepresidenan. Foto yang disebut-sebut diambil 6 September 2014 di Istana Bogor pukul 21.09 WIB dibagikan akun twitter @baor23. Staf Pribadi SBY, Ossy Dermawan mengatakan, momen itu terjadi saat Moeldoko selaku Panglima TNI melaksanakan laporan rutin ke Presiden. "Detailnya harus kita lihat di berkas," kata Ossy kepada merdeka.com, semalam.

Foto momentum itu kembali menjadi bahan perbincangan hangat di jagat media sosial. Setidaknya beberapa hari terakhir. Setelah Moeldoko tampil mengenakan jaket Partai Demokrat dan hadir dalam Kongres Luar Biasa di Deli Serdang, Sumatera Utara, akhir pekan lalu.

Pengukuhan Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dalam KLB itu membuat panas keluarga Cikeas. SBY turun gunung usai mengetahui nama mantan anak buahnya ada dalam pusaran perebutan kursi ketua umum Demokrat dari putra pertamanya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pada hari KLB diselenggarakan, Jumat (5/3), SBY kembali tampil ke hadapan publik. Dia menggelar jumpa pers di Cikeas, Bogor. Raut wajahnya serius. Meluapkan kekesalan dan kekecewaan. Tak terima melihat partai yang dibesarkan diobok-obok mantan bawahannya dan sekelompok kader pecatan.

Presiden ke-6 RI menyebut hari itu sebagai 'Hari Berkabung' untuk Demokrat dan demokrasi. SBY juga menyebut Moeldoko memalukan prajurit TNI yang seharusnya berjiwa ksatria. Terlontar ungkapan penyesalan pernah memberikan tongkat Panglima TNI kepada Moeldoko.

Karir moncer peraih Adhi Makayasa Akademi ABRI (Akabri) itu tak lepas dari peran SBY. SBY yang memilih Moeldoko sebagai Kasad dan Panglima TNI. Moeldoko mengalahkan Letjen (Purn) M Munir, lulusan Akmil 1983. Padahal, Munir memiliki kedekatan pribadi dengan SBY. Munir pernah menjadi ajudan presiden periode 2004-2009. Namun, SBY jatuh hati pada Moeldoko.

Kini kemesraan itu berubah jadi prahara. Moeldoko ada di dalam barisan yang menabuh genderang 'perang' melawan Demokrat dan SBY.

Rencana pengambilalihan Partai Demokrat pertama kali dibongkar oleh sang ketua umum AHY sebulan lalu. AHY menyebut keterlibatan pejabat di lingkaran Istana, dalam konflik internal partainya. Nama Moeldoko muncul. Tapi tidak keluar dari pernyataan AHY.

Moeldoko bereaksi. Dia membantah tak terlibat dalam gerakan melengserkan kepemimpinan Demokrat yang sah. Dia balik memperingatkan AHY agar tidak mengaitkan masalah ini ke Presiden Jokowi. Penyebabnya, AHY mengirim surat ke Jokowi untuk mengadukan ulah Moeldoko itu.

Moeldoko pasang badan. Menyebut masalah ini urusan pribadinya. Dalam persoalan politik, Moeldoko menanggalkan atribut kepala staf kepresidenan (KSP).

"Jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini karena beliau dalam hal ini tidak tahu sama sekali, enggak tahu apa-apa dalam hal ini, dalam isu ini, jadi itu urusan saya Moeldoko ini bukan selaku KSP," tegas Moeldoko.

Saat itu, Moeldoko tidak mau ikut campur dalam masalah internal Demokrat. Pernyataannya itu merespons kritik keras SBY atas manuvernya mendongkel AHY.

"Jadi janganlah menekan-nekan saya. Saya diam, jangan menekan-nekan dan saya ingin mengingatkan semuanya ya. Saya ingin mengingatkan, karena saya bisa sangat mungkin melakukan apa itu langkah-langkah yang saya yakini," ungkap Moeldoko.

Meski demikian, Moeldoko tak membantah pernah menemui sejumlah kader Demokrat. Namun, dia menyebut pertemuan itu hanya sebatas 'ngopi' bareng. Membahas joke ringan, seni juga olah raga.

Moeldoko kerap menerima tamu ke kediamannya. Termasuk beberapa kader Demokrat. Moeldoko mengaku mendengarkan curhat mereka terkait situasi internal partai Demokrat.

"Saya sebenarnya prihatin dengan situasi itu. Karena saya juga bagian yang mencintai Demokrat. Terus muncullah isu itu dan seterusnya," kata Moeldoko.

KLB Kukuhkan Moeldoko Sebagai Ketum

Sebulan berselang, KLB Partai Demokrat digelar di Deli Serdang. Tepatnya Jumat, 5 Maret 2021. Sebanyak 1.200 orang dan 32 DPC Demokrat diklaim hadir dalam acara yang disebut-sebut ilegal ini.

Eks politikus Demokrat HM Darmizal MS mengatakan, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah terlambat untuk mendekati Ketua DPD dan DPC. Sebab, dia mengklaim sebagian besar Ketua DPD dan Ketua DPC sudah menyampaikan kesediaannya hadir dalam KLB.

"Terlambat dalam melakukan upaya pendekatan kepada DPD dan DPC. KLB sudah di depan pintu. Nasi sudah jadi bubur. Mereka tidak perlu menyesalinya," jelasnya.

Melalui hasil voting berdiri, Moeldoko dipilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang. Saat itu, Moeldoko masih berada di Jakarta. Dia terlihat melakukan salat jumat di lingkungan kantor staf kepresidenan.

Melalui sambungan telepon, Moeldoko menyampaikan pesan kepada Jhoni Allen yang memimpin KLB Deli Serdang. Dia bersedia menjadi ketum Partai Demokrat. "Dengan demikian saya menghargai dan menghormati permintaan saudara untuk kita terima menjadi ketua umum," kata Moeldoko.

Pidato Politik Moeldoko

Moeldoko terbang ke Deli Serdang. Sebelumnya di kalangan wartawan sudah beredar foto tiket penerbangan Moeldoko. Tiba di lokasi KLB, Moeldoko mengenakan jaket biru milik Partai demokrat.

Dia berjalan ke atas podium. Dengan senyum khasnya, Moeldoko memberikan pidato politik pertamanya sebagai Ketum versi KLB Deli Serdang. Moeldoko meyakini tidak memiliki kekuatan untuk memaksa para kader Partai Demokrat memilih dirinya jadi ketua umum.

"Saya sama sekali tidak punya kekuatan untuk memaksa saudara-saudara untuk memilih saya, tapi semua lahir dari sebuah keyakinan," kata Moeldoko.

Namun Moeldoko tak menolak diangkat menjadi Ketua Umum Demokrat versi KLB. Saat itu juga Moeldoko langsung memasang target membawa partai berlambang bintang mercy ini kembali meraih kejayaan seperti di Pemilu tahun 2004 dan 2009.

