Volume 50

Air Mata Anggiat Pasaribu

Tangis Anggiat Pasaribu Pecah saat Ketemu Ibunda Arteria Dahlan, Peluk dan Minta Maaf

Merdeka.com 2021-11-25 13:45:48
Anggiat Pasaribu Bertemu Arteria Dahlan dan Ibunda. ©2021 Delvira Hutabarat

Anggiat Pasaribu mendatangi anggota komisi III DPR Arteria Dahlan di Kompleks Parlemen, Senayan, hari ini. Anggiat datang untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung pada Aretria terkait keributan di Bandara Soekarno Hatta.

Anggiat tiba di ruang Fraksi PDIP DPR sekitar pukul 13.12 WIB. Dia didampingi keluarga merangkap kuasa hukum Anggiat, Clanse Pakpahan bersama dua kerabatnya. Anggiat tampak selalu menunduk dan terus menggengam tangan salah satu kerabatnya.

Saat Arteria dan Ibunda masuk ke ruangan, Anggiat mencium tangan Arteria sembari meminta maaf. "Mohon maaf," kata Anggiat denagn berkaca-kaca.

Saat mencium tangan Ibunda Arteria, tangis Anggit langsung pecah dan ia memeluk dan meminta maaf. "Saya mohon maaf sekali," kata Anggiat.

Sebelumnya, Anggiat sudah meminta maaf ke TNI dan masyarakat. Dia juga mencabut laporannya ke Arteria Dahlan.

"Memohon maaf atas kekeliruan, kekhilafan dan kegaduhan yang ada. Kepada keluarga pak Arteria Dahlan, terutama ibunya. Saya meminta maaf sekali lagi," ungkap Anggita pada Rabu (24/11/2021).

Menanggapi hal tersebut, Arteria Dahlan mengatakan pintu maafnya terbuka selama laporan Anggiat dicabut dan meminta maaf kepadanya dan Ibunya secara langsung.

"Seperti yang saya katakan pintu maaf selalu terbuka, tapi jangan sampai seperti yang saya katakan tadi kamu maafkan saya kalau nggak ibu mu saya perkarakan," kata Arteria pada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Apabila laporan sudah dicabut, Arteria meminta Anggiat meminta maaf dan mengaku salah secara langsung. "Minta maaf, dan mengaku salah. Jangan LP masih on disuruh damai, jadinya nggak pas dan dia juga tidak merasa bersalah kan sampai saat ini," tegas Arteria.

Reporter: Delvira H

Sumber: Liputan6.com

Anggiat Pasaribu: Maaf Sudah Kurang Ajar

Anggiat Pasaribu Bersimpuh di Depan Arteria dan Ibunda: Maaf Sudah Kurang Ajar

Merdeka.com 2021-11-25 14:16:06
Anggiat Pasaribu Bertemu Arteria Dahlan dan Ibunda. ©2021 Delvira Hutabarat

Anggiat Pasaribu menyampaikan permohonan maaf kepada Anggota DPR Arteria Dahlan dan Ibundanya di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis (25/11). Anggiat lebih dulu menyalami Arteria sambil meminta maaf atas keributan yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta.

Anggita datang ditemani Kuasa hukum Anggiat, Clanse Pakpahan bersama dua kerabatnya. Anggiat nampak selalu menunduk dan terus menggengam tangan salah satu kerabatnya.

"Mohon maaf," kata Anggiat dengan berkaca-kaca.

Tangis Anggiat pecah ketika bersimpuh meminta maaf kepada Ibunda Arteria. Rindu, begitu sapaannya mengaku khilaf dan bersalah atas perbuatannya.

"Saya mohon maaf sekali," kata Anggiat.

“Rindu terima kasih Abang Arteria, ibu susah mau terima rindu. Rindu khilaf, Rindu salah banget enggak ada pembenaran atas perbuatan itu,” katanya.

Ibunda Arteria menyatakan juga telah memaafkan Rindu. "Sejak awal kami sudah memaafkan cuma kami heran kok masih dilaporkan,” katanya.

"Sudahlah Rindu, Ibu sudah memaafkan,” tambah Ibunda Arteria

Anggiat juga sudah meminta maaf ke TNI dan masyarakat. Dia juga mencabut laporannya ke Arteria Dahlan.

"Memohon maaf atas kekeliruan, kekhilafan dan kegaduhan yang ada. Kepada keluarga pak Arteria Dahlan, terutama ibunya. Saya meminta maaf sekali lagi," ungkap Anggita.

Menanggapi hal tersebut, Arteria Dahlan mengatakan pintu maafnya terbuka selama laporan Anggiat dicabut dan meminta maaf kepadanya dan Ibunya secara langsung.

"Seperti yang saya katakan pintu maaf selalu terbuka, tapi jangan sampai seperti yang saya katakan tadi kamu maafkan saya kalau nggak ibu mu saya perkarakan," kata Arteria pada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Apabila laporan sudah dicabut, Arteria meminta Anggiat meminta maaf dan mengaku salah secara langsung. "Minta maaf, dan mengaku salah. Jangan LP masih on disuruh damai, jadinya nggak pas dan dia juga tidak merasa bersalah kan sampai saat ini," tegas Arteria.

Reporter: Delvira Hutabarat

Momen Pelukan Anggiat Pasaribu dan Ibu Arteria

Momen Pelukan Anggiat Pasaribu dengan Ibu Arteria Dahlan

Merdeka.com 2021-11-25 14:26:10
Anggiat Pasaribu Bertemu Arteria Dahlan dan Ibunda. ©2021 Delvira Hutabarat

Tangis Anggiat Pasaribu alias Rindu pecah saat bertemu dengan Ibunda Arteria Dahlan. Anggiat tak kuasa menahan tangisnya dan langsung memeluk Ibunda Arteria. Anggiat pun meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

"Saya mohon maaf sekali," kata Anggiat sambil terisak, Kamis (25/11).

Pertemuan itu dilakukan di ruang Fraksi PDIP DPR sekitar pukul 13.12 WIB. Dia didampingi keluarga merangkap kuasa hukum Anggiat, Clanse Pakpahan bersama dua kerabatnya.

Anggiat yang mengenakan setelan kemeja warna abu-abu dan celana putih itu sebelumnya juga meminta maaf kepada Arteria Dahlan. Awalnya Anggiat tiba terlebih dahulu dalam ruangan. Kemudian duduk di kursi sebelah kiri. Ada tiga kursi yang disediakan.

Kemudian datang Arteria Dahlan dan Ibunda. Arteria duduk di tengah sedangkan ibunda di kursi kanan atau sisi sebelah kiri Arteria. Anggiat kemudian berdiri menghadap Arteria. Arteria selanjutnya juga berdiri. Mereka kemudian bersalaman dan Anggiat mencium tangan Arteria sembari meminta maaf.

"Mohon maaf," kata Anggiat denagn berkaca-kaca.

©2021 Delvira Hutabarat

Anggiat kemudian menghampiri Ibunda Arteria yang sedang duduk. Anggiat langsung menangis dan memeluk Ibunda Arteria Dahlan. Anggiat terus menangis dan dirangkul oleh kerabatnya.

Sebelumnya, Anggiat sudah meminta maaf ke TNI dan masyarakat. Dia juga mencabut laporannya ke Arteria Dahlan.

"Memohon maaf atas kekeliruan, kekhilafan dan kegaduhan yang ada. Kepada keluarga pak Arteria Dahlan, terutama ibunya. Saya meminta maaf sekali lagi," ungkap Anggiat.

Anggiat Bantah Diisukan Selingkuhan Jenderal

Anggiat Jelaskan Soal Mobil Dinas TNI dan Bantah Diisukan Selingkuhan Jenderal

Merdeka.com 2021-11-25 15:00:29
Anggiat Pasaribu Bertemu Arteria Dahlan dan Ibunda. ©2021 Delvira Hutabarat

Anggiat Pasaribu alias Rindu, bertemu dan meminta maaf dengan anggota DPR Arteria Dahlan dan ibundanya, Kamis (25/11). Dalam pertemuan itu, Anggiat juga mengklarifikasi adanya isu tidak benar yang beredar di lini massa.

Salah satunya soal isu selingkuhan. Dia membantah menjadi selingkuhan jenderal yang menemaninya di Bandara Soekarno Hatta. Sambil terisak-isak, Rindu memberikan klarifikasi.

Anggiat mengatakan, dia justru ditemani sang suami yang bernama Lettu Bayu. Sementara, jenderal yang bersamanya dari Bali itu merupakan Brigjen Zamroni. Dia adalah kakak sepupu Anggiat.

"Yang bawa mobil kan suami Rindu (Anggiat). Rindu perginya bertiga bang. Ini Rindu jelasin ya bang makasih bang," kata Rindu saat mediasi dengan Arteria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11).

Anggiat menegaskan bukan istri dari Brigjen Zamroni. Di Bandara pun dia mendapat tumpangan mobil TNI karena fasilitas yang dipakai Zamroni yang merupakan abang sepupu. Termasuk orang yang disebut-sebut ajudan.

"Kalau ajudan itu bukan ajudan itu yang anter kita ke bandara karena kita tidak tahu. Fasilitas itu dipakai sama abang sendiri karena abang kan di situ. Rindu cuma numpang," katanya.

Rindu pun mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Dia meluruskan, hanya menumpang sang abang menggunakan fasilitas militer.

"Maaf ya bang rindu ke sini mau minta maaf sama ibu sama abang (Arteria). Bukan cari pembenaran bukan untuk segala macam, Rindu minta tolong jangan dipelintir, Rindu tahu Rindu khilaf, Rindu salah. Berarti kalau Rindu terus dibeginiin, Rindu bingung. Kan kejadiannya abang lihat sendiri, ada abang Rindu juga di situ. Bukan Rindu pakai sendiri. Rindu cuma numpang ikut saja," tegasnya.

Ibu Arteria: Menakutkan, Tapi Saya Maafkan

Ibu Arteria ke Anggiat: Peristiwa itu Mengagetkan dan Menakutkan Tapi Saya Maafkan

Merdeka.com 2021-11-25 14:59:52
Anggiat Pasaribu Bertemu Arteria Dahlan dan Ibunda. ©2021 Delvira Hutabarat

Cekcok di Bandara Soekarno-Hatta dan saling lapor antara Arteria Dahlan dan wanita yang mengaku anak jenderal, Anggiat Pasaribu alias Rindu berujung damai. Cekcok itu berawal dari Anggiat yang marah terhadap ibunda Arteria Dahlan, Wasniar Wahab.

Anggiat sudah mencabut laporan pada Rabu (24/11) kemarin. Pertemuan keduanya pun dilangsungkan. Anggiat menemui Arteria Dahlan dan Ibunda di ruang Fraksi PDIP DPR sekitar pukul 13.12 WIB. Anggiat meminta maaf kepada Arteria dan Ibunda.

Wasniar mengatakan, sejak sejak awal mereka sudah memaafkan. Namun, Wasniar heran masih dilaporkan ke polisi.

"Ibu memang agak galau dengan peristiwa ini, ibu perkenalkan diri saja, ibu memang seorang guru. Lebih dari 35 tahun berkecimpung di dunia pendidikan, 3 tahun ibu mengajar di SMP Perguruan Cikini, 35 tahun ibu mengajar," kata Wasniar, Kamis (25/11).

Wasniar melanjutkan, menghadapi banyak anak dengan berbagai perangai dan tingkah, dirinya tidak apa-apa. Menurutnya, sudah jadi bagian dari kehidupan menjadi guru dan hidup dalam dunia pendidikan.

"Jadi ibu sudah memaafkan. Tetapi peristiwa itu, bagi ibu berat sekali, sangat mengagetkan. Cukup menakutkan, mungkin karena ibu seorang guru menghadapi anak bermacam-macam, tapi tidak pernah ada yang seperti ini. Tapi ya sudahlah, ibu sudah memaafkan. Terima kasih semua.

Anggiat juga berterima kasih kepada Arteria dan Ibunda sudah menerima dirinya. Anggiat menyatakan kehadirannya tidak mau mencari kebenaran.

"Rindu khilaf, Rindu salah. Semua jadi gaduh. Untuk semuanya, Rindu minta maaf. Khususnya sama Rindu sama abang. Sudah sekurangajar itu Rindu. Minta maaf ya bang, bu. Sudah itu saja, terima kasih," katanya.

Pintu Maaf Arteria Dahlan untuk Anggiat Pasaribu

Arteria Dahlan Maafkan Anggiat: Sebagai Anggota DPR, Saya Harus Mengayomi Rakyat

Merdeka.com 2021-11-25 15:07:44
Anggiat Pasaribu Bertemu Arteria Dahlan dan Ibunda. ©2021 Delvira Hutabarat

Anggota DPR Arteria Dahlan memaafkan Anggiat Pasaribu atas keributan di Bandara Soekarno-Hatta. Dia mengaku telah mengambil hikmah atas kejadian tersebut.

Sebagai anggota dewan, dia menganggap sikap Anggiat seperti kritik dan pengingat untuk terus mengayomi rakyat.

"Saya ini anggota DPR harus mengayomi semua rakyat dari semua kelakuan dan perilakunya. Jadi kalau ada yang sepeti Rindu itu potret rakyat, kita juga yang harus kita perbaiki," kata Arteria di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (25/11).

Untuk itu, Arteria menjadikan masalah ini sebagai bagian untuk mengoreksi diri. "Ini kan saling mengoreksi dengan niatan tulus untuk perbaikan dan dilakukan dengan penuh kesabaran. Enggak akan terjadi kalau kita seperti ini," ujar dia.

Sejak awal kasus mencuat, politisi PDIP ini mengaku tidak membawa statusnya sebagai anggota Komisi III DPR atau PDIP. Begitu pula ketika melaporkan masalah ini ke DPR, Arteria juga meminta stafnya datang ke polisi.

"Jadi memang dari awal tidak melibatkan institusi DPR di kepolisian pun laporan polisinya tidak ada melibatkan nama saya. Pelapornya itu adalah staf saya. Jadi enggak ada kaitannya dengan DPR," tegas dia.

Arteria menyatakan mengikuti ajaran Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menghormati semua lembaga negara. Oleh karena itu, lanjut dia, masalah pribadi ini diselesaikan sendiri.

"Saya diajarkan sama ibu Ketum bagaimana menghormati lembaga yang ada I dan RI-nya. TNI ada I-nya, Polri ada I-nya, NKRI ada I-nya, pastinya semua itu ada penghormatan," tutup Arteria.


Permintaan Maaf Anggiat

Anggiat Pasaribu menyampaikan permohonan maaf kepada Anggota DPR Arteria Dahlan dan Ibundanya di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis (25/11). Anggiat lebih dulu menyalami Arteria sambil meminta maaf atas keributan yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta.

Anggita datang ditemani Kuasa hukum Anggiat, Clanse Pakpahan bersama dua kerabatnya. Anggiat nampak selalu menunduk dan terus menggengam tangan salah satu kerabatnya.

"Mohon maaf," kata Anggiat dengan berkaca-kaca.

Tangis Anggiat pecah ketika bersimpuh meminta maaf kepada Ibunda Arteria. Rindu, begitu sapaannya mengaku khilaf dan bersalah atas perbuatannya.

"Saya mohon maaf sekali," kata Anggiat.

“Rindu terima kasih Abang Arteria, ibu susah mau terima rindu. Rindu khilaf, Rindu salah banget enggak ada pembenaran atas perbuatan itu,” katanya.

Ibunda Arteria menyatakan juga telah memaafkan Rindu. "Sejak awal kami sudah memaafkan cuma kami heran kok masih dilaporkan,” katanya.

"Sudahlah Rindu, Ibu sudah memaafkan,” tambah Ibunda Arteria

Baca juga:
Anggiat Jelaskan Soal Mobil Dinas TNI dan Bantah Diisukan Selingkuhan Jenderal
Ibu Arteria ke Anggiat: Peristiwa itu Mengagetkan dan Menakutkan Tapi Saya Maafkan
Momen Haru Anggiat Minta Maaf Ditutup Lagu Spesial untuk Ibunda Arteria
Momen Pelukan Anggiat Pasaribu dengan Ibu Arteria Dahlan
Anggiat Pasaribu Bersimpuh di Depan Arteria dan Ibunda: Maaf Sudah Kurang Ajar

Lagu Spesial dari Anggiat untuk Ibunda Arteria

Momen Haru Anggiat Minta Maaf Ditutup Lagu Spesial untuk Ibunda Arteria

Merdeka.com 2021-11-25 14:48:47
Anggiat Pasaribu Bertemu Arteria Dahlan dan Ibunda. ©2021 Delvira Hutabarat

Perseteruan antara Anggiat Pasaribu dan Arteria Dahlan berujung damai. Anggiat menurunkan ego, mengakui kesalahannya. Ia memutuskan untuk meminta maaf secara langsung kepada Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan dan Ibundanya.

Perempuan yang viral usai mengaku sebagai anak jenderal itu datang ke ruang Fraksi PDI Perjuangan di Gedung Parlemen untuk menemui Arteria.

Bersama ibundanya, Arteria menerima Anggiat dengan tangan terbuka. Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut.

Begitu Arteria dan ibunya memasuki ruangan, Anggiat langsung mencium tangan keduanya. Kepada ibunda Arteria, Anggiat menangis menunduk sambil memohon maaf.

Kemudian jumpa pers pun dimulai. Awak media dipersilakan melontarkan sejumlah pertanyaan.

Pada kesempatan itu, ibunda Arteria mengungkapkan ketakutannya saat peristiwa keributan itu terjadi. Meski, ia seorang guru yang kerap kali menghadapi beraneka ragam murid, namun perbuatan Anggiat kala itu merupakan kali pertamanya.

"Peristiwa itu, bagi ibu berat sekali, sangat mengagetkan. Cukup menakutkan, mungkin karena ibu seorang guru menghadapi anak bermacam-macam, tapi tidak pernah ada yang seperti ini. Tapi ya sudahlah, ibu sudah memaafkan. Terima kasih semua," ungkapnya.

Di akhir pertemuan, Arteria mengajak awak media spesial menyanyikan lagu Hymne Guru untuk ibundanya. "Ayo kita nyanyi dulu (Hymne Guru). Dulu kita selalu merayakan di rumah kalau Hari Guru," ungkap Arteria seraya turut mengajak Anggiat untuk bernyanyi, Kamis (25/11).

Menerima ajakan Arteria, Anggiat langsung menyanyikan Hymne Guru. Nampak, matanya masih sembab.

Arteria Akan Cabut Laporan Terhadap Anggiat

Arteria Koordinasi dengan Kapolda Metro untuk Cabut Laporan terhadap Anggiat

Merdeka.com 2021-11-25 15:45:29
Anggiat Pasaribu Bertemu Arteria Dahlan dan Ibunda. ©2021 Delvira Hutabarat

Anggota DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan mengaku akan berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran terkait pencabutan laporan terhadap Anggiat Pasaribu terkait cekcok di Bandara Soekarno Hatta. Arteria dan Anggiat telah berdamai setelah dipertemukan di DPR RI.

"Saya akan kordinasi dengan Pak Kapolda Metro, Pak Fadil, bagaimana ini. Intinya kami semua sudah selesai. Teknis di lapangannya harus mencabut laporan kah, kalau mencabut apakah saya harus datang," ujar Arteria saat mediasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11).

Arteria mengatakan, konsekuensi dari berdamai itu sedianya laporan tidak dilanjutkan. Ia bilang bisa saja perkaranya akan berhenti sendiri karena dirinya tidak datang ke Polres Bandara.

"Ya kan konsekuensi dari upaya perdamaian, ya tentunya, saya, bisa saja saya tidak datang ke polisi itu sudah dengan demikian perkaranya nanti terhenti," ujarnya.

Kendalanya untuk hadir ke Polres Bandara adalah UU tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Untuk memanggil anggota DPR dalam proses hukum perlu perizinan Presiden Joko Widodo seperti dalam pasal 245.

"Nanti kan kendalanya lagi kalau kami hadir di kepolisian, nanti dibahas lagi sama Mahkamah Kehormatan Dewan harus izin presiden. Ini akan repot. Pak Jokowi urusannya bukan urusan Arteria Dahlan yang urusan beginian, ini urusannya untuk bangsa dan negara," ujarnya.

Sejak awal politikus PDIP itu ingin datang ke Polres Bandara untuk menyelesaikan masalah ini. Namun ditegur Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Sebagai warga negara yang baik, saya melepaskan title anggota DPR RI, saya akan datang, tapi nanti saya akan kena pasal 245 UU MD3. Nanti dibilang saya melanggar hukum. Intinya kita ingin masalah yang di sana sudah kita setop," ujar Arteria.