Sensasi Mudik Penuh Perjuangan

Cerita Kakak Adik Mudik ke Pedalaman Lebak, Lewati Jalan Berbatu dan Rawan Longsor

Merdeka.com 2022-04-28 11:04:38
Pemudik tujuan Lebak Banten. Antara

Eni (28) dan Rob (25), kakak beradik akhirnya merasa senang bisa kembali mudik dan merayakan Lebaran di kampung halaman, pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Keduanya sudah dua tahun tidak mudik karena situasi pandemi Covid-19.

Rabu (27/4), Eni dan Rob yang tiba di Terminal Mandala Rangkasbitung pukul 10.30 WIB dari Balaraja Tangerang tampak bahagia dengan membawa tas koper dan kardus berisi oleh-oleh.

Kedua kakak beradik itu beristirahat dan duduk-duduk sambil menunggu angkutan yang berangkat pada pukul 14.00 WIB.

Kendaraan angkutan menuju kampung halamannya di Desa Jatake, Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak tinggal satu unit. Kampung halamannya berada di Gunung Gede merupakan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Total pengeluaran satu orang untuk biaya transportasi ke kampung halamannya Rp200 ribu. Perjalanan memakan waktu cukup lama, membuat keduanya diperkirakan tiba pukul 20.00 WIB.

"Kami ikut berbahagia bisa mudik Lebaran dan berkumpul bersama orang tua, juga teman-teman main di kampung," kata Eni saat ditemui di Terminal Mandala Rangkasbitung. Dikutip dari Antara.

Perjalanan ke kampung halamannya cukup menguras tenaga dan melelahkan, karena kondisi jalan berbatu.

Laju kendaraan tentu berjalan lambat dan penuh hati-hati, karena banyak tikungan dan tebing, bahkan jika hujan lebat terjadi longsoran.

Meski melelahkan dalam perjalanan, namun merasa senang dan bahagia bisa mudik ke kampung halaman. "Kami dua tahun lalu tidak mudik dan sekarang bisa kembali dan berkumpul dengan keluarga di rumah," katanya menjelaskan.

Kakak beradik itu bekerja di sebuah pabrik plastik di kawasan Balaraja Tangerang pada tahun 2015. Ia bisa bekerja di pabrik plastik dibawa oleh kerabatnya yang terlebih dulu bekerja di sana.

Penghasilan buruh pabrik itu digaji dengan sesuai upah minimum kabupaten (UMK). Pendapatan per bulan relatif lumayan dan setiap bulan juga disisihkan untuk orang tua di kampung.

"Kami per tiga bulan mampu mengirim uang ke kampung Rp6 juta," kata Rob adik Eni sambil menceritakan bahwa profesi orang tuanya adalah seorang petani.

Rob menyatakan, dirinya bekerja sudah tujuh tahun di pabrik plastik dan cukup sejahtera, karena mendapatkan hak-hak pekerja.

Selain gaji juga mendapatkan tunjangan kerja dan uang lembur serta mendapatkan BPJS Kesehatan. Begitu juga mendapatkan cuti bersama dan menjadi anggota koperasi.

"Kami bisa menerima pendapatan gaji, tunjangan serta uang lembur Rp6,5 juta/bulan," kata perempuan lulusan SMP itu.

Sniper di Jalur Mudik

Antisipasi Kejahatan, Polisi Siapkan Penembak Jitu di Daerah Rawan saat Musim Mudik

Merdeka.com 2022-04-27 08:24:15
Sniper Polri. ©facebook.com/Divisi Humas Polri

Polda Jabar menyiapkan penembak jitu di wilayah rawan kejahatan saat musim mudik. Hal tersebut merupakan upaya antisipasi tindak kejahatan selain menempatkan anggotanya di pos pengamanan.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo mengatakan potensi tindak kejahatan tetap harus diwaspadai, termasuk saat musim mudik lebaran. Pemetaan wilayah rawan sudah dilakukan, meski tak bisa disampaikan secara rinci.

"Salah satu permasalahan Kamtibmas yang muncul itu ada teroris dan curas dan kejahatan tingkat tinggi. Makanya kita siapkan juga personel dan juga perangkat yang bisa mengantisipasi kondisi tersebut," kata dia.

"Intinya (ditempatkan) di tempat-tempat yang dimungkinkan rawan atau rawan kejahatan keras," ia melanjutkan.

Lalu, pengamanan pun dilakukan di tempat ibadah, terutama pada malam sebelum lebaran."Di tempat ibadah itu kan nanti ada screening dari Densus dan Brimob," terang Ibrahim.

Siapkan Langkah Urai Kepadatan Kendaraan

Di sisi lain, Polda Jabar sudah menyiapkan langkah untuk mengurai penumpukan kendaraan, terutama di jalur arteri saat kebijakan ganjil genap atau one way di jalan tol diterapkan.

Upaya yang disiapkan bergantung pada kondisi. Artinya, penerapannya pengalihan arus atau sistem buka tutup disesuaikan dengan level penumpukan kendaraan parah, sedang atau ringan.

"(Upaya yang disiapkan untuk mengurai kemacetan) seperti buka tutup, pengalihan arus, penerapan one way, personel gatur pada jalan-jalan rawan macet," terang Ibrahim.

Semua personel sudah disiagakan di beberapa wilayah. Menjelang lebaran, pergerakan kendaraan sudah mulai meningkat 10 persen, baik di jalan tol maupun non tol.

Ibrahim menjelaskan bahwa kelancaran arus lalu lintas pun bergantung pada kesiapan para pemudik, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Semua perbekalan, bahan bakar hingga fisik harus optimal. Lalu, mereka diimbau untuk terus memantau situasi arus lalu lintas sebagai pertimbangan kapan waktu untuk berangkat.

"Info lapangan sudah peningkatan sekitar 10 persen. Sebaiknya pemudik, mengatur jadwal berangkatnya dan mempersiapkan diri dan kendaraan agar semua tidak terkendala. Di jalan selalu taat aturan lalu lintas dan beristirahat jika kelelahan," pungkasnya.

No Sinyal, No Mudik

Viral Bocah Menangis Kejer Tak Mau Mudik karena Tak Ada Sinyal, Bikin Geleng Kepala

Merdeka.com 2022-04-27 12:06:00
Viral Bocah Nangis Kejer Tak Mau Mudik, Gara-gara Tak Ada Sinyal. ©2022 Merdeka.com/Instagram viral_medsos

Hari Raya Idulfitri identik dengan tradisi mudik ke kampung halaman. Terlebih yang dilakukan oleh keluarga perantauan. Di setiap momen mudik lebaran selalu ada cerita unik.

Seperti kisah mudik keluarga perantauan ini. Anaknya menangis menolak untuk diajak mudik. Momen itu diabadikan dalam video yang kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @video_medsos dan viral.

Bocah tersebut menangis kejer tak mau ikut mudik ke kampung halaman. Diketahui, alasan sang anak tidak mau ikut mudik itu sukses jadi perhatian warganet dan jadi viral.


Bocah Nangis Tak Mau Mudik

©2022 Merdeka.com/Instagram viral_medsos

Dalam video tersebut memperlihatkan seorang pria yang tengah menggendong bocah cilik yang menangis histeris. Bocah tersebut mengamuk ketika digendong pria yang diduga keluarganya.

Bocah tersebut tampak memberontak dan ingin melarikan diri. Ternyata bocah tersebut tak mau ikut mudik ke kampung halaman.

Bocah itu menangis kejer tak mau ikut mudik, lantaran di kampung halamannya tak ada jaringan internet. Ia harus dipaksa untuk mau ikut masuk ke dalam mobil. Video tersebut menjadi perhatian warganet.

"Sibocil gak mau MUDIK, ga ada jaringan katanya," tulis keterangan video tersebut.

"Bocah ep ep ini mah," komentar salah satu akun.

"Ini contohnya anak kecil boleh main handphone," komentar akun lainnya.

Baca juga:
Potret Rumah Panggung Bocah Asal Garut yang Buta Huruf Bantu Perekonomian Orangtua
VIDEO: TNI AD Beri Sanksi Danramil Jayapura Utara Surati Warung Makan Minta Bantuan
Cewek Cantik Melamar Kerja via WA ke Jusuf Hamka, Langsung Interview Pulang Diongkosi
Viral Aksi Pamer Teman Mirip Artis, Sebut Sulit Dibedain
Dagang Es Krim di Depan Mall, Pedagang Ini Bagikan Es Krimnya Usai Diajak Belanja
VIDEO: Kasus Ujang Sarjana Dilaporkan ke Jokowi Berujung Damai

Nggak Mudik Bareng Ayang

Kocak, Pria Ini Mudik Bareng Boneka karena Tak Punya Pacar

Merdeka.com 2022-04-28 10:37:00
Aksi Nyeleneh Pemudik Bawa Boneka. Youtube/Buletin iNews ©2022 Merdeka.com

Mudik bersama dengan keluarga atau pasangan merupakan hal yang lumrah terjadi. Namun, aksi tak biasa justru dilakukan oleh pria satu ini.

Sebab, ia malah mengajak sebuah boneka teddy bear untuk menemaninya mudik ke kampung halamannya di Lampung.

Aksi kocak pria yang diketahui bernama Sopian itupun sontak menarik perhatian pemudik lain di jalanan. Melansir dari unggahan di kanal youtube Buletin iNews, tampak Sopian sengaja menaruh boneka berukuran cukup besar itu di jok belakang motornya. Simak ulasannya:


Pria Ajak Boneka Mudik

Melansir dari unggahan di kanal Youtube Buletin iNews, membagikan potret Sopian ketika tengah dalam perjalanan mudik dengan membawa boneka teddy bear sebagai teman perjalanannya.

Dalam video, Sopian tampak sengaja menaruh boneka berukuran cukup besar itu di jok belakang sepeda motornya.

Ia juga terlihat menempelkan boneka tersebut di punggungnya agar tak terjatuh. Yang lebih menarik, Sopian tampak menempelkan sebuah tulisan lucu di bagian punggung boneka.

Youtube/Buletin iNews ©2022 Merdeka.com

"Mudik sama boneka aja, karena gak ada ayang," tulisnya.

Baca juga:
Viral Pengamen Disuruh Nyanyi 150 Lagu, Akhirnya Dikasih Duit Cuma-Cuma
Momen Jusuf Hamka Makan Sop Kambing di Kaki Lima, Traktir Hansip & Sopir Angkot
Habis Buka Puasa, Susno Duadji Berburu Durian Musang King di Petaling Jaya, Malaysia


Ingin Semangati Pemudik Lain

Youtube/Buletin iNews ©2022 Merdeka.com

Dalam keterangan video, disebutkan jika Sopian akan menempuh perjalanan mudik ke kampung halamannya dari Jakarta menuju Lampung.

Saat ditanya, Sopian mengaku mendapat inspirasi untuk mudik bersama boneka agar dapat menyemangati sesama pemudik.

"Nyemanagatin pemudik lah yang enggak ada temennya (pas mudik)," kata Sopian.

Baca juga:
Habis Buka Puasa, Susno Duadji Berburu Durian Musang King di Petaling Jaya, Malaysia
Reaksi Bobby Nasution Ditertawakan Kaesang Unggah Kasus Bang Jago 'Patahkan Leher'
Profil Brigjen TNI Orang Dekat Terawan, Kumpulkan Dokter Se-Indonesia Tandingi IDI?


Ramai Diajak Foto

Youtube/Buletin iNews ©2022 Merdeka.com

Aksi kocak dari pengendara motor itupun sontak mencuri perhatian pemudik lain. Hal itu membuat banyak orang pun sampai mengantre untuk mengajak Sopian dan bonekanya berswafoto bersama.

Baca juga:
Ade Yasin Ditangkap KPK, Instagramnya Diserbu Warganet 'Lebaran Pakai Gamis Orange'
Awalnya Sok Jagoan Sampai Mau Nabrak Polisi, Perampok Akhirnya Mati Kutu 'Ampun Pak'
Gak Merasa Pesan, Ibu Ini Baik Hati Kasihan Pada Kurir Paketnya Langsung Dibayar

Tempat Istirahat Khusus Copet

Berdiri Sejak 2014, Tenda Istirahat di Terminal Solo ini Bikin Kapok Copet

Merdeka.com 2022-04-28 09:27:17
Pos istirahat copet di Terminal Tirtonadi Solo. ©2022 Merdeka.com

Pengelola Terminal Tirtonadi, Kota Solo, bertekad memberikan pelayanan terbaik saat musim mudik Lebaran. Tidak hanya untuk penumpang, copet pun diberikan layanan dan tempat khusus di terminal terbesar Jawa Tengah ini.

Saat para penumpang turun dari bus, ada pemandangan berbeda. Sebuah tenda kerucut warna putih berukuran 4x4 meter berdiri kokoh. Di bagian back drop berwarna biru nampak tulisan Tempat Istirahat Copet. Tersedia empat kursi yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat.

Kepala Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo Joko Sutriyanto mengatakan, pos yang dikhususkan untuk para pelaku tindak kejahatan di terminal itu dibangun sejak tahun 2014. Atau bersamaan dengan pembentukan Satgas Anticopet. Saat itu kondisi Terminal Tirtonadi masih sering disambangi copet.

"Dulu sempat ada seorang copet yang kami ikat dan permalukan di pos itu," ujar Joko, Kamis (28/4).

Joko menjelaskan, pos tersebut sebagai bentuk sindiran dan hukuman sosial bagi para pelaku kriminal kelas teri yang memanfaatkan momen Lebaran untuk mencuri. Menurutnya, para pencopet lebih takut dipermalukan daripada dipukuli hingga babak belur.

"Setelah kita permalukan, kita ikat di situ, mereka pada kapok. Sekarang sudah tidak ada copet, karena takut dipermalukan," tuturnya.

Dikatakan Joko, pos tersebut tetap dipertahankan keberadaannya karena sudah menjadi ikon dari Terminal Tirtonadi. Setiap momen libur panjang Lebaran, Natal dan Tahun Baru, pihaknya selalu mendirikan pos tersebut.

"Tiap tahun, tiap Lebaran, Nataru tetap kita dirikan di sini. Karena copet itu akan mulai beraksi setiap ada orang banyak," tutup dia.

Kesedihan Mereka Jelang Lebaran

Cerita Buruh Panggul Pelabuhan Merak: H-6 Biasanya Dapat Rp300 Ribu, Kini Rp30 Ribu

Merdeka.com 2022-04-27 08:51:20
Buruh panggul di Pelabuhan Merak. ©2022 Merdeka.com/Antara

Pendapatan buruh panggul Pelabuhan Merak, Provinsi Banten, pada arus mudik Lebaran tahun 2022 menurun drastis dibandingkan tiga tahun lalu.

"Biasanya, pada H-6 bisa membawa uang ke rumah Rp300 ribu, namun kini hanya Rp30 ribu," kata Ucin (60) seorang buruh panggul warga Merak saat ditemui di Pelabuhan Merak, Selasa (27/4).

Pendapatan buruh panggul selama dua tahun terakhir atau sejak adanya pandemi COVID-19 menurun drastis. Bahkan pendapatan jasa angkut barang itu hanya bisa makan saja dan tidak bisa dijadikan andalan ekonomi untuk menyambut Lebaran.

Selain itu juga kebanyakan pemudik sekarang, kata dia, merupakan penumpang di atas kendaraan pribadi. Sampai H-6 pemudik Lebaran melalui Pelabuhan Merak tampak sepi.

Beruntungnya, kata dia, sudah tidak punya anak kecil. "Kami tentu mengeluh menurunya pendapatan itu, terlebih sudah mendekat Lebaran," kata Ucin.

Begitu juga Madali (55) warga Merak mengaku pendapatan buruh panggul terjadi penurunan akibat pandemi COVID-19.

Pemerintah sudah melonggarkan arus mudik Lebaran tahun ini dengan syarat sudah divaksin booster, namun kondisi Pelabuhan Merak tampak sepi.

"Kami pada H-7 Senin (25/4) normalnya sudah mengantongi Rp400 ribu, namun saat ini hanya Rp35 ribu," katanya.

Ia mengatakan menurunnya pendapatan buruh panggul itu tentu dikhawatirkan tidak terpenuhi kebutuhan untuk Lebaran. Selain itu juga pekerjaan buruh panggul di Pelabuhan Merak saling bergantian.

"Kami hari ini bekerja, nanti Rabu besok diganti orang lain," kata Madali sambil mengaku berprofesi buruh panggul sudah 40 tahun.

Ia mengatakan sebagai jasa pengantar barang milik penumpang, ia tidak mematok bayaran namun keikhlasan pemudik. Terkadang pemudik memberikan upah jasa Rp15.000, juga terkadang Rp50.000. Bahkan juga terkadang ada pemudik yang tidak mengasih uang.

Pendapatan buruh panggul, diakuinya bisa membantu ekonomi keluarganya. "Kami sebagai jasa angkutan hanya seikhlas pemberian pemudik," katanya.

Mudik Rasa Touring

Menikmati Perjalanan Mudik dari Jambi ke Jatim Sambil Touring Naik Motor

Merdeka.com 2022-04-27 08:59:42
Pemudik Naik Motor dari Jambi ke Jatim. Adi Nugroho

Dua pemudik menggunakan sepeda motor berhenti di depan Stadion Patriot Chandrabaga, Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi pada Selasa (26/4) malam. Keduanya sedang beristirahat setelah menempuh perjalanan lebih dari tiga jam.

"Dari Jambi, ini sedang istirahat menunggu kawan," kata Sigit kepada merdeka.com.

Dia bersama satu kawannya berangkat dari Jambi pada Minggu pagi lalu. Menggunakan sepeda motor tua, keduanya berniat pulang kampung ke Ngawi, Jawa Timur. Mereka akan berkonvoi tiga sepeda motor.

"Kawan yang ada di Jakarta sedang menyusul," ucap pria yang sudah tiga tahun tidak mudik ini.


Sambil Wisata

Sigit memilih mudik dengan sepeda motor karena sambil jalan-jalan, melintasi sejumlah daerah dari Jambi hingga kampung halaman, seperti Jakarta, Bekasi, Karawang, Subang hingga ke Cirebon. Dia menyebut itu sambil healing, menikmati setiap daerah yang dilintasi.

"Enak pakai sepeda motor, sambil jalan-jalan, kalau capek yang berhenti, tidak maksain," kata pria lajang ini.

Meski sepeda motor yang dibawanya tergolong tua, tapi mesinnya terbilang muda. Perawatannya juga secara berkala, sehingga siap mengaspal sepanjang jalur pantura.

"Bawa peralatan bengkel komplet," kata pemuda yang bekerja di bengkel ini.

Berdasarkan pengamatan merdeka.com, pemudik masih belum banyak melintas di jalur mudik Bekasi sampai Selasa malam. Polisi memprediksi, puncak arus mudik terjadi pada Kamis-Sabtu pekan ini.

Baca juga:
Antisipasi Kejahatan, Polisi Siapkan Penembak Jitu di Daerah Rawan saat Musim Mudik
Waspada! Ini Jalur Mudik di Jawa Barat yang Rawan Longsor
Pemudik Kini Bisa Pantau 49 Titik Kemacetan di Jabar Via Aplikasi Simanis
H-6 Lebaran, 11 Ribu Kendaraan Masuk Kota Semarang Lewat Tol Kalikangkung
Tinjau Bandara Soetta, Erick Thohir Minta Petugas Beri Layanan Terbaik ke Pemudik
Libur Lebaran Kian Dekat, Vaksinasi Covid-19 di Bali Makin Gencar
Tiga Hari Krusial Mudik di Tol Trans Jawa

Kisah Wanita di Pinggir Tol

Wanita Penjual Kopi di Tepi Tol Tangerang-Merak dan Cerita Dalam Truk

Merdeka.com 2022-04-19 14:24:16
Wanita penjual kopi di pinggir jalan tol. ©2022 Merdeka.com

Matahari tepat di atas kepala, ketika seorang wanita muda keluar rumah sambil membawa barang dagangan. Melewati jalan yang sudah saban hari dilalui, kakinya terhenti di tepi jalan Tol Tangerang-Merak.

Dengan payung terbuka untuk menghalau sengatan panas matahari, dan termos berisi air panas di tangan, dia mulai menjajakan kopi kepada sopir truk yang melintas.

Semakin malam, penjual kopi di tepi tol semakin menjamur. Truk-truk besar terparkir di tepi jalan.

Harga segelas kopi panas dia patok Rp5.000. Selain minuman berkafein, dia juga menjual teh dan juga mi kemasan siap santap. Sopir truk yang sudah hafal dan sering melintas di sana, biasanya menyempatkan diri singgah sambil melepas penat.

Mereka dan wanita pedagang kopi terlihat bercengkrama di balik truk-truk besar yang terparkir di tepi jalan.

Ada perasaan takut dalam benaknya, lantaran lokasi tersebut berbahaya dan terlarang. Bukan tidak mungkin nyawa menjadi taruhan, mengingat jalur tersebut bebas hambatan.

Mudik Naik Mobil, di Bagasi Ada Motor

Aksi Pemudik Bawa Motor dan Barang di Belakang Mobil Ini Viral, Bikin Geleng Kepala

Merdeka.com 2022-04-26 14:24:00
aksi pemudik bawa motor. ©2022 Merdeka.com/instagram.com

Ramadan kini tinggal beberapa hari lagi. Suasana persiapan menyambut Idulfitri pun telah terlihat di mana-mana. Beberapa perantau pun telah bersiap untuk mudik ke kampung halaman.

Tak semua orang memakai kendaraan umum seperti bus atau kereta, banyak juga yang memilih memakai kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Namun belakangan ini viral video seorang mudik dengan mobil, tapi ia tetap membawa sepeda motornya di belakang mobil.

Video ini diunggah di akun instagram @cemilcomel belum lama ini. Wah seperti apa ya? Bikin geleng kepala, begini aksi pemudik bawa motor dan barang bawaan di belakang mobil.


Mudik Bawa Motor di Belakang Mobil

©2022 Merdeka.com/instagram.com

Dalam video yang diunggah akun instagram @cemilcomel, tampak seorang pria tengah mengemas barang-barang untuk persiapan mudik. Namun bukan hanya baju dan oleh-oleh saja, ia juga membawa serta motornya yang ditaruh di bagian belakang mobil.

Pintu Belakang Tak Ditutup

©2022 Merdeka.com/instagram.com

Membawa motor yang ditaruh di bagian belakang mobilnya, membuat pintu belakang mobil sampai tak bisa ditutup. Pintunya pun dibiarkan terbuka agar ia bisa membawa motor dan banyak barang bawaan.


Diikat dan Ditutup Terpal

©2022 Merdeka.com/instagram.com

Agar lebih aman, motor dan barang bawaan yang banyak itu pun di tutupi dengan terpal berwarna biru. Tak hanya itu, barang bawaan yang bisa dibilang berlebih itu kemudian diikat dengan baik agar aman dan tidak jatuh di jalan.

Komentar Warganet

©2022 Merdeka.com/instagram.com

Video aksi pemudik bawa motor dan banyak barang di belakang mobil pun menjadi viral di berbagai media sosial. Hal ini pun membuat banyak warganet meninggalkan komentar di unggahan tersebut.

Kalo ini demi konten gak sih kurang tahu. Tapi di Sulawesi pemandangan semacam ini ga aneh sih. Pernah liat yang bawa muatan banyak sampe pintu belakang ga ditutup,” tulis akun @ichahan_.

Padahal jaman sudah canggih ya, tapi lebih suka cari yang ribet,” tulis akun @mypetsworldstories.

Baca juga:
Siasat Polisi, Pemudik Asal Jakarta Sembunyi di Truk Tertutup Terpal
Rela Berlayar 2 Hari 2 Malam, Warga Cirebon Ini Nekat Mudik Hindari Penyekatan
VIDEO: Momen Dramatis Polisi Tangkap Perampok di Tol Pasir Koja, Naik ke Kap Mobil
Viral Driver Ojol Ambil Pesanan Makanan Bawa 2 Anak, Kerja Kerasnya Curi Perhatian
VIDEO: Perhatian Khusus Jokowi Terhadap Papua, Sudah 14 Kali Datang Berkunjung
WNI Kabur dari Rumah Usai Cerai, Beruntung Dinikahi Tentara Muda Kaya Raya di Arab

Siap-Siap WC Portabel

Pemudik Naik Mobil Pribadi yang Lewat Tol Disarankan Bawa Urinoar Darurat

Merdeka.com 2022-04-22 21:27:00
Arus Mudik di Tol Cipali. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jawa Tengah Djoko Handojo menyarankan pemudik yang pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi melalui jalan tol menyiapkan urinoar darurat. Alasannya karena kepadatan lalu lintas kendaraan di jalan tol pada masa mudik Lebaran dikhawatirkan membuat pemudik kesulitan menemukan kamar kecil.

"Mudik Lebaran tahun ini diperkirakan sangat padat, terutama yang akan melewati jalan tol," kata Djoko di Semarang, dilansir Antara, Jumat (22/4).

"Oleh karena itu disarankan untuk membawa alat bantu darurat untuk buang air kecil," ia menambahkan.

Selain itu, dia menyarankan pemudik yang hendak pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi menyiapkan cukup bekal makanan dan minuman.

"Persiapkan minuman yang cukup, terutama (untuk) anak-anak, karena panas bisa menyebabkan dehidrasi," katanya.

Djoko juga mengingatkan warga agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan meski angka kasus penularan COVID-19 sudah turun. Bahkan apabila pandemi telah beralih ke endemi, ia mengatakan, warga sebaiknya tetap menggunakan masker untuk mencegah penularan virus.

Denyut di Rest Area, Lain Dulu Lain Sekarang

Curhat Pedagang di Rest Area Bisa Mendulang Rezeki saat Mudik Lebaran 2022

Merdeka.com 2022-04-25 12:30:00
Rest Area Salatiga. ©YouTube/Ganjar Pranowo

Sejumlah pedagang makanan di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area berharap dapat mengais rezeki yang lebih baik pada masa mudik Lebaran tahun ini dibandingkan saat pandemi Covid-19. Ini seiring dengan adanya pelonggaran aturan untuk mudik Hari Raya Idul Fitri 2022 Hijriah.



"Saya senang dan berharap bisa ramai dibandingkan sebelumnya," ujar pedagang makanan bernama Mudoh di Rest Area KM 68 A Tol Tangerang - Merak, Banten pada Senin (25/4).



Dia mengakui, kendati pada H-7 ini suasana pemudik di rest area masih belum ramai, namun kehadiran pemudik yang berkunjung dan menyantap makanannya sudah memberikan harapan untuk mendulang rezeki dibandingkan pada masa pandemi.



Hal senada juga disampaikan oleh pedagang Tahu Sumedang, Faisal yang mengaku situasi rest area pada musim Mudik Lebaran tahun ini lebih ramai dibandingkan ketika masa pandemi.



"Senang, sudah mulai ramai sejak puasa hari ke‐15. Harapannya ke depan jangan lagi ada pandemi sehingga saya bisa bekerja normal," kata Faisal mengutip dari Antara.



Adapun pedagang makanan lainnya bernama Ai merasakan kondisi rest area KM 68 saat ini lebih baik dibandingkan sebelumnya.

"Mendingan dibanding kemarin-kemarin, walaupun pemudik masih belum banyak tapi ini lebih baik ketimbang saat pandemi tahun-tahun sebelumnya yang membuat rest area sangat sepi," ujarnya.



Dia juga berharap ke depannya kondisi pandemi segera berlalu dan tidak ada lagi, sehingga pedagang seperti dirinya bisa mendulang kembali rezeki seperti kondisi sebelum pandemi.



"Kalau kemarin pas pandemi cuma bisa bayar sewa warung saja, sekarang ya Alhamdulillah sudah ada rezeki keuntungan yang didapat," katanya.


Syarat Mudik

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan mudik atau pulang kampung pada perayaan Idul Fitri 2022 diperbolehkan asalkan pemudik sudah mendapat dosis pertama dan kedua serta dosis penguat (booster) vaksin Covid-19.



Presiden juga mengingatkan setiap aktivitas dalam mudik harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat.

Pemerintah mengizinkan aktivitas mudik pada tahun ini karena mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19 yang terus membaik.

Perbaikan situasi pandemi Covid-19 membawa optimisme menjelang Bulan Ramadan dan Idul Fitri pada 2022.

Baca juga:
Cegah Kemacetan, Pemudik Diminta Taat Aturan di Rest Area
Cianjur Siapkan Tiga Rest Area untuk Pemudik, Ini Lokasinya
Baru Tahu Rute Pegawai Rest Area Berangkat Kerja, Medan Berat Masuk Terowongan
Bekas Pabril Gula di Brebes Ini Disulap Jadi Rest Area Instagramable, Ini 5 Potretnya
Kunjungan Rest Area Jalur Cikampek Naik 30 Persen Saat Natal dan Tahun Baru
Libur Natal dan Tahun Baru, Rest Area dan Lokasi Wisata Bakal Jadi Tempat yang Padat
Disebut yang Terindah se-Indonesia, Rest Area di Salatiga Ini Dijadikan Tempat Wisata