Volume 24

Pengakuan Mengejutkan Pilot Israel

Mantan Pilot Israel: Tentara Kami Organisasi Teroris yang Dijalankan Penjahat Perang

Merdeka.com 2021-05-19 09:37:21
Yonatan Shapira, mantan pilot Israel. ©HASAN MROUE/AFP

Mantan pilot Angkatan Udara Israel, Yonatan Shapira, menyebut pemerintah dan tentara Israel sebagai “organisasi teroris” yang dijalankan “para penjahat perang”.

Kapten Shapira yang mundur dari tentara Israel pada 2003 saat pecahnya Intifada Kedua Palestina menjelaskan dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu, dia menyadari dia menjadi “bagian organisasi teroris” setelah bergabung dengan tentara.

“Saya menyadari selama Intifada Kedua apa yang dilakukan Angkatan Udara Israel dan militer Israel adalah kejahatan perang, meneror jutaan populasi Palestina. Ketika saya menyadari itu, saya memutuskan tidak hanya mundur tapi mengorganisir pilot lain yang akan secara terbuka menolak terlibat dalam kejahatan ini,” jelasnya, dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (19/5).

“Sebagai seorang anak di Israel, Anda diberikan pendidikan militeristik Zionis yang sangat kuat. Anda hampir tidak tahu apa pun tentang Palestina, Anda tidak tahu tentang Nakba 1948, Anda tidak tahu dengan penindasan yang sedang berlangsung,” lanjutnya.

Sejak meninggalkan tentara Israel, Shapira meluncurkan kampanye yang mendorong anggota militer lain menolak perintah menyerang orang Palestina.

Kampanye itu mendorong 27 pilot militer lainnya dikeluarkan dari jabatannya di Angkatan Udara Israel sejak 2003.

Pekan lalu, pesawat tempur Israel melancarkan ratusan serangan udara di Jalur Gaza, membunuh lebih dari 200 orang, termasuk 55 anak-anak, 33 perempuan, dan melukai 1.230 orang.

Penggali Kubur Berbadan Atletis

Penggali Kubur Padurenan Bekasi Berbadan Atletis, Bak Model

Merdeka.com 2021-05-08 11:18:00
Penggali Kubur Berbadan Atletis. ©2021 Merdeka.com/Ridwan Sank

Seorang pria bertelanjang dada di antara galian tanah.Badannya yang atletis dan kekar di antara makam-makam ini berhasil mencuri perhatian. Kedua lengannya berotot sempurna. Perut rata, sixpack tanpa ada lemak yang bergelambir.

Menopang tangannya di pinggang, tatapan matanya tajam bak elang. Pria muda ini nampak fotogenik di tengah batu nisan dan tumpukan tanah. Gayanya tak jauh berbeda dengan bintang iklan susu suplemen pria yang terkemuka itu.

Pria ini bernama Hasan, seorang penggali kubur. Menggali lubang untuk seseorang yang telah tiada.Cangkul adalah alat tempur yang tak bisa jauh dari jangkauannya. Selalu Ia pegang erat-erat.

©2021 Merdeka.com/Ridwan Sank

Cangkulnya sibuk berayun dari tadi. Beberapa menit sekali Ia berhenti sejenak melepas lelah. Kemudian melanjutkan lagi menggali tanah. Pria yang akrab disapa Bang Hasan ini penggali kubur di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Pedurenan Bekasi.

Ganasnya virus Corona, membuat Hasan sibuk bekerja dari biasanya. Di tempat ia bekerja, TPU Pedurenan Bekasi adalah tempat makam Covid warga Bekasi.Dalam satu hari, Hasan bisa menggali lebih dari 10 lubang. Banyaknya lubang yang harus ia gali, membuat badannya menjadi atletis.

Dengan tubuh atletisnya, pekerjaan menggali kubur tentu saja hal yang mudah. Galian tanahnya bak sedang olahraga untuk menjaga badannya tetap ideal.

©2021 Merdeka.com/Ridwan Sank

Aksi Hasan saat menggali kubur. Liukan ototnya tergambar jelas. Kulit sawo matangnya menambah kesan eksotis. Aksi Bang Hasan bisa membuat gagal fokus para peziarah yang sedang berkunjung juga membuat para pria iri dengan tubuhnya yang macho dan menawan.

Tak bisa dipungkiri, memiliki tubuh indah yang atletis merupakan dambaan bagi beberapa pria. Beberapa pria pun rela menempuh berbagai metode perawatan untuk mendapat bentuk tubuh yang ideal. Enggak sedikit pula yang rela merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah demi penampilan yang kece dari ujung kaki hingga kepala.

Para pria yang ingin memiliki tubuh atletis berotot terkadang harus merelakan waktu dan dananya untuk rajin pergi ke gym. Menjaga pola makan dengan tak memakan nasi dan mengurangi konsumsi gula. Penuh perjuangan.

©2021 Merdeka.com/Ridwan Sank

Pekerjaan sebagai penggali kubur kerap mendapat citra yang kurang menyenangkan di tengah masyarakat. Namun demikian, tugas tidak bisa diremehkan. Para penggali kubur selalu siap kapan pun dibutuhkan.

Kesadaran terhadap tugas serta keikhlasan hati membuat mereka bersedia bekerja kapan saja. Mengantarkan jiwa yang telah tiada ke tempat peristirahatan yang abadi.

Dianggap Obat Corona

Dokter di India Peringatkan Warga: Kotoran & Urin Sapi Bukan Ramuan Pencegah Covid-19

Merdeka.com 2021-05-11 14:00:00
kumpulan kotoran sapi di India. ©AFP

Para dokter di India memperingatkan warga tentang praktik penggunaan kotoran sapi dengan keyakinan itu akan menangkal Covid-19. Para dokter menegaskan tidak ada bukti ilmiah terkait efektivitas kotoran sapi, justru berisiko menyebarkan penyakit lain.

Pandemi virus corona telah menyebabkan kehancuran di India, dengan 22,66 juta kasus infeksi dan 246.116 kematian yang dilaporkan sejauh ini.

Para ahli mengatakan jumlah sebenarnya bisa lima hingga 10 kali lebih tinggi, dan warga di seluruh negeri berjuang untuk mendapatkan tempat tidur rumah sakit, oksigen, atau obat-obatan. Kondisi itu menyebabkan banyak orang meninggal karena kurangnya perawatan.

Dilansir Antara, Selasa (11/5), di negara bagian Gujarat di India barat, beberapa orang yang percaya mendatangi tempat penampungan sapi seminggu sekali untuk membalur tubuh mereka dengan kotoran dan air kencing sapi, dengan harapan itu akan meningkatkan kekebalan mereka atau membantu mereka pulih dari infeksi virus corona.

Dalam agama Hindu, sapi adalah simbol suci kehidupan dan bumi, dan selama berabad-abad umat Hindu telah menggunakan kotoran sapi untuk membersihkan rumah mereka dan untuk ritual doa karena dipercaya memiliki khasiat pengobatan dan antiseptik.

“Kami melihat bahkan dokter datang ke sini. Keyakinan mereka adalah bahwa terapi (dengan kotoran sapi) ini meningkatkan kekebalan mereka dan mereka dapat pergi dan merawat pasien tanpa rasa takut,” jelas Gautam Manilal Borisa, seorang manajer asosiasi di sebuah perusahaan farmasi.

Borisa mengatakan praktik pengobatan dengan kotoran sapi tersebut membantunya pulih dari Covid-19 tahun lalu.

Sejak itu ia menjadi anggota tetap Shree Swaminarayan Gurukul Vishwavidya Pratishthanam, yakni sebuah sekolah yang dikelola pendeta Hindu yang terletak tepat di seberang jalan dari markas besar Zydus Cadila di India, yang sedang mengembangkan vaksin Covid-19.

Saat para peserta menunggu kotoran dan campuran urin sapi di tubuh mereka mengering, mereka memeluk atau menghormati sapi di tempat penampungan, dan berlatih yoga untuk menaikkan tingkat energi. Mereka kemudian dibasuh dengan susu atau mentega susu cair.

Para dokter dan ilmuwan di India dan di seluruh dunia telah berulang kali memperingatkan agar tidak mempraktikkan pengobatan alternatif untuk Covid-19, alih-alih memberikan rasa aman, justru akan memperumit masalah kesehatan yang sudah ada.

“Tidak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi atau urin bekerja efektif untuk meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19, itu sepenuhnya didasarkan pada keyakinan,” jelas presiden nasional Asosiasi Medis India, Dr. JA Jayalal.

“Ada juga risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat mengolesi atau mengonsumsi produk (dari sapi) ini, yaitu penyakit lain dapat menyebar dari hewan ke manusia,” lanjutnya.

Ada juga kekhawatiran bahwa praktik tersebut dapat berkontribusi pada penyebaran virus lebih lanjut karena melibatkan orang yang berkumpul dalam kelompok.

Madhucharan Das, yakni pengelola yang bertanggung jawab atas penampungan sapi lain di Ahmedabad, mengatakan mereka membatasi jumlah peserta praktik pengobatan tersebut.

Geger Mumi Hamil

Ilmuwan Polandia Temukan Mumi Perempuan Mesir Kuno yang Sedang Hamil

Merdeka.com 2021-05-04 16:00:00
Mumi perempuan Mesir kuno yang sedang hamil. ©Aleksander Leydo/Warsaw Mummy Project/AFP

Satu mumi Mesir yang selama puluhan tahun dikira seorang pendeta pria baru-baru ini diketahui bahwa dia adalah seorang perempuan hamil, yang menjadi temuan pertama menurut para ilmuwan.

Para ilmuwan di Polandia membuat penemuan ini saat melakukan penelitian komprehensif yang dimulai pada 2015 terhadap lebih dari 40 mumi di Museum Nasional Warsawa. Hal ini disampaikan seorang arkeolog dan direktur Proyek Mumi Warsawa, Wojciech Ejsmond, yang memimpin penelitian tersebut.

Temuan ini diterbitkan bulan lalu dalam The Journal of Archaeological Science.

“Ini benar-benar mengejutkan,” jelas Ejsmond, dikutip dari The New York Times, Selasa (4/5).

“Antropolog kami sedang melakukan pengecekan ganda area panggul mumi untuk memastikan jenis kelaminan mumi tersebut dan memeriksa semuanya, dan dia memperhatikan sesuatu yang aneh di wilayah panggul itu, semacam kelainan,” jelasnya.

Kelainan itu ternyata kaki kecil janin, diperkirakan berusia sekitar 26 sampai 30 minggu saat itu, menurut temuan tim. Pemindaian komputer dan X-ray mengungkap perempuan itu meninggal ketika dia berusia sekitar 20 sampai 30 tahun.

Berdasarkan penelitian non-invasif, para ilmuwan menyimpulkan mumi itu dibuat sekitar abad pertama SM. Jenazah itu milik seorang perempuan bangsawan yang dibungkus linen dan kain tenun polos dan disertai "dengan sekumpulan set jimat,” tulis para peneliti dalam temuan mereka.

Walaupun pemakaman perempuan hamil Mesir kuno telah ditemukan sebelumnya, ini adalah penemuan pertama mumi perempuan hamil.

“Ini seperti menemukan harta karun saat Anda memetik jamur di hutan,” jelas Ejsmond.

“Kami sangat gembira dengan penemuan ini.”

Mumi tersebut, yang disumbangkan ke Universitas Warsawa pada tahun 1826, akhirnya disimpan di Museum Nasional di Warsawa. Mumi itu disebut "mumi seorang nyonya" pada abad ke-19, tulis para peneliti.

Namun, hal itu berubah pada abad berikutnya ketika hieroglif yang diterjemahkan pada peti mati dan penutup mumi mengungkapkan nama seorang pendeta Mesir, Hor-Djehuty. Pemeriksaan radiologi yang dilakukan pada tahun 1990-an juga membuat beberapa orang menafsirkan jenis kelamin mumi itu adalah laki-laki.

Menurut korespondensi abad ke-19, mumi tersebut ditemukan di makam kerajaan Thebes di Mesir, tetapi para ilmuwan ragu-ragu untuk mencirikannya sebagai asal mumi resmi mumi tersebut.

Menurut Ejsmond, ada kalanya mumi tidak cocok dengan peti mati tempat mereka disimpan.

Dalam kasus mumi hamil, para ilmuwan menulis dalam penelitian mereka, “Orang hanya dapat berspekulasi bahwa mumi itu ditaruh di peti mati yang salah secara tidak sengaja di zaman kuno, atau dimasukkan ke dalam peti mati secara acak oleh pedagang barang antik di abad ke-19.”

Pasukan Maut Hamas Palestina

Menakar Kekuatan Brigade Al-Qassam, Sayap Militer Hamas di Gaza

Merdeka.com 2021-05-25 19:14:45
Roket Qassam. au.ibtimes.com

Sejak mengendalikan Jalur Gaza pada 2007, Hamas terus mengembangkan persenjataannya, terlepas dari blokade yang diberlakukan Mesir dan Israel. Dalam pertempuran terbaru dengan Israel, Hamas meluncurkan sekitar 3.500 roket ke wilayah Israel, sebagai balasan serangan membabi buta Israel yang banyak menewaskan warga sipil.

Hamas juga memiliki organisasi sayap yang bernama Izzuddin Al-Qassam atau biasa disebut Brigade Al-Qassam. Saat ini Al-Qassam dipimpin oleh Mohammed Deif dan wakilnya, Marwan Issa. Pasukan ini disebut sebagai kelompok dengan peralatan terbaik dan terbesar yang beroperasi di wilayah Gaza, seperti dikutip dari lama European Council on Foreign Relation (ECFR), Selasa (25/5).

Pasukan ini terbentuk pada pertengahan 1991. Pada awal Intifada Kedua, kelompok ini menjadi target utama Israel. Kekuatan dan kemampuan pasukan melakukan serangan yang kompleks mengejutkan banyak pengamat.

Nama Al-Qassam diambil dari nama seorang ulama Izzuddin Al-Qassam di Palestina. Izzuddin Al-Qassam mengorganisir dan membentuk organisasi untuk menentang Zionisme dan penjajahan Inggris dan Prancis di wilayah Mediterania Timur yang meliputi wilayah Lebanon, Suriah, Yordania, Israel, dan Palestina saat ini.

Brigade Al-Qassam mengoperasikan beberapa sel di Tepi Barat, tapi banyak yang hancur dalam sejumlah operasi serangan Israel pada 2004. AS menetapkan Hamas sebagai organisasi teroris, dan pemimpin al-Qassam, Mohammed Deif juga diklasifikasikan sebagai teroris.
Tujuan terbentuknya pasukan ini adalah untuk berkontribusi membebaskan Palestina dari penjajahan Israel dan mengembalikan hak-hak rakyat Palestina.

Sejak pembentukannya pada 1991, kemampuan militer pasukan ini meningkat signifikan, dari senjata api sampai roket yang diberi nama Qassam dan lainnya.

Dikutip dari laman The Associated Press, roket Qassam merupakan roket rakitan sendiri. Roket ini pertama kali ditembakkan pada 2001, setahun setelah pecahnya Intifada Kedua.

Brigade Al-Qassam juga memiliki persediaan besar senjata otomatis ringan dan granat, roket rakitan, mortir, bom, sabuk bunuh diri, dan bahan peledak. Kelompok ini juga terlibat dalam pelatihan bergaya militer yang berlangsung di Gaza. Pasukan ini juga disebut memiliki berbagai peluru kendali anti-tank.

Jumlah anggota pasukan ini hanya diketahui oleh pimpinan Brigade. Namun pada 2011, Israel memperkirakan jumlahnya beberapa ratus orang yang mendapatkan pelatihan ala militer di Iran dan Suriah, seperti dikutip dari arsip di laman Kementerian Luar Negeri Israel.

Selain itu, Brigade Al-Qassam diperkirakan memiliki 30.000 operasi "dengan berbagai tingkat keterampilan dan profesionalisme" yang merupakan anggota pasukan keamanan internal, Hamas, dan pendukung mereka. Operasi ini diharapkan dapat memperkuat Brigade dalam "situasi darurat." Sumber lain memperkirakan kekuatan mereka pada 30.000-50.000.


Persenjataan Hamas

Sebelum pertempuran Israel dan Hamas baru-baru ini, komandan Al-Qassam, Mohammed Deif memperingatkan, Israel akan membayar harga yang mahal jika mengusir warga Palestina dari rumahnya di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur yang diduduki.

“Brigade Al-Qassam tidak akan bungkam menghadapi serangan di lingkungan Sheikh Jarrah,” ujarnya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al-Araby.

“Mereka akan membayar harga yang mahal jika agresi terhadap rakyat kami di lingkungan Sheikh Jarrah tidak dihentikan segera.”

Deif kerap lolos dari sejumlah percobaan pembunuhan. Dia diyakini lumpuh setelah selamat dari salah satu serangan. Menurut Hamas, serangan udara Israel pada 2014 menewaskan istri dan putranya yang masih bayi.

Persenjataan Roket Hamas

Roket R-160

Selain roket yang diberi nama Qassam, Hamas juga memiliki roket R-160 atau roket rakitan dengan jarak terjauh. Roket ini pertama kali ditembakkan pada 2014 dan mencapai Haifa, Israel. “R″ mengacu pada nama Abdel-Aziz Rantissi, pejabat senior Hamas yang terbunuh dalam serangan udara Israel 2004. 160 merupakan jarak jangkauannya.

Roket J-80

Roket ini juga diproduksi secara lokal, diambil dari nama komandan Ahmed Jabari yang tewas dalam serangan udara Israel pada 2012.

Roket M-75

Hamas memamerkan roket ini pada 2014, mengklaim roket ini rakitan sendiri. Tapi para ahli meyakini ini merupakan versi roket Fajr 5 Iran, yang diperoleh Iran pada 1990-an dan berbasis pada teknologi China.

Hamas juga memiliki sejumlah roket Grad Rusia. Proyektil ini memiliki jarak tempuh sekitar 20 kilometer dan diyakini dikirim melalui Iran.

Terowongan Hamas

Hamas telah membangun jaringan terowongan canggih. Ini termasuk terowongan serangan yang berada di bawah pagar perimeter Gaza-Israel, yang digunakan untuk menyusup ke Israel.

Terowongan pertahanan, berlokasi jauh dari perbatasan, digunakan untuk menyimpan senjata dan untuk persembunyian.

Hamas pertama kali menggunakan terowongan-terowongan ini pada 2006, dalam serangan lintas perbatasan yang menewaskan dua tentara Israel. Hamas juga menggunakan terowongan pada pertempuran 2014.

Dalam pertempuran tersebut, Israel mengklaim menemukan dan menghancurkan 32 terowongan. Israel juga mengklaim menemukan dan menghancurkan terowongan lainnya.

Senjata Impor

Mortir: Mortir ini diyakini diselundupkan dari Libya melalui Mesir.

Rudal anti-tank berpemandu laser buatan Rusia: Beberapa tahun lalu, Hamas pernah menembakkan rudal ini, yang disebut Kornet, ke bus yang ditumpangi tentara Israel. Pada 2006, pasukan Hizbullah di Lebanon menyerang tentara Israel dengan senjata ini, menewaskan puluhan tentara.

Drone: Hamas telah mengembangkan program drone tahap awal, menampilkan gambar bidang Israel yang konon difilmkan oleh pesawat ini. Tidak diketahui apakah drone ini pernah digunakan dalam serangan.

Baca juga:
Pemukim Israel Serukan Penggempuran Masjid Al-Aqsa
Pilot Israel Hancurkan Gedung di Gaza Sebagai Bentuk Pelampiasan karena Frustrasi
Polisi Israel Luncurkan Operasi Penangkapan Massal Orang Palestina
Wanita Yahudi Ini Menangis Dukung Palestina, Ungkap Kebohongan Israel Selama Ini
Berapa Besar Uang yang Digelontorkan Amerika Serikat untuk Israel?
Bunuh 40 Warga Palestina, Tentara Israel Ini Stres Didatangi Korban yang Dibunuhnya

Gempurannya Bikin Marah Dunia

“Apartheid Israel di Palestina Jauh Lebih Parah dari Apartheid di Afrika Selatan”

Merdeka.com 2021-05-20 14:46:43
bentrokan warga palestina dengan aparat keamanan israel di al aqsa. ©AFP

Agresi militer Israel di Jalur Gaza telah menewaskan 212 warga Palestina, termasuk 61 anak-anak, 35 perempuan, dan 16 lansia. Israel melancarkan serangan udara sejak lebih dari sepekan lalu, menghancurkan sejumlah bangunan, termasuk blok rumah susun warga dan klinik laboratorium tes Covid-19.

Memanasnya ketegangan di wilayah tersebut berawal dari rencana pengusiran paksa keluarga Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur yang diduduki. Sejumlah warga menggelar demonstrasi menentang rencana Israel tersebut.

Israel ingin mengusir warga Palestina yang telah puluhan tahun tinggal di lingkungan tersebut. Israel ingin membangun di Yerusalem Timur yang diklaim sebagai wilayahnya. Pada 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat itu memutuskan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem Timur.

“Jadi tidak diakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Jadi sekarang semua dianggap sebagai ibu kota Israel, that’s why itu mulai diperketat semuanya dan by the way, keadaan untuk orang Yerusalem I think tidak ada seseorang di dunia ini dengan keadaan bisa hidup dengan keadaan mereka,” jelas Ketua Komunitas Palestina di Indonesia, Murad Halayqa, kepada Merdeka.com, saat dihubungi pada Rabu (19/5).

Murad mengatakan saat ini jumlah penduduk Palestina di Yerusalem hanya 300.000 jiwa. Padahal pada 1967, jumlah penduduk Yahudi di Yerusalem hanya 20 persen dan 80 persen merupakan orang Arab Palestina termasuk Kristen dan Muslim.
“Sekarang terbalik, gara-gara kebijakan Israel yang rasis, sekarang 80 persen orang Yahudi dan 20 persen orang Palestina,” sebutnya.

“Jadi dasar masalahnya itu Yerusalem, mulai dari Sheikh Jarrah,” lanjutnya.

Selain rencana pengusiran paksa warga Palestina di Sheikh Jarrah, upaya pengusiran warga juga dilakukan Israel melalui penerapan sistem pajak yang diskriminatif. Murad mengatakan ada yang namanya Arnona atau semacam pajak bangunan yang diterapkan pemerintah Israel untuk warga Yerusalem dengan nilai yang cukup tinggi dan menurutnya itu merupakan pajak tertinggi di dunia.

Dia mencontohkan sebuah toko kecil di Kota Tua Yerusalem seukuran 2x3 meter pajaknya bisa mencapai jutaan dolar per tahun.

“Untuk memaksa orang keluar, untuk usir orang,” ujarnya.

Orang Palestina juga tidak diizinkan membangun rumah di daerah Yerusalem Timur. Kalau nekat membangun sendiri tanpa izin, terancam akan dihancurkan buldozer Israel. Anehnya warga Palestina yang harus membayar buldozernya atau menghancurkan sendiri rumahnya.

“Jadi itu apartheid. Ini jauh lebih parah dari di Afrika Selatan,” tegasnya.


Popularitas Netanyahu merosot

Mengenai ketegangan yang pecah di akhir Ramadan, Murad mengatakan tidak ada kaitannya dengan Muslim maupun Ramadan. Menurutnya ketegangan tersebut merupakan alat politik yang sengaja diciptakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk melanggengkan kekuasannya.

Popularitas PM sayap kanan itu merosot karena dugaan kasus korupsi. Warga Israel sejak beberapa bulan lalu turun ke jalan, berunjuk rasa menentang Netanyahu karena tuduhan korupsi.

“Jadi dia membuat masalah ini agar dia tidak jatuh tahta, agar dia tetap berkuasa. Karena kalau dia tidak berkuasa lagi dia akan langsung ditangkap, divonis soal korupsi, banyak kasus korupsinya,” ujarnya.

Netanyahu, lanjutnya, memanfaatkan kelompok ekstrem atau radikal, termasuk parpol sayap kanan yang memiliki kursi di Knesset atau parlemen Israel.

Pada 28 April, ada dua kelompok ekstrem Yahudi, salah satunya Lehava, yang mau masuk ke Masjid Al-Aqsa, saat jemaah Muslim sedang berkumpul untuk memperingati Lailatul Qadar. Kelompok ini dilindungi aparat Israel. Saat orang Palestina berusaha menghalangi mereka, mereka justru diserang dan ditangkap.

Masjid Al-Aqsa merupakan tempat paling suci ketiga bagi umat Islam seluruh dunia, bukan hanya bagi rakyat Palestina. Hamas kemudian mengeluarkan ultimatum, meminta aparat Israel mundur dari Al-Aqsa, jika tidak, mereka akan meluncurkan roket ke Israel.

“Tapi itu tidak berarti Hamas yang mulai, Hamas itu bereaksi. Apa yang dibuat sama Hamas itu reaksi dan itu 99 persen dari rakyat Palestina mendukung (tindakan Hamas) itu,” jelasnya.

Murad menjelaskan, masyarakat Palestina berasal dari beragam latar belakang ideologi; ada yang liberal, sosialis, islamis, nasionalis. Namun terkait soal Yerusalem, soal hak-hak Palestina, tidak ada perbedaan dan mereka satu suara, termasuk soal pertahanan diri.

“Kalau soal resistance, tidak ada, semua bersama, semuanya mendukung,” ujarnya.

“Soal pola pikir Hamas saya tidak setuju 100 persen tapi soal melindungi tanah suci Masjidil Aqsa, melindungi orang saya, saya 100 persen sama Hamas.”

Kekalahan Israel

Ditanyai terkait prediksinya apakah ketegangan di Palestina akan meluas ke wilayah lain di luar Gaza, Murad memperkirakan dua hari lagi akan ada gencatan senjata dan Israel akan menyerah. Hal ini tidak lepas dari dukungan yang mengalir dari masyarakat dari berbagai penjuru dunia. Solidaritas untuk rakyat Palestina datang dari berbagai kelompok di berbagai negara. Demonstrasi menentang penjajahan Israel berlangsung di berbagai kota di dunia. Muncul kesadaran baru mengenai pentingnya membebaskan Palestina dari cengkeraman kolonialisme Israel.

“Dari Hollywood, dari semua agama, semua negara, semua mendukung Palestina,” ujarnya.

Bahkan dari tokoh dan kelompok Yahudi juga mendukung Palestina. Murad menyebut seorang intelektual Noam Chomsky dan B’Tselem, organisasi HAM di Israel yang menyatakan tindakan pemerintah Israel masuk kategori apartheid.

“Kejadian-kejadian ini pada dasarnya ada positifnya bahwa masalah Palestina dijadikan prioritas dan membuktikan walaupun semua umat Islam dan negara Arab punya masalah sendiri tapi kalau ada masalah di Palestina itu langsung jadi nomor satu,” ujarnya.

Baca juga:
Para Karyawan Google Desak Bos Mereka Dukung Palestina
Melihat Tank-Tank Israel Gempur Jalur Gaza
Pemerintah Inggris Dukung Serangan Udara Israel ke Gaza
Aksi Dukungan Palestina Tumpah di Jalan Basuki Rahmat
Saudi Tegaskan Dukungan untuk Negara Palestina & Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota
Massa PKS Gelar Aksi Solidaritas Dukung Palestina


Kerugian Israel

Selain solidaritas untuk Palestina, Murad mengatakan Israel juga telah kalah dari dalam. Sistem pertahanan rudalnya yang terkenal canggih, Iron Dome, tidak lagi efektif. Padahal Israel telah menghabiskan dana USD 180 juta untuk sistem ini.

“Mereka kemarin bilang dengan solidaritas yang tinggi (untuk Palestina) seperti ini akan menjelekkan citra Israel di dunia dan kami harus berhenti. Tapi sekarang siapa yang memaksa? Jenderal-jenderal militer karena mereka merasa terhina belum dapat sesuatu karena yang mereka bom di Gaza itu permukiman orang, dan tidak dapat sesuatu dari apa yang mereka bilang Hamas, metro (terowongan bawah tanah) Hamas, yang di bawah sana, tidak dapat sesuatu dan dari dalam Israel tidak bisa,” jelasnya.

Murad juga mengatakan kerugian Israel per hari mencapai USD 60 juta, di mana nilai rudal yang mereka lontarkan ke Gaza senilai USD 1 miliar. Sehingga mereka tidak bisa bertahan lebih lanjut.

“That’s why saya bilang ini expectation saya itu paling, paling dua hari, mereka tidak bisa tahan lagi. Tapi kemarin Hamas bilang kalau kalian mau lanjut kami siap untuk meluncurkan roket enam bulan ke depan. Tapi apakah Israel bisa tahan enam bulan ke depan? Tidak bisa.”

Pariwisata yang menjadi sektor andalan Israel terpengaruh dengan ketegangan saat ini. Bandara ditutup dan tidak ada wisatawan yang datang. Israel rugi secara ekonomi.

‘Hubungan terpaksa’

Selalu ada kemungkinan perdamaian Palestina dan Israel di masa depan. Tapi dengan syarat, semua tanah yang dirampas Israel harus dikembalikan kepada rakyat Palestina.

“Saya datang ke rumah Anda, ambil tanah Anda, Anda tinggal di pengungsian, terus saya bilang ayo kita hidup dengan damai. Anda bisa terima itu?” kata Murad.

Saat ini, menurutnya hubungan orang Palestina dengan orang Israel itu hubungan terpaksa. Pasalnya, segala hal dalam kendali Israel. Perbatasan, listrik, air, dikendalikan Israel.

Orang Palestina membayar pajak dua kali; untuk pemerintah Israel dan untuk pemerintah Palestina. Pajak bukan dikumpulkan pemerintah Palestina, tapi sesuai Perjanjian Oslo, dikumpulkan Israel dan Israel yang akan menyalurkan ke Palestina kapan pun mereka mau.

“Sejak Trump akui Yerusalem, Presiden Palestina bilang kami tidak mau negosiasi lagi dengan pemerintah radikal di Israel. Israel bilang semua duit pajak tidak dikasih untuk pemerintah Palestina sampai dua tahun. Dua tahun pegawai pemerintah tidak dapat gaji,” jelasnya.

Gaji baru dibayarkan beberapa bulan lalu setelah ada perintah dari Presiden AS Joe Biden, yang menjadi sekutu dekat Israel.

“Jadi kami tidak ada masalah berdasarkan agama tapi saya ada masalah dengan siapapun mau Islam, Kristen, Yahudi, yang datang ke rumah saya dan dia usir saya dan dia bilang ini tanah perjanjian sama Tuhan 3000 tahun yang lalu, siapa yang mau terima ini? Tidak ada.”

Murad juga mengatakan, di bawah penjajahan Israel, hampir sepertiga rakyat Palestina pernah masuk penjara Israel.

Dia mengisahkan pengalamannya saat baru datang ke Indonesia pada 2009 lalu. Waktu itu dia pergi ke Bandung. Perjalanan Jakarta-Bandung selama tiga jam menggunakan mobil lancar tanpa hambatan, tanpa ada pemberhentian atau pemeriksaan.

“Saya waktu itu senangnya luar biasa karena tiga jam dari Jakarta ke Bandung tidak ada yang berhentikan saya. Karena kebiasaan itu di Tepi Barat setiap 20 menit ada pos pemeriksaan. Pos pemeriksaan mereka tidak cek sesuatu, untuk membuat hidup susah, itu saja. Untuk memprovokasi. Jadi kalau ada reaksi, ada dua kemungkinan, masuk penjara atau ditembak, that’s it,” jelasnya.

“Jadi tidak bisa kalau ada orang bilang perdamaian, itu tidak masuk akal karena tidak bisa, ini negara ingin menguasai semua, secara negatif, bukan secara positif,” pungkasnya.

Baca juga:
Para Karyawan Google Desak Bos Mereka Dukung Palestina
Pemerintah Inggris Dukung Serangan Udara Israel ke Gaza
Gencatan Senjata Palestina-Israel Diprediksi Terjadi Jumat Ini
Cerita Pemuda Israel Dihukum Karena Tolak Jadi Tentara, Alasannya Tak Terduga
Seorang Jurnalis Radio Palestina Tewas Saat Rumahnya di Gaza Hancur Dibom Israel
VIDEO: Daftar Presiden AS yang Bela Agresi Israel dari Masa ke Masa
Anak-anak Gaza yang Paling Berat Menanggung Derita Akibat Kekerasan Terbaru Israel
Gencatan Senjata Belum Jelas, Netanyahu Sebut Israel akan Terus Gempur Gaza
Joe Biden Menghindar Saat Ditanya Wartawan Soal Israel
Presiden Afsel: Situasi di Gaza Mengingatkan Masa Rezim Apartheid

'Rakyat Sekarat Ditembak Militer'

Miss Myanmar Serukan Perlawanan Terhadap Junta Militer di Ajang Miss Universe

Merdeka.com 2021-05-17 13:04:00
miss myanmar di ajang miss universe. © Courtesy MISS UNIVERSE/Handout via REUTERS

Miss Myanmar Thuzar Wint Lwin, kontestan di ajang pemilihan ratu kecantikan dunia, Miss Universe, pekan lalu menyerukan perlawanan terhadap kepemimpinan junta militer yang sudah membunuh ratusan orang sejak mengambil alih kekuasaan pada kudeta 1 Februari lalu.

"Rakyat kami sekarat dan ditembaki militer setiap hari," kata dia dalam sebuah pesan video untuk ajang kompetisi yang digelar di the Seminole Hard Rock Hotel 7 Casion di Hollywood, Florida, Amerika Serikat, seperti dilansir laman Reuters, Senin (17/5).

"Saya ingin mengajak semua orang untuk membahas Myanmar. Sebagai kontestan Miss Universe, sejak kudeta terjadi saya sudah berusaha bersuara semampu saya," kata dia.

Junta militer tidak menanggapi permintaan komentar atas peristiwa ini.

Thuzar Wint Lwin menjadi salah satu dari tokoh selebritas Myanmar di antara para aktor, pemengaruh media sosial, dan atlet olah raga yang bersuara melawan kudeta militer dan penggulingan dan penahanan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.

Kelompok pembela hak asasi manusia Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik mengatakan sedikitnya 790 orang tewas dibunuh aparat keamanan sejak kudeta. Selain itu 5.000 orang ditangkap, termasuk sejumlah selebritas.

Thuzar Wint Lwin tidak berhasil lolos ke tahap selanjutnya dalam kompetisi Miss Universe tapi dia meraih Best National Costume karena memakai pakaian dari etnis Chin yang berasal dari sebelah barat laut Myanmar, tempat kelompok etnis bersenjata berperang melawan junta.

Ketika Wint Lwin berjalan di atas panggung mengenakan kostum nasionalnya dia mengangkat sebuah spanduk bertuliskan "Pray for Myanmar".

Selamat dari Bom Israel

Luapan Kepedihan di Antara Puing Reruntuhan

Merdeka.com 2021-05-21 08:06:00
tim penyelamat selamatkan suzy eshkuntana dari reruntuhan bangunan. ©Muhammad Salam/Reuters

Di atas puing-puing reruntuhan, Anas al-Yazji hilir mudik, membantu tim penyelamat mengangkat dan meminggirkan puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan brutal Israel. Ada satu harapan yang menyemangatinya, dia bakal segera menemukan kekasihnya, Shaimaa Abul Ouf yang akan segera dinikahinya dua bulan lagi.

Berjam-berjam Anas melakukan pencarian, sejak Israel melancarkan serangan pada Minggu (16/5) sebelum fajar. Dia tetap bertahan sampai Minggu sore, masih dengan harapan utuh kekasihnya akan bertahan.

“Saya akan menunggu di sini sampai kami menemukannya,” kata Anas (24), ketika seseorang menyekop puing-puing dari satu tumpukan ke tumpukan lainnya, seperti dikutip dari The New York Times.

Pada Minggu pagi itu, serangan udara menghantam rumah Shaimaa Abul Ouf. Dua kerabat mengatakan serangan itu menewaskan dua anggota keluarga Shaimaa, sedikitnya 12 keluarga lainnya dan lebih dari 30 tetangga, dan ibunya dalam kondisi kritis.

Pada Minggu sore, Anas hanya menemukan kotak alat dokter gigi yang diambilnya dari balik puing-puing. Shaimaa sedang menjalani pendidikan dokter gigi.

Gagal menemukan Shaimaa lokasi rumahnya yang hancur, Anas menuju rumah sakit. Setiap melihat ambulans yang datang, dia bergegas, mengintip melalui jendela, siapa tahu Shaimaa terbaring masih bernafas di dalamnya. Dia pun berbalik dan menelan kecewa karena yang dilihatnya bukan kekasihnya.

©2021 AFP/MAHMUD HAMS

Beberapa jam kemudian, dia akhirnya mendatangi kamar mayat. Di sana dia melihat jasad Shaimaa terbaring kaku. Anas histeris.

“Berbahagialah,” ujarnya, menjadi kata-kata terakhir untuk calon pengantinnya.

Anas pun pulang membawa kotak peralatan dokter gigi yang ditemukannya di balik puing-puing rumah Shaimaa di kawasan Al-Wehda, distrik mewah di Kota Gaza. Kekasihnya itu seorang mahasiswa kedokteran gigi dan sedang menjalani praktik. Kotak itu akan disimpannya, untuk mengenang Shaimaa.

Pada Minggu sebelum fajar, Israel memborbardir Jalur Gaza. Serangan itu disebut menjadi yang paling mematikan dalam sepekan terakhir.

Militer Israel selalu berdalih serangannya menargetkan infrastruktur militer Hamas, faksi politik yang menguasai Jalur Gaza.

Dalam sebuah pernyataan, Angkatan Darat Israel mengatakan pihaknya menyerang struktur bawah tanah militer Hamas yang berlokasi di bawah jalan. Mereka menuduh Hamas sengaja membangun infrastruktur militernya di bawah rumah warga sipil dan membahayakan mereka.

“Pondasi bawah tanah itu runtuh, menyebabkan rumah warga sipil di atasnya juga runtuh, menyebabkan kematian yang tidak diinginkan,” dalihnya.

Tujuh jam terjebak reruntuhan

Suzy Ishkontana sulit bicara juga makan. Telah dua hari sejak bocah perempuan 7 tahun itu ditarik dari reruntuhan rumah keluarganya, yang hancur akibat serangan udara Israel. Dia terperangkap tujuh jam di dalam reruntuhan sementara saudara-saudara dan ibunya meninggal di dekatnya.

Serangan brutal pada Minggu itu juga menghantam rumah Riyad Ishkontana, ayah Suzy.

Puluhan tim penyelamat, polisi, kerabat dan tetangga berada di reruntuhan rumah Ishkontana untuk mencari korban selamat.

Setelah berjam-jam mencari dan menyingkirkan puing-puing, kerumunan orang mulai meneriakkan takbir, "Allahu Akbar" tanda seseorang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup.

Tubuh Suzy diselimuti debu dan puing-puing ketika ditemukan. Dia terlalu lemah untuk mengangkat kepalanya. Dia menangis ketika dibawa masuk ke ambulans.

©Muhammad Salam/Reuters

Suasana di rumah sakit penuh dengan kebingungan saat para kerabat mencari saudara mereka.

"Apakah ini Yahya? Ini Yahya? tangis beberapa perempuan dan laki-laki yang menunggu nasib kerabat mereka di koridor rumah sakit tak lama setelah tim medis mengabarkan adik Suzy, bocah laki-laki empat tahun, sudah meninggal.

Dua di antara kerabat perempuan itu kemudian pingsan.

Beberapa menit kemudian jasad seorang bocah perempuan dibawa masuk.

“Mereka membawa Dana. Dana apakah kau baik-baik saja?” tanya para kerabatnya.

Dana membisu dan kaku. Bocah itu ternyata tak lagi bernyawa, tewas bersama kakak perempuan dan laki-lakinya.

Setelah memeriksa keadaan Suzy dokter mengatakan dia tidak mengalami luka serius hanya memar-memar. Suzy harus menjalani pemeriksaan sinar-X untuk memastikan dia baik-baik saja.

Riyadh mengatakan dia yakin keluarganya diselamatkan karena ada dokter yang tinggal di gedung yang sama dan dia menempatkan anak-anak di ruangan yang aman.

“Tiba-tiba serangan roket menghancurkan dinding, menimbulkan kobaran api,” kata Riyad kepada Reuters.

Dia kemudian berlari untuk memeriksa anak-anak ketika serangan kedua menghantam atap rumah.

“Saya mendengar suara Zain berteriak minta tolong, ‘Ayah, ayah! Suara terdengar jelas tapi saya tidak bia mencarinya karena terjebak,” kata dia.

Ketika tim penyelamat memanggil-manggil para korban. Riyadh terlalu lemah untuk mengeluarkan suara. Tapi setengah jam kemudian seseorang kembali datang dan membawa rombongan untuk menyelamatkannya.

‘Jangan takut, tetaplah bermain’

Di tengah kecamuk perang dan rudal yang tiba-tiba bisa menghantam, Ahmed Al-Mansi (35) berusaha tetap tenang dan menghibur anak-anaknya. Ahmed berusaha mengalihkan perhatian anak-anaknya agar mereka tidak ketakutan.

“Jangan takut. Tetaplah bermain.”

Kata-kata itu selalu dia lontarkan kepada dua putrinya ketika pesawat tempur Israel meraung-raung di atas kepala mereka.
Bocah-bocah itu pun menjerit ketakutan, memanggil ayah mereka, dan menutup telinga dengan bantal sofa saat mendengar pesawat tempur tersebut.

Pada perayaan Idulfitri, Ahmed membelikan putrinya mainan pancing magnet. Hadiah itu juga dibelikan untuk mengalihkan perhatian mereka dari keadaan yang mencekam di Gaza.

Ahmed kemudian merekam aktivitas putrinya saat bermain dengan mainan barunya, hanya beberapa menit sebelum serangan. Video itu kemudian diunggah di akun YouTube keluarganya, “Sarah and Hala stars” pada Kamis (13/5).

Tapi siapa sangka video itu menjadi video terakhir yang diunggahnya. Tiga hari kemudian dia tewas dalam serangan Israel, Minggu (16/5).

©Muhammad Salam/Reuters

Kakak Ahmed, Hamed (36), seorang fotografer terkenal di Gaza, mengatakan kepada The Independent, hari sebelum Ahmed terbunuh, dia menggelar pesta ulang tahun untuk Hala, putrinya yang berusia 6 tahun.

“Dia berusaha melakukan segalanya untuk membahagiakan mereka, untuk mengalihkan mereka dari mimpi buruk,” kata Hamed.

Pada hari nahas itu, Ahmed memindahkan keluarganya; kemudian, dengan saudara yang lainnya, Youssef, dia datang membantu Hamed mengungsikan anak-anaknya.

Video pengeboman yang direkam istri Hamed, Haneen, dan dibagikan dengan The Independent menunjukkan tembakan tanpa henti dan intens.

Para orang tua yang ketakutan terdengar mengucapkan syahadat, sementara anak-anak menjerit dan menangis.

Haneen (29) mengatakan dia mulai merekam untuk menandai momen yang dia pikir seluruh keluarganya akan terbunuh saat itu, sebagai sebuah testimoni apa yang terjadi pada mereka.

“Kami dihujani pecahan peluru meriam. Saya sangat takut. Saya menunggu kematian setiap saat,” ujarnya.

Hamed mengatakan dia akhirnya bisa mengungsikan istri dan anak-anaknya dan kembali ke rumah mencari saudara-saudaranya, yang menunggu di jalan.

“Saya jaraknya 10 meter dari mereka ketika rudal Israel menghantam mereka,” ujarnya dengan suara bergetar.

“Saudara-saudara saya tidak membawa roket atau batu. Mereka datang hanya untuk memastikan saya baik-baik saja. Saya menjerit dan menangis meminta bantuan ambulans, itulah mengapa suara saya hilang sekarang.”

“Mengapa mereka bisa melakukan ini?"

Sampai saat ini, jumlah warga Palestina yang menjadi korban jiwa dalam serangan Israel di Gaza sebanyak 219 orang. Dari angka ini, korban anak-anak yang tewas sebanyak 61 orang. Sementara jumlah korban luka lebih dari 1.500 orang.

Keajaiban Kembar Sembilan

Perempuan Mali Melahirkan Sembilan Anak Kembar

Merdeka.com 2021-05-06 11:00:00
Bayi kembar banyak. ©Liputan6.com

Seorang perempuan Mali melahirkan sembilan anak kembar. Kabar kelahiran bayi kembar sembilan ini diumumkan pemerintah Mali.

Kehamilan Halima Cisse (25), menghebohkan negara dan menarik perhatian para pemimpinnya. Ketika pada Maret dokter mengatakan Cisse membutuhkan perawatan spesialis, pihak berwenang menerbangkannya ke Maroko, di mana pada Selasa dia melahirkan lima perempuan dan empat laki-laki melalui operasi caesar.

“Bayi yang baru lahir (lima perempuan dan empat laki-laki) dan ibunya semuanya baik-baik saja,” kata Menteri Kesehatan Mali, Fanta Siby dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan mereka akan kembali ke rumah dalam waktu beberapa minggu, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (6/5).

Siby mengucapkan selamat kepada “tim medis Mali dan Maroko, yang profesionalismenya adalah sumber kebahagiaan dari kehamilan ini”.

Cisse diperkirakan melahirkan septuplet (tujuh bayi), menurut ultrasound yang dilakukan di Maroko dan Mali, di mana dua bayi tidak terdeteksi.

Kasus perempuan yang berhasil melahirkan bayi kembari tujuh hingga cukup bulan jarang terjadi - dan nonuplet (kembar sembilan) bahkan lebih jarang.

Pihak berwenang Maroko belum mengkonfirmasi kasus kelahiran yang sangat langka ini. Juru bicara kementerian kesehatan Rachid Koudhari mengatakan dia tidak memiliki pengetahuan tentang kelahiran kembar yang terjadi di salah satu rumah sakit negara itu, menurut kantor berita AFP.

Bikin Gemetar

Sensasi Menyeberangi Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Merdeka.com 2021-04-30 13:01:33
Jembatan gantung terpanjang dunia di Portugal. ©REUTERS/Violeta Santos Moura
Sensasi Menyeberangi Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia
Pengunjung berjalan melewati Jembatan 516 Arouca di Arouca, Portugal, pada 29 April 2021. Jembatan 516 Arouca merupakan jembatan gantung terpanjang di dunia yang membentang sejauh 516 meter di ketinggian 175 meter.
Sensasi Menyeberangi Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia
Kondisi Jembatan 516 Arouca di Arouca, Portugal, pada 29 April 2021. Jembatan 516 Arouca merupakan jembatan gantung terpanjang di dunia yang membentang sejauh 516 meter di ketinggian 175 meter.
Sensasi Menyeberangi Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia
Jembatan di atas Sungai Paiva tersebut mulai dibuka untuk masyarakat umum pada 3 Mei mendatang.
Sensasi Menyeberangi Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia
Pengunjung berdiri di Jembatan 516 Arouca, Arouca, Portugal, pada 29 April 2021.
Sensasi Menyeberangi Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia
Seorang pengunjung berpegangan erat saat melewati Jembatan 516 Arouca, Arouca, Portugal, pada 29 April 2021.
Sensasi Menyeberangi Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia
Pengunjung berjalan melewati Jembatan 516 Arouca di Arouca, Portugal, pada 29 April 2021.
Sensasi Menyeberangi Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia
Pengunjung berjalan melewati Jembatan 516 Arouca di Arouca, Portugal, pada 29 April 2021.
Sensasi Menyeberangi Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia
Pengunjung berjalan melewati Jembatan 516 Arouca di Arouca, Portugal, pada 29 April 2021.

Ratu Kecantikan Lawan Militer

Mantan Ratu Kecantikan Myanmar Angkat Senjata Lawan Junta Militer

Merdeka.com 2021-05-13 15:54:35
mantan ratu kecantikan myanmar htar htet htet angkat senjata lawan junta. ©Twitter

Mantan Ratu Kecantikan Myanmar Htar Htet Htet bergabung dengan kelompok etnis untuk mengangkat senjata melawan junta militer. Dia mengunggah empat foto dirinya sedang memegang senapan di akun Twitternya @HtarHtetHtet2 dua hari lalu.

Htar Htet Htet mewakili Myanmar dalam ajang Miss Grand International di Thailand pada 2013 untuk bersaing dengan 60 peserta lainnya, termasuk peragaan busana renang dan pakaian nasional.

Dalam unggahannya itu dia menulis kutipan kata-kata tokoh revolusioner Kuba asal Argentina Che Guevara: "Revolusi bukanlah apel yang jatuh dari pohon ketika sudah matang. Kau harus membuat Revolusi itu jatuh. Kita akan menang," tulisnya.

Perempuan 32 tahun yang kini menjadi pelatih senam itu juga memajang foto dirinya di akun Facebook.

"Kini waktunya untuk melawan," tulis dia di Facebook, seperti dilansir laman South China Morning Post, Kamis (13/5). "Baik ketika kau memegang senjata, pena, papan ketik atau berdonasi bagi gerakan pro-demokrasi, setiap orang harus melakukan perannya agak revolusi berhasil."

Selasa kemarin tepat 100 hari sejak kudeta militer terjadi di Myanmar. Unjuk rasa demonstran menentang kudeta dan menuntut pembebasan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi terus terjadi di jalanan sejumlah kota.

"Saya akan melawan balik semampu saya. Saya siap mengorbankan segalanya. Saya siap mengorbankan nyawa saya," tulis Htar Htet Htet dari suatu tempat di wilayah perbatasan.

Geger Meteor Jatuh di Merapi

Penjelasan BPPTKG Yogya soal Viral Diduga Meteor Jatuh di Gunung Merapi

Merdeka.com 2021-05-28 22:54:33
Gunung Merapi. ©Reuters

Beredar di media sosial kilatan cahaya diduga meteor jatuh di puncak Gunung Merapi, Yogyakarta. Menanggapi video tersebut, Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida tak menampik adanya kilatan cahaya yang terekam CCTV dan lantas menjadi perbincangan hangat warga net.

"Sehubungan dengan beredarnya berita tersebut dapat kami sampaikan bahwa kamera CCTV (milik BPPTKG Yogyakarta) yang berada di Deles (Kabupaten Klaten atau sisi timur Gunung Merapi) sempat merekam jilatan cahaya tanggal 27 Mei 2021 pukul 23.08 Wib," kata Hanik dalam keterangannya, Jumat (28/5).

"Sehubungan dengan beredarnya berita tersebut dapat kami sampaikan bahwa kamera CCTV (milik BPPTKG Yogyakarta) yang berada di Deles (Kabupaten Klaten atau sisi timur Gunung Merapi) sempat merekam jilatan cahaya tanggal 27 Mei 2021 pukul 23.08 Wib," kata Hanik dalam keterangannya, Jumat (28/5).

Ia menjelaskan tidak terjadi kegempaan yang signifikan bersamaan dengan munculnya kilatan cahaya tersebut. Pun tidak ada laporan suara dentuman.

Terhadap fenomena itu, Hanik memaparkan jika tugas BPPTKG Yogyakarta adalah melakukan pengamatan aktivitas vulkanik di Gunung Merapi. Sejauh ini, BPPTKG Yogyakarta belum bisa memastikan apa sebenarnya dari kejadian tersebut.

"Salah satu tugas BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi adalah melakukan mitigasi Gunung Merapi. Namun kami tidak memiliki tugas untuk mengamati benda langit. Sehingga kami tidak bisa memastikan benda apa yang terlihat dalam gambar tersebut," ucap Hanik.

Sebelumnya, akun instagram @gunarto_song mengunggah sebuah foto kilatan cahaya yang ada di puncak Gunung Merapi. Foto ini diunggah pada Jumat (28/5) dan menjadi viral di media sosial.

Dalam unggahannya itu, @gunarto_song sempat menuliskan keterangan foto yang berbunyi, "Meteor Jatuh di Puncak Gunung Merapi ??, Kaliadem, Cangkringan, Yogyakarta (27 Mei 2021, Jam 23.07)."

Unggahan foto ini pun menjadi viral di media sosial. Warganet pun penasaran dengan fenomena apa yang terjadi di Gunung Merapi.