"Saya mengajak seluruh kader Demokrat dari Sabang sampai Merauke. Lalu, dari Miangas sampai Pulau Rote untuk sama-sama berjuang dan meraih kejayaan. Tidak ada yang tertinggal dan semuanya bersatu padu. Kita ajak semua karena ini rumah kita bersama," kata Moeldoko.

Menurutnya, pengalaman yang dimiliki seluruh kader bisa membawa Partai Demokrat kembali meraih kesuksesan di kancah politik Indonesia.

Dia lantas bicara mengenai kekutan seorang pemimpin partai politik. Kekuatan itu sepenuhnya berada di tangan kader partainya. Sebagaimana keberhasilannya mendongkel Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) versi KLB Deli Serdang.

"Kalau saya berbicara tentang leadership, kekuatan seorang panglima ada di pundak para komandan-komandan lapangan seperti kalian semuanya. Panglima tidak ada artinya kalau tidak memiliki prajurit-prajurit yang tangguh," tuturnya.

Menurutnya, seorang pemimpin partai politik harus dapat memberikan kekuatan kepada anak buahnya. Bukan sebaliknya, mengecilkan kader-kader partainya.

"Jangan lupa, seorang pemimpin, tugasnya adalah memberikan kekuatan kepada komandan-komandan lapangannya. Itu pemimpin. Bukan malah mengecilkan bawahannya, bukan. Itulah pemimpin yang memberikan kekuatan dan energi yang luar biasa kepada bawahannya," jelasnya.

"Berikutnya, saya mengapresiasi atas permintaan kalian. Kalian telah meminta saya untuk menjadi Ketum Demokrat, untuk itu saya sungguh mengapresiasi, terima kasih," tutupnya.

Inilah Para Wanita Penentang Sang Jenderal Myanmar

Inilah Para Wanita Penentang Sang Jenderal Myanmar

Merdeka.com 2021-03-09 09:17:37
Kyal Sin tewas ditembak militer Myanmar. ©REUTERS/Stringer

Sampai saat ini, ratusan ribu rakyat Myanmar di seluruh negeri masih berjuang melawan junta militer, menentang kudeta yang dipimpin para jenderal pada 1 Februari lalu. Kudeta tersebut menyingkirkan pemimpin sipil terpilih, Aung San Suu Kyi dan sejumlah pejabat lainnya, memperkuat cengkeraman militer di negara yang dulu bernama Burma tersebut.

Rakyat Myanmar menentang karena tak ingin lagi hidup di bawah kediktatoran militer. Mereka juga menuntut Suu Kyi dibebaskan.

Perjuangan tersebut juga telah memakan korban. Sedikitnya 50 orang tewas karena kebrutalan aparat dalam menghadapi para demonstran. Kini mereka masih meneruskan perjuangan, di jalan-jalan, dengan harapan revolusi akan menang melawan penindasan.

Mereka yang di garda depan perjuangan itu beragam, termasuk para perempuan tangguh yang ikut lantang bersuara, menentang junta militer. Tak gentar, walaupun nyawa taruhannya.

Inilah sejumlah perempuan Myanmar yang menjadi penentang para jenderal, dirangkum merdeka.com dari berbagai sumber:


Aung San Suu Kyi

Militer telah berkuasa di Myanmar sejak 1962. Suu Kyi selama bertahun-tahun memperjuangan reformasi demokrasi. Konsekuensinya, dia ditangkap dan menjadi tahanan rumah sekitar 15 tahun. Perjuangan untuk demokrasi itu yang kemudian mengantarkannya meraih Nobel Perdamaian pada 1991.

Dikutip dari BBC, demokrasi bertahap dimulai pada 2010, meskipun pengaruh militer masih cukup besar.

Pemerintahan yang dipimpin Suu Kyi berkuasa setelah pemilu pada 2015. Tapi kemudian digulingkan setelah kembali menang pemilu pada 8 November 2020.

Suu Kyi adalah pimpinan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang menang telak dalam pemilu pada November 2020. Militer menolak kemenangan tersebut, mengklaim telah terjadi kecurangan, walaupun tuduhan itu dibantah KPU Myanmar.

Setelah ditangkap dalam operasi fajar pada hari kudeta 1 Februari lalu di ibu kota negara Naypyidaw, Suu Kyi sampai saat ini masih berada dalam tahanan rumah.

Suu Kyi menghadapi dua dakwaan; kepemilikan ilegal radio komunikasi atau walkie talkie impor dan melanggar UU kebencanaan karena menggelar kampanye selama pandemi. Sejak ditangkap pada 1 Februari, Suu Kyi pertama kali muncul di pengadilan pada Senin (1/3) melalui konferensi video.


Ma Kyal Sin

Ma Kyal Sin atau Angel (19) turun ke jalan pada Rabu (3/3) di kota Mandalay. Dia memakai kaos bertuliskan "Everything Will Be OK" warna hitam dan membawa serta penanda berisi catatan golongan darahnya dan nomor ponsel serta pesan jika terjadi apa-apa dia meminta organ tubuhnya disumbangkan. 

Rupanya, semua tidak baik-baik saja, seperti tulisan kaosnya. Angel tewas setelah ditembak aparat.

Foto-foto Angel saat unjuk rasa muncul dan langsung viral di media sosial, termasuk kalimat dalam kaosnya tersebut. 

Myat Thu, yang bersama Angel saat unjuk rasa, mengenang perempuan muda pemberani itu yang menyiapkan air untuk para pengunjuk rasa agar mereka bisa membersihkan gas air mata dari matanya, dan dia yang melempar kembali selongsong gas air mata ke arah polisi.

“Ketika polisi menembak, dia mengatakan kepada saya ‘Duduk! Duduk! Peluru akan mengenaimu. Kamu terlihat seperti sedang di atas panggung’,” kata Myat Thu (23), dikutip dari Reuters, Kamis (4/4).

“Dia perhatian dan melindungi yang lain seperti seorang sahabat.”

Myat Thu mengatakan dia dan Angel di antara ratusan orang yang berkumpul secara damai di kota terbesar kedua Myanmar itu untuk menentang kudeta dan menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi.

Sebelum kekerasan polisi, Angel terdengar di video berteriak, “Kami tak akan lari” dan “darah tak harus ditumpahkan”.

Pertama, kata Myat Thu, polisi menembak mereka dengan gas air mata. Kemudian datang peluru. Gambar-gambar yang diambil sebelum Angel tewas menunjukkan dia berbaring untuk berlindung di samping spanduk unjuk rasa, dengan kepala sedikit terangkat.

Orang-orang berhamburan. Myat Thu tak lama mendapat pesan: Seorang gadis meninggal.

“Saya tidak tahu kalau itu dia,” ujarnya, tapi foto-foto kemudian muncul di Facebook menunjukkan Angel terbaring di samping korban lain.

ada hari berlangsungnya kudeta, 1 Februari, Angel berseloroh di Facebook dia tak tahu apa yang terjadi ketika jaringan internet diputus.

Pada hari-hari berikutnya, dia mempertegas sikapnya – turun ke jalan mengibarkan bendera merah NLD. Dalam sejumlah foto, dia berpose saat ayahnya mengikatkan pita merah di pergelangan tangannya.

Dia tak gentar walaupun unjuk rasa semakin berbahaya dan junta mengerahkan pasukan tempur dengan senapan serbu bersama polisi.


Ann Roza Nu Tawng

Ann Roza Nu Tawng adalah seorang biarawati di Myitkyina, Negara Bagian Kachin. Belum lama ini, foto-fotonya yang sedang berlutut di hadapan polisi viral di media sosial.

Dia berlutut di depan polisi untuk memohon agar mereka jangan menembak para demonstran di kota itu. Sembari berurai air mata dia memohon agar polisi berhenti menggunakan kekerasan.

Kepada Sky News dia mengatakan, saat itu dia pikir dia akan mati. Tapi dia memang telah bersiap mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan yang lain.

“Pada hari Minggu (28/2), saya berada di klinik. Saya memberi perawatan hari itu karena klinik lain tutup. Saya melihat sekelompok orang berjalan. Mereka berunjuk rasa,” ceritanya, dikutip dari Sky News, Minggu (7/3).

“Tiba-tiba saya lihat polisi, militer, dan meriam air menyusul para pengunjuk rasa. Kemudian mereka mengeluarkan tembakan dan mulai memukul para pengunjuk rasa. Saya terkejut dan saya pikir hari ini adalah hari saya akan mati. Saya memutuskan untuk mati,” lanjutnya.

Setelah itu dia kemudian mendatangi polisi tersebut dan menangis. 

“Saya memohon pada mereka. Saat itu saya tidak takut.”

“Jika saya takut dan lari, orang-orang akan berada dalam bahaya. Saya tidak takut sama sekali. Saya memikirkan gadis dari Naypyitaw itu dan satu orang lagi dari Mandalay.”

“Saya memikirkan jiwa-jiwa yang telah gugur dari negara ini. Saya khawatir apa yang akan terjadi terhadap warga Myitkyina.”

Salah seorang anggota mendatanginya dan mengatakan: “Saudara, jangan terlalu khawatir, kami tak akan menembak mereka.”

Ann kemudian mengatakan kepada anggota tersebut: “Mereka juga bisa dibunuh dengan senjata lain. Jangan tembak mereka. Mereka hanya pengunjuk rasa.”

Dia tak yakin aparat tak akan menembak para demonstran, karena di tempat lain dia melihat aparat menembak mati orang-orang.


Mya Thwate Thwate Khaing

Mya Thwate Thwate Khaing ditembak di kepala saat berunjuk rasa di ibu kota negara, Naypyidaw. Dia menjadi korban tewas pertama akibat kebrutalan aparat pada 19 Februari setelah 10 hari dirawat di rumah sakit.

Kematiannya telah menjadi simbol perlawanan terhadap junta Myanmar.

Dua hari setelah ditembak, Mya Thwate Thwate Khaing menginjak usia 20 tahun. Namun saat itu dia tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit - fotonya yang dibagikan oleh para demonstran anti-kudeta saat mereka berunjuk rasa di jalanan.

Beberapa hari kemudian, spanduk sepanjang 15 meter mengilustrasikan saat dia ditembak digantung di atas jembatan di Yangon, sementara beberapa pengunjuk rasa menyebutnya sebagai seorang “martir”.

Kematiannya memicu kecaman global terhadap junta, dengan sejumlah negara menjatuhkan sanksi terhadap para jenderal yang memimpin kudeta.

Pada 9 Februari, Mya Thwate Thwate Khaing ikut berunjuk rasa di Naypyidaw bersama pacarnya, Hein Yar Zar. Namun kemudian mereka terpisah karena ramainya massa.

Setelah gadis tersebut meninggal, Hein berjanji akan meneruskan perjuangan melawan junta militer.

“Dia mengorbankan hidupnya untuk revolusi ini – sebagai pacarnya, saya akan tetap melakukan itu untuknya,” ujarnya, dikutip dari Channel News Asia.

“Saya akan tetap berjuang agar revolusi ini menang.”

Baca juga:
Halau Serangan Aparat, Demonstran Myanmar Bentangkan Kain Longyi
Polisi Myanmar Kabur ke India Karena Tolak Perintah Junta Militer Jadi 19 Orang
Polisi Myanmar Duduki Rumah Sakit dan Kampus, Tangkapi Demonstran
Janji Kekasih Demonstran Myanmar, "Saya akan Tetap Berjuang Agar Revolusi Ini Menang"
Serikat Perdagangan Myanmar Serukan Pemogokan Total, Pejabat NLD Meninggal di Penjara

Kami di Sini Sedang Sekarat

"Sampaikan kepada Dunia, Kami di Sini Sedang Sekarat"

Merdeka.com 2021-03-02 19:09:03
korban konflik di tigray ethiopia. ©Eduardo Soteras/AFP

Tanggal 4 Desember adalah hari yang mencekam bagi Mona Lisa Abraha. Hari itu, tentara Eritrea menyerbu desanya, desa Tembin, di wilayah Tigray yang diperangi Ethiopia.

“Mereka berusaha memperkosaku dan aku dilempar ke tanah. Lalu, satu tentara menembak peluru untuk menakutiku, tapi peluru itu mengenai tangaku dan kemudian ditembakkan peluru lain mengenai lenganku,” kenang gadis 18 tahun itu dari ranjang rumah sakit di pinggiran ibu kota Tigray, Mekelle.

“Saya mengalami pendarahan berjam-jam. Lalu, tanganku diamputasi,” lanjutnya, sebelum tangisnya pecah, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (2/3).

Keterangan Abraha salah satu dari beberapa konflik rahasia yang muncul di Tigray, di mana komunikasi diputus selama berminggu-minggu dan akses media dibatasi sebelum kemudian dilonggarkan baru-baru ini. Saat ini Al Jazeera mendapat akses yang langka dan mendengar cerita saksi mata dan penyintas yang mengalami kekerasan mematikan tentara Eritrea.

Setelah ketegangan yang berlangsung berbulan-bulan, Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed pada awal November lalu memerintahkan serangan udara dan darat di Tigray untuk untuk menyingkirkan pihak yang menguasai wilayah tersebut, Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), menyusul serangan terhadap kamp angkatan darat federal. TPLF, yang mendominasi perpolitikan Ethiopia selama puluhan tahun sampai Abiy berkuasa pada 2018, memimpin perang brutal selama 1998-2000 dengan Eritrea.

Para saksi mata, penyintas, dan penduduk mengatakan kepada Aljazeera, pasukan Eritrea melakukan tindakan kejam setelah memasuki Tigray untuk mendukung militer Ethiopia melawan musuh lama mereka.

“Beberapa gadis dan saya berupaya melarikan diri dari desa, tapi di jalan kami ditangkap tentara Eritrea,” kata Saba, perempuan yang telantar dari Mai Kadra, kepada Al Jazeera.

“Lebih dari 10 tentara bergiliran memperkosa kami.”

“Suami saya dibunuh di desa kami,” kata salah seorang perempuan lainnya dari Mai Kadra, menyalahkan tentara Eritrea, sebelum memohon: “Sampaikan kepada dunia, kami sedang sekarat.”

Mai Kadra, di barat Tigray, juga di mana 600 warga sipil dibunuh pada pembantaian 9 November oleh kelompok pemuda Tigray, serta polisi dan milisi setempat.


Pembantaian Axum

Eritrea dan Ethiopia membantah tentara Eritrea terlibat dalam konflik yang diyakini telah menewaskan ribuan orang, menelantarkan ratusan ribu orang, dan menyebabkan terjadinya kekurangan persediaan makanan, air, dan obat-obatan. Namun, para saksi mata, memperkirakan tentara Eritrea berjumlah ribuan, sementara Al Jazeera memperoleh gambar yang menunjukkan truk dengan plat nomor Eritrea di Tigray membawa tentara.

Petinggi pemerintahan sementara yang ditunjuk negara di Tigray juga mengakui kehadiran tentara Eritrea dan tuduhan penjarahan dan pembunuhan.

“TPLF menyerang angkatan darat pemerintah federal di wilayah tersebut (Tigray), yang mengungkap lokasi mereka dan memimpin pasukan Eritrea untuk masuk,” jelas Mulu Nega, gubernur sementara wilayah Tigray, kepada Al Jazeera.

“Itu terjadi di luar keinginan kita,” lanjutnya.

Pekan lalu, Amnesty International mengatakan dalam sebuah laporan, ratusan warga sipil dibantai tentara Eritrea di daerah Axum pada November, memperparah “serangkaian pelanggaran hak asasi manusia dan hukum humaniter”.

Laporan itu mengatakan, pembantaian itu dilakukan dengan cara “terkoordinasi dan sistematis” untuk “meneror penduduk agar tunduk” dan kemungkinan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Temuan ini berdasarkan 41 wawancara dengan para saksi mata dan penyintas pembantaian, yang semuanya merupakan etnis Tigray.

Jean-Baptiste Gallopin, penulis laporan tersebut, mengatakan kepada Al Jazeera: “Pasukan Eritrea menyerukan (untuk) bala bantuan dan mulai menembak warga sipil di jalanan menggunakan senapan sniper dan senapan mesin.”

Penduduk Axum yang dikutip dalam laporan Amnesty mengidentifikasi para pelaku sebagai tentara Eritrea, mengatakan mereka sering naik truk dengan pelat nomor bertuliskan "Eritrea".

Saksi mata mengatakan sebagian besar mengenakan seragam dan sepatu yang mudah dibedakan dari tentara Ethiopia. Mereka mengatakan bahwa pasukan itu membedakan diri mereka sebagai orang Eritrea ketika mereka berbicara dalam dialek yang khas dengan kata-kata dan aksennya.


Tiga bekas luka

Laporan tersebut mengatakan, beberapa tentara memiliki tiga bekas luka di setiap pelipis di dekat mata, mengidentifikasi diri mereka sebagai Beni-Amir, kelompok etnis yang juga beroperasi do Sudan dan Eritrea tetapi tidak ada di Ethiopia.

Pemerintahan Ethiopia mempertanyakan keakuratan sumber-sumber dalam laporan Amnesty International tersebut, tapi mengatakan akan melakukan penyelidikan. Komnas HAM Ethiopia juga mengatakan laporan Amnesty harus dianggap serius dan penyelidikan pendahuluan mengindikasikan tentara Eritrea telah membunuh warga sipil yang tak diketahui jumlahnya di Axum.

Tapi dalam sebuah surat kepada Al Jazeera, duta besar Ethiopia untuk Qatar, Samia Zekaria Gutu, menyebut laporan Amnesty tersebut tak dapat dipercaya.

“Jenis ‘laporan’ berdasarkan sumber yang tak dapat dipercaya ini diketahui memiliki risiko semakin memperkuat misinformasi dan propaganda oleh kelompok kriminal TPLF,” tulis Gutu.

Menteri Informasi Eritrea Yemane Meskel menolak "tuduhan tidak masuk akal" Amnesty.

Abiy Ahmed, yang memenangkan Nobel Perdamaian pada 2019 setelah memperbaiki hubungan dengan Eritrea menyusul perang 1998-2000, mendeklarasikan kemenangan atas TPLF pada 28 November setelah pasukan federal memasuki Mekelle. Namun para pemimpin TPLF berjanji untuk terus bertempur dan bentrokan terus berlanjut di wilayah tersebut, menghambat upaya penyaluran bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

Bulan lalu, Amerika Serikat mengatakan semua tentara dari Eritrea harus segera meninggalkan wilayah Tigray.

Sementara itu, warga Mekelle yang diwawancarai Aljazeera menuntut pasukan Eritrea meninggalkan negara itu.

“Mengapa semua ini terjadi? Pasukan Eritrea melakukan kejahatan berat. Kami ingin setiap orang yang melakukan kejahatan ini diadili dan ingin pasukan asing meninggalkan tanah air kami,” kata Loul Malas, seorang pedagang.
Kibrom Zaro, seorang insinyur, menambahkan: “Infrastruktur kami hancur dan layanan dasar tidak ada. Tidak ada keamanan dan kami ingin dunia mengetahui perjuangan kami.”

Baca juga:
800 Orang Dilaporkan Tewas karena Pembantaian di Ethiopia
80 Lebih Warga Sipil di Ethiopia Tewas Dibantai, Termasuk Anak Dua Tahun
Kelompok Bersenjata Bantai Ratusan Warga Ethiopia dalam Semalam
Nestapa Anak-Anak Korban Konflik Tigray Belajar di Tempat Seadanya

Berani Melawan?

Semangat Nenek 75 Tahun Perangi Penyakit Parkinson Lewat Tinju

Merdeka.com 2021-03-04 06:06:00
Nenek 75 tahun perangi penyakit parkinson lewat tinju. ©REUTERS/Umit Bektas
Semangat Nenek 75 Tahun Perangi Penyakit Parkinson Lewat Tinju
Nancy Van Der Stracten, yang menderita penyakit parkinson, berlatih di sebuah klub tinju di Antalya, Turki, pada 26 Februari 2021. Alih-alih pasrah meratapi parkinson yang dideritanya, nenek berusia 75 tahun ini memilih melawan penyakitnya dengan berlatih tinju.
Semangat Nenek 75 Tahun Perangi Penyakit Parkinson Lewat Tinju
Nancy Van Der Stracten, yang menderita penyakit parkinson, berjalan menuju sebuah klub tinju di Antalya, Turki, pada 26 Februari 2021. Alih-alih pasrah meratapi parkinson yang dideritanya, nenek berusia 75 tahun ini memilih melawan penyakitnya dengan berlatih tinju.
Semangat Nenek 75 Tahun Perangi Penyakit Parkinson Lewat Tinju
Ketika didiagnosa mengidap parkinson, Nancy sadar jika obat-obatan saja tidak cukup untuk membuatnya merasa lebih baik. Dia kemudian memutuskan untuk berolahraga di gym.
Semangat Nenek 75 Tahun Perangi Penyakit Parkinson Lewat Tinju
Dari sekian banyak jenis olahraga, tinju menjadi pilihan Nancy. "Karena (tinju) meningkatkan detak jantung saya," kata nenek dari empat cucu ini.
Semangat Nenek 75 Tahun Perangi Penyakit Parkinson Lewat Tinju
Tak hanya memiliki semangat membara untuk sembuh dari parkinson, Nancy juga sangat tekun dalam berlatih tinju. Dia tidak pernah melewatkan satu pun sesi latihan bersama sang pelatih, Muhammet Ali Kardas.
Semangat Nenek 75 Tahun Perangi Penyakit Parkinson Lewat Tinju
Nancy berada di atas ring saat berlatih di sebuah klub tinju di Antalya, Turki, pada 26 Februari 2021.
Semangat Nenek 75 Tahun Perangi Penyakit Parkinson Lewat Tinju
Nancy beristirahat di rumahnya di Antalya, Turki, pada 26 Februari 2021.
Semangat Nenek 75 Tahun Perangi Penyakit Parkinson Lewat Tinju
Terkadang, Nancy mengisi waktu luangnya dengan melukis di balkon rumah.

Bukan Batu Incaran Thanos

China Pamerkan Sampel Batu dari Bulan Seberat 1,7 Kilogram Hasil Misi Chang'e 5

Merdeka.com 2021-03-07 17:44:54
Batu dari Bulan yang dipamerkan China. ©REUTERS/Tingshu Wang

Akhir tahun lalu, China melakukan misi penjelajahan luar angkasa ke bulan atau disebut misi Chang’e 5. Salah satu hasil misi tersebut yaitu berhasil membawa sampel batu dari bulan yang kini dipamerkan di Museum Nasional Beijing.

China pertama kali menampilkan gambar sampel penjelajahan Chang’e 5 saat pertemuan Presiden China, Xi Jinping dengan perwakilan tim misi Chang’e 5 pada 22 Februari lalu.

Kapsul Chang'e 5 kembali ke Bumi dengan membawa sampel bulan seberat 1,731 kilogram yang dikumpulkan dari Oceanus Procellarum pada 16 Desember. Para ilmuwan memperkirakan batu itu akan menjadi sampel bulan termuda sejauh ini.

Dikutip dari laman Space.com, Minggu (7/3), sampel batu tersebut mengandung butiran gelap dan bahan halus, serta kaca basaltik yang dihasilkan oleh vulkanisme bulan, menurut deskripsi yang dirilis disertai gambar sampel tersebut.

China telah menyatakan keterbukaannya untuk berbagi porsi sampel dengan para ilmuwan di seluruh dunia. Pada Januari, Badan Antariksa Nasional China atau China National Space Administration (CNSA) menerbitkan prosedur untuk permintaan akses mendapatkan sampel tersebut.

Di Museum Nasional Beijing, publik juga mendapat kesempatan untuk melihat beberapa bahan yang berhasil diambil dari bulan, di dalam wadah yang terbuat dari kristal buatan dan berbentuk seperti wadah anggur ritual perunggu China.

Wadah tersebut dirancang dengan sejumlah referensi kosmik. Tingginya 38,44 cm dan lebar 22,89 cm. Kedua nomor metrik tersebut sesuai dengan jarak rata-rata Bumi-bulan, yaitu 384.400 kilometer dan 22,89 hari perjalanan yang ditempuh Chang'e 5.

Sampel-sampel tersebut diletakkan di dalam ruang hampa di tengah kristal, mewakili bulan, sementara peta China terletak di bawah.

Meghan Buka Isu Panas Kerajaan Inggris

Wawancara dengan Oprah, Harry-Meghan Ungkap Isu-Isu Panas Internal Kerajaan Inggris

Merdeka.com 2021-03-08 13:16:01
Pangeran Harry dan Meghan Markle saat wawancara dengan Oprah Winfrey.. ©Harpo Productions/Joe Pugliese/Reuters

Pangeran Harry dan Meghan Markle, The Duchess of Sussex, menceritakan perjuangan hidup dalam keluarga kerajaan dalam sebuah wawancara yang paling ditunggu-tunggu dengan Oprah Winfrey, yang ditayangkan pada Minggu pukul 20.00 waktu AS.

Ini adalah wawancara pertama pasangan ini sejak mengumumkan perpisahan mereka dari keluarga kerajaan. Wawancara menghebohkan ini diperkirakan akan memperburuk perselisihan antara pasangan ini dan kerajaan Inggris.

Apa saja yang mereka ungkapkan dalam wawancara tersebut?

Hubungan dengan keluarga kerajaan:

Meghan mengatakan keluarga dan orang yang mengelola lembaga tersebut terpisah. Dia mengatakan Ratu Elizabeth selalu “baik” padanya, selalu membuatnya merasa diterima.

Oprah menanyakan apakah dia memilih “diam” atau “dibungkam”, yang dijawab Meghan “yang terakhir (dibungkam)”. Dia menambahkan saat istana siap berbohong untuk melindungi keluarga kerajaan yang lain, “mereka tak mau menceritakan yang sebenarnya untuk melindungiku dan suamiku.”

Harry mengatakan ayahnya, Pangeran Charles, berhenti mengangkat teleponnya setelah dia berencana keluar dari kehidupan kerajaan.

Ayahnya dan kakaknya, Pangeran William, “terperangkap” dalam peran mereka dan tidak bisa keluar. Harry menambahkan dia merasa kasihan pada mereka.

Harry mengatakan mendiang ibunya, Diana, Princess of Wales, akan “sangat marah dan sedih” melihat cara dia dan Meghan diperlakukan. Dia mengatakan Diana pasti ingin mereka bahagia.

Pangeran Harry juga mengungkapkan dia terputus secara finansial pada kuartal pertama 2020, tapi menerima warisan ibunya.

Harry mengatakan dia punya hubungan yang kuat dengan Ratu. Saat ayahnya kembali mengangkat teleponnya, prioritasnya ingin memperbaiki hubungan tersebut.

“Penyesalan saya adalah mempercayai mereka ketika mereka mengatakan saya akan dilindungi,” kata Meghan.

Soal rasisme:

Meghan mengungkapkan ada kekhawatiran tentang seberapa "gelap" anaknya nanti. Dia tidak akan memenuhi syarat untuk keamanan istana karena dia bukan seorang pangeran.

Tidak diungkapkan siapa yang menyuarakan keprihatinan warna kulit putra mereka Archie, namun secara tersirat itu adalah anggota keluarga.

Harry mengatakan tak ada satu pun anggota keluarganya yang mengatakan sesuatu tentang artikel rasis yang menargetkan Meghan.

“Itu melukai,” ujarnya, dikutip dari Deutsche Welle, Senin (8/3).

Kesehatan mental:

Meghan mengungkapkan tekanan berat yang dia hadapi membuatnya memikirkan bunuh diri.

Dia mengatakan ke pihak istana dia butuh bantuan untuk kesehatan mental, tapi tak mendapat dukungan.

“Saya hanya tidak ingin hidup lagi. Dan itu adalah pikiran yang sangat jelas, nyata, dan terus-menerus menakutkan.”

Pers Inggris :

Meghan membantah laporan dia membuat kakak iparnya, Kate Middleton, Duchess of Cambridge, menangis saat persiapan pernikahannya. Oprah membaca berita utama yang menunjukkan standar ganda dalam melaporkan Kate dan Meghan.

Kehidupan pribadi:

Pasangan ini tengah menantikan anak kedua mereka dan mengungkapkan mereka akan memiliki anak perempuan musim panas ini.

Harry mengatakan "tidak akan bisa" mundur selangkah dari keluarga kerajaan tanpa Meghan. Meghan adalah jalan keluarnya.

“Kami sebenarnya tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang,” kata Meghan.

“Ini lebih hebat dari dongeng mana pun yang pernah Anda baca.”


Reaksi kerajaan Inggris

Wawancara publik seperti ini tak biasa bagi kerajaan Inggris, yang tetap bungkam terkait sejumlah isu selama bertahun-tahun. Dengan wawancara Harry dan Meghan ini, ada kekhawatiran citra keluarga kerajaan bisa ternoda.

Beberapa jam sebelum wawancara tersebut ditayangkan, Ratu Elizabeth II, nenek Harry, menyampaikan pidato yang disiarkan televisi pada Minggu. Dalam pidatonya untuk memperingati Hari Persemakmuran itu, Ratu Elizabeth membahas pentingnya dedikasi terhadap tugas atau kewajiban.

“Sementara pengalaman tahun lalu berbeda di seluruh persemakmuran, contoh yang menggugah keberanian, komitmen dan dedikasi tanpa pamrih untuk tugas telah ditunjukkan di setiap negara dan wilayah persemakmuran,” jelasnya.

Layanan dan tugas kerap dibicarakan setelah Meghan dan Harry mundur dari peran mereka sebagai bangsawan senior. Dalam sebuah pernyataan bulan lalu, mereka mengatakan, “Kita semua bisa hidup dalam pelayanan. Pelayanan itu universal.”

Laporan menunjukkan istana hanya akan menanggapi jika anggota keluarga tersebut diserang dalam wawancara.


Mundur Maret 2020

Pasangan ini mundur dari tugas-tugas kerajaan pada Maret 2020, mengeluhkan bagaimana tabloid Inggris memperlakukan Meghan. Mereka mengutip apa yang mereka sebut perisakan dan sikap rasis terhadap Meghan, yang birasial.

Saat ini mereka tinggal di Montecito, California, bertetangga dengan Oprah Winfrey.

Bulan lalu, Istana Buckingham mengumumkan pasangan ini resmi keluar dari keluarga kerajaan dan tidak lagi menjadi anggota pekerja monarki Inggris.

Pekan lalu, Istana Buckingham mengumumkan sedang menyelidiki tuduhan Meghan merisak anggota stafnya - pada tahun 2018 - memaksa dua dari mereka untuk mundur. Namun, para kritikus menuduh bangsawan Inggris mempertahankan standar ganda atas Meghan Markle dan Pangeran Andrew, yang tuduhan seriusnya tidak dibahas di depan umum.

Baca juga:
Asyiknya Pangeran William dan Kate Middleton Bakar Marshmallow
Galang Dana Covid-19, Veteran Inggris Dianugerahi Gelar Bangsawan
Gaji Fantastis Pegawai Kerajaan Inggris, Tukang Cuci Piring Saja Diupah Rp350 Juta
10 Pangeran di Dunia Ini Punya Wajah Rupawan, Ada yang Masih Melajang
10 Keluarga Kerajaan Terkaya di Dunia, Hartanya Bikin Melongo
Pangeran Charles Dinyatakan Sembuh dari Virus Corona

Bikin Geger Lalu Dicabut

Presiden Jokowi Cabut Perpres Investasi Minuman Beralkohol

Merdeka.com 2021-03-02 13:18:33
Presiden Joko Widodo. ©2020 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang melegalkan investasi dalam minuman keras. Hal tersebut seiring dengan banyaknya masukan yang diterima Jokowi dari para tokoh agama dan ormas.

"Bersama ini saya sampaikan saya putuskan lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol, saya nyatakan dicabut," kata Jokowi dalam akun youtube Sekretariat Presiden, Selasa (2/3).

Jokowi menjelaskan masukan tersebut didapat daripada MUI, NU, Muhammadiyah, serta masukan dari provinsi dan daerah-daerah.

"Menerima banyak masukan dari ulama MUI, NU, Muhammadiyah dan ormas lainnya serta tokoh agama yang lain dan juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah bersama," tambahnya.

Sebelumnya diketahui, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Perpres tersebut merupakan turunan UU Cipta Kerja.

Salah satu hal yang jadi sorotan dalam Perpres itu adalah pembukaan keran investasi miras. Dalam aturan itu, investasi miras boleh dilakukan di Papua, NTT, Bali, dan Sulut. Perpres itu juga membuka peluang investasi serupa di daerah lain.

Pernah Main Ini, Masa Kecilmu Bahagia

Mengenal 39 Permainan Tradisional yang Bisa Dimainkan dengan Alat atau tanpa Alat

Merdeka.com 2021-02-27 15:11:48
Ilustrasi permainan tradisional. ©Creative Commons/Deni Dahniel

Mengenal Permainan Tradisional yang Bisa Dimainkan dengan Alat atau tanpa Alat

Permainan anak tradisional adalah jenis-jenis permainan dari zaman dulu yang konsepnya sederhana, tanpa mesin rumit, baterai, atau koneksi internet seperti permainan modern.

Permainan tradisional yang kini disebut permainan jadul biasanya dimainkan berkelompok atau minimal berpasangan. Alat yang digunakan sangat sederhana dan murah meriah karena dibuat dari bahan-bahan di sekitar. Sementara cara memainkannya tak jarang disertai nyanyian khas.

Walaupun begitu, ada pula permainan tradisional yang bisa dimainkan sendiri.

Manfaat Permainan Tradisional

©Creative Commons/Masmusdjeprat

Bermain dengan mainan-mainan tradisional memiliki banyak manfaat untuk anak. Berikut ini beberapa di antaranya.

  • Meningkatkan intuisi
  • Melatih kemampuan berkomunikasi
  • Mengajarkan sosialisasi sejak dini
  • Merangsang kreativitas anak
  • Melatih kemampuan motorik halus
  • Melatih kepekaan anak terhadap lingkungan
  • Menyehatkan badan
  • Mengurangi risiko stres pada anak

Ragam Permainan Tradisional tanpa Alat

©Creative Commons/Jokosiono

Permainan tradisional tidak selalu dimainkan dengan alat. Ada juga yang tak memerlukan alat untuk memainkannya. Berikut ini beberapa di antaranya.

  1. Petak umpet
  2. Gobak sodor
  3. Engklek
  4. Cublek-cublek suweng
  5. Sepak tekong
  6. Kerupukan
  7. Ular naga
  8. Kucing jongkok
  9. Sluku-sluku bathok
  10. Bentengan
  11. Jamuran
  12. Icik-icik kambah lemah
  13. Candak ndhodhok/tepak jongkok
  14. Domikado
  15. Ting-tongan
  16. Kepiting Cina
  17. Cici putri


Ragam Permainan Tradisional dengan Alat

 /></p>
<p style=©Creative Commons/Moh. Ali Zaenal

Permainan tradisional yang dimainkan dengan bantuan alat juga cukup banyak. Ada yang menggunakan peralatan sederhana seperti pecahan genting, batu kerikil, atau biji kapuk. Ada pula yang peralatannya harus dibuat dengan keterampilan khusus. Misalnya gasing, layang-layang, bola bekel, atau egrang.

Berikut ini beberapa jenis permainan tradisional yang dimainkan dengan alat.

  1. Bola bekel
  2. Kelereng atau gundu
  3. Lompat tali karet
  4. Congklak
  5. Eegrang
  6. Gasing
  7. Rangka alu
  8. Boi-boian
  9. Patok lele
  10. Sepak sawut
  11. Lenggang rotan
  12. Mercon Bumbung (petasan bambu)
  13. Ketapel
  14. Balap karung
  15. Bakiak raksasa
  16. Klingsian
  17. Pletokan
  18. Balap mobil kulit jeruk
  19. Gatrik
  20. Dam-daman
  21. Yoyo
  22. Nglarak

Meskipun sudah jarang terlihat, sebenarnya mainan tradisional masih diproduksi oleh usaha rumahan dan dijajakan. Bahkan tak sedikit yang ditawarkan melalui lapak-lapak online. Misalnya layang-layang, papan congklak atau dakon, gasing, yoyo, bola bekel, peralatan memasak mini, hingga ketapel. Bahannya pun beragam. Mulai dari kertas, kayu, plastik, karet, logam, lilin malam, dan bambu.

Baca juga:
10 Ikan Cupang yang Banyak Diminati, Berikut Cara Merawatnya
Menyulap Kolong Flyover Jadi Taman Sayur
Kreasi Seniman Tato Palestina
13 Jenis Tanaman Hias Daun yang Sedang Tren, Sudah Punya Semua?
Lonjakan Bisnis Cupang Hias di Masa Pandemi

Gaya Crazy Rich Saat Santai

Menengok Kebun Binatang Pribadi Milik Orang Kaya Uni Emirat Arab

Merdeka.com 2021-03-05 14:03:08
Kebun binatang pribadi orang kaya Uni Emirat Arab. ©Karim Sahib/AFP
Menengok Kebun Binatang Pribadi Milik Orang Kaya Uni Emirat Arab
Seekor anak harimau bermain bola di kebun binatang pribadi Al-Buqaish di Teluk Emirat Sharjah, Uni Emirat Arab, pada 2 Maret 2021. Orang-orang kaya Arab memiliki kegemaran memelihara hewan-hewan buas, mulai dari singa, harimau, hingga beruang.
Menengok Kebun Binatang Pribadi Milik Orang Kaya Uni Emirat Arab
Seekor singa putih bola di kebun binatang pribadi Al-Buqaish di Teluk Emirat Sharjah, Uni Emirat Arab, pada 2 Maret 2021. Orang-orang kaya Arab memiliki kegemaran memelihara hewan-hewan buas, mulai dari singa, harimau, hingga beruang.
Menengok Kebun Binatang Pribadi Milik Orang Kaya Uni Emirat Arab
Hewan-hewan buas tersebut sudah terlatih sehingga mereka bisa hidup berdampingan dengan manusia.
Menengok Kebun Binatang Pribadi Milik Orang Kaya Uni Emirat Arab
Seekor beruang tengah diberi makanan di kebun binatang pribadi Al-Buqaish di Teluk Emirat Sharjah, Uni Emirat Arab, pada 2 Maret 2021.
Menengok Kebun Binatang Pribadi Milik Orang Kaya Uni Emirat Arab
Memelihara hewan-hewan buas ini merupakan sebuah kebanggaan bari orang kaya Arab.
Menengok Kebun Binatang Pribadi Milik Orang Kaya Uni Emirat Arab
Singa putih bermain dengan pelatih di kebun binatang pribadi Al-Buqaish di Teluk Emirat Sharjah, Uni Emirat Arab, pada 2 Maret 2021.
Menengok Kebun Binatang Pribadi Milik Orang Kaya Uni Emirat Arab
Seekor singa putih mengejar bola di kebun binatang pribadi Al-Buqaish di Teluk Emirat Sharjah, Uni Emirat Arab, pada 2 Maret 2021.

Robot dari Sampah

Ade Sang Pengrajin Barang Bekas, dari Sampah Jadi Rupiah

Merdeka.com 2021-03-03 11:00:00
Ade Pengrajin Barang Bekas, dari Sampah Jadi Rupiah. ©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Tak selamanya barang bekas menjadi sampah, di tangan seorang pria paruh baya bernama Ade Syarifudin sampah justru mendulang rupiah. Hal ini bermula dari permintaan seorang anak tetangga yang ingin dibuatkan motor-motoran dari kaleng bekas.

Sejak saat itu, pria berusia 63 tahun ini mulai mendalami bisnis ini. Bermodalkan barang-barang bekas hasil temuannya saat jalan-jalan, ia membuat kerajinan moge dan vespa dengan alat seadanya.

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Sejak tahun 2017, pria yang akrab disapa Ade ini mulai mengembangkan ide membuat miniatur vespa dan moge. Kerajinan tangan yang didukung penuh oleh istri dan anaknya ia garap secara serius.

Rumah kecil di dalam gang sempit di Jalan Sasak Gantung, Kelurahan Balong Gede, Kecamatan Regol, Kota Bandung ini tempat pria berkacamata ini bereksperimen dengan barang-barang bekasnya. Dari kaleng bekas minuman, sampah elektronik, almunium bekas, payung bekas dan apapun yang Ade temukan bisa ia sulap menjadi barang bernilai ekonomi.

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Pria berusia 63 tahun ini memang memiliki hobi melukis sejak kecil. Ia juga gemar melihat motor antik seperti vespa dan motor gede (moge). Mengamati detail motor antik dari mesin, bentuk membuat ingatan visualnya sangat tajam.

Meski sudah membuat minatur vespa dan moge berulang kali, Ade belum pernah memiliki kedua motor tersebut. Pria yang memiliki lima anak ini hanya melihat selintas lalu membuat dengan modal ingatannya saja.

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Tak hanya vespa dan moge, pria di Bandung ini juga membuat robot dengan persenjataan lengkap. Untuk kedepannya, Ade berencana membuat pesawat tempur F15 dan tank.

Ade membanderol produknya dengan harga yang terbilang ekonomis sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 250rb. Harga hasil buah tangannya ini sesuai dengan tingkat kesulitan pembuatannya.

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Setiap produk yang ia buat memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda dan waktu pembuatan yang bervariatif. Untuk vespa Ade membutuhkan waktu satu sampai dua hari.

Sedangkan moge membutuhkan waktu sekitar 2 minggu. Berbeda dari vespa dan moge, Ade membutuhkan waktu hingga 1 bulan untuk membuat minatur robot. Robot memang punya tingkat kesulitan yang berbeda karena memiliki detail yang pelik.

Keindahan Curug Tingkat Tiga

Kesejukan Air Terjun Tiga Tingkat Curug Sewu Kendal

Merdeka.com 2021-03-05 13:00:00
Kesejukan Air Terjun Tiga Tingkat Curug Sewu Kendal. ©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Pencinta wisata alam tidak boleh melewatkan air terjun yang satu ini, Curug Sewu. Air terjun yang berada di Desa Wisata Curug Sewu, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini memiliki keindahan yang memanjakan mata setiap pengunjungnya.

Berbeda dari air terjun lainnya, Curug Sewu memiliki keistimewaan tersendiri. Air terjun Curug Sewu memiliki 3 tingkat air terjun dengan total ketinggian 70 meter. Masing-masing memiliki ketinggian 45 meter, 15 meter dan 20 meter.

Dilihat dari atas bukit, keindahan air terjun ini sangat asri dengan pepohonan hijau di sekelilingnya. Kamu akan dibuat takjub dengan lukisan tangan Tuhan yang satu ini.

©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Spot terbaik Curug Sewu berada di bawah. Dari bawah, kamu dapat merasakan kesejukan air Curug Sewu yang jernih. Saat tertentu, kamu juga bisa melihat goresan pelangi yang muncul di antara air terjun.

Bunyi gemercik air, semilir angin dan hawa yang sejuk di sekitar Curug Sewu membuat pikiran kamu lebih segar dan menenangkan. Enggak heran jika pengunjung betah berlama-lama di wisata yang terkenal di Kota Kendal ini.

©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Pesona Air Terjun Curug Sewu dari samping. Di antara semak-semak dan pepohonan terlihat aliran air terjun Curug Sewu yang jernih dan deras. Aliran air terjun tiga tingkat ini langsung melewati bebatuan yang ada di depannya.

Meski begitu, pengunjung tidak diperkenankan untuk berenang karena debit air yang deras. Demi keselamatan, kamu hanya bisa bermain air di tempat yang sudah disediakan.

©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Untuk menikmati keelokan Curug Sewu, kamu harus menyusuri jalan setapak. Tak perlu khawatir, jalan setapak ini sudah rapi dan tertata dengan baik.

Sepanjang perjalanan, kamu akan disuguhkan dengan pepohonan yang lebat dan berwarna hijau. Namun, saat musim hujan kamu wajib hati-hati karena jalanan bisa licin.

©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Selain pesona Curug Sewu, pengunjung juga bisa berfoto di tebing dengan pemandangan pepohonan yang hijau pekat. Fasilitas yang tersedia di Curug Sewu juga sudah lengkap seperti area parkir yang luas, toilet, ruang ganti, taman, warung makan dan arena bermain anak-anak.

Hanya berjarak sekitar 40 km ke selatan dari kota Kendal, lokasi Curug Sewu ini strategis dan mudah dijangkau. Cukup mengeluarkan dana Rp 7 ribu kamu pun bisa menikmati kesejukan air terjun tiga tingkat ini.


Dilarang Masuk Jakarta?

Aturan Usia Kendaraan di Jakarta Diusulkan Berbentuk Perda

Merdeka.com 2021-03-01 10:24:56
Kemacetan Jakarta. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Anggota DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak mengatakan, dasar hukum pembatasan usia kendaraan yang melintas di Ibu Kota sebaiknya berbentuk Peraturan Daerah (Perda). Namun, sebelum aturan ini dibuat, Pemprov memastikan seluruh tahapan sudah dirancang dengan baik.

"Kebijakan mengenai ini haruslah melalui Perda, karena sifatnya memaksa, sesuai Ingub 'memastikan'. Membatasi umur mobil untuk alasan kualitas udara adalah baik, tetapi dengan melalui tahapan perencanaan yang baik," katanya di Jakarta, Senin (1/3).

Politikus PDIP itu menuturkan, seharusnya ada tahapan yang dilalui agar tidak memberatkan masyarakat dalam kebijakan usia kendaraan.

Selama ini, kata Gilbert, kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan di bidang transportasi tidak menyentuh secara komprehensif. Pemprov DKI dinilai lebih mengutamakan jalur sepeda yang mempersempit selebar dua meter badan jalan.

"Padahal jalur sepeda banyak yang tidak dilalui sepeda dengan jumlah cukup, dan sebagian besar jadi jalur sepeda motor dan parkir mobil. Sementara trotoar diperbesar, sehingga makin mempersempit jalur mobil dan motor," tutupnya.

Diketahui, Anies mengeluarkan instruksi gubernur (ingub) yang berisi rencana larangan kendaraan pribadi yang berusia lebih dari 10 tahun melintas di jalan DKI Jakarta pada 2025.

Ingub tersebut dikeluarkan dengan Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara Ibu Kota pada 1 Agustus 2019.

Dengan adanya aturan tersebut, timbul pertanyaan di masyarakat bagaimana nasib kendaraan yang dikeluarkan sebelum tahun 2015. Anies menjawab bahwa hal itu adalah tanggung jawab masing-masing pemilik, bukan Pemprov.

"Jadi bukan masalah kendaraannya diapakan, itu masalah pribadinya," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (2/8).

Anies menyatakan, Pemprov tidak akan menghancurkan mobil-mobil tua berusia di atas 10 tahun pada 2025 mendatang. Bagaimana nasib kendaraan tua menurutnya akan ada aturan tersendiri nantinya.

"Enggak dong. Tidak ada. Itu nanti diatur sendiri. Itu adalah masalah izin beroperasinya," ucapnya.

Mantan Mendikbud itu yakin pada 2025 mendatang, aturan itu bisa dilaksanakan sebab masyarakat sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari.

"Karena itulah kita tarik di tahu 2025 sehingga ada ancang- ancang waktu, tapi kalau kendaraan umum kendaraan ini adalah tahun terakhir (usia di atas 10 tahun)," tandasnya